Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan, Dukungan Keluarga Dan Peran Petugas Kesehatan Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2022 SUCI RAHMADANI; Ruslan Majid; JUSNIAR RUSLIAFA
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v3i3.29344

Abstract

Latar Belakang : Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, dan mencapai  kekebalan kelompok di masyarakat (Herd Immunity).Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2022.Metode : jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 61 responden lansia dengan usia 60 sampai 70 Tahun. Teknik pengambilan sampel  dengan cara Purposive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar secara langsung.Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan lansia dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Dukungan keluarga menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia dengan nilai bahwa p = 0.000 (p < 0,05). Dan peran petugas kesehatan menunjukkan tidak ada hubungan Peran petugas kesehatan dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia dengan nilai p = 0.062 (p > 0,05).Kesimpulan : ada hubungan antara pengetahuan,  dukungan keluarga dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia, namun tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, STATUS GIZI, DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA: LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Rastika Dwiyanti Liaran; Jusniar Rusliafa
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.292

Abstract

Kelelahan akibat bekerja merupakan masalah kesehatan yang dapat mengurangi kinerja, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja, serta memengaruhi kesehatan secara umum bagi para pekerja. Status gizi dan tingkat asupan zat gizi makro diasumsikan memengaruhi terjadinya kelelahan kerja, tetapi hasil penelitian masih menunjukkan adanya perbedaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi zat gizi makro dan kondisi gizi, serta faktor-faktor pekerjaan terhadap tingkat kelelahan kerja, berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan.Penelitian ini berupa tinjauan pustaka yang disusun sesuai dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci yang terkait dengan asupan energi, protein, karbohidrat, lemak, status gizi, serta kelelahan kerja. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 tersedia dalam bentuk teks lengkap dan memenuhi kriteria untuk termasuk dalam analisis secara naratif. Sebanyak lima belas artikel memenuhi kriteria dan diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat merupakan faktor yang paling stabil terkait dengan rasa lelah yang terjadi saat bekerja. Mengatakan hubungan antara asupan energi dan protein dengan kelelahan kerja masih menunjukkan hasil yang belum konsisten, sedangkan sebagian besar penelitian tidak menemukan hubungan antara asupan lemak dengan kelelahan kerja. Hubungan antara status gizi dan kelelahan kerja menunjukkan hasil yang beragam, hal ini dipengaruhi oleh karakteristik dari peserta penelitian, cara pengukuran yang digunakan, serta faktor-faktor terkait pekerjaan. Kelelahan kerja merupakan kondisi multifaktorial. Asupan karbohidrat memiliki hubungan yang paling konsisten dengan kelelahan kerja, sedangkan hubungan antara asupan energi, protein, lemak, serta kondisi gizi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari individu maupun lingkungan kerja.
Optimalisasi Pemanfaatan Garam Beryodium melalui Edukasi Visual sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Mata Lamokula Rastika Dwiyanti Liaran; Agnes Mersatika Hartoyo; Jusniar Rusliafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.777

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Desa Mata Lamokula, Kecamatan Moramo Utara, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pola makan, termasuk konsumsi garam. Hasil analisis prioritas masalah menggunakan metode USG menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pola makan merupakan akar masalah tertinggi terkait hipertensi. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah penggunaan dan pemanfaatan garam beryodium yang belum sesuai, baik dari sisi cara penggunaan maupun pemahaman manfaatnya. Program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan garam beryodium melalui edukasi visual berupa pemasangan poster di Balai Desa Mata Lamokula. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan berbasis komunitas dengan pendekatan pemberdayaan dan media visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media poster menjadi sarana efektif dalam meningkatkan keterpaparan informasi tentang manfaat, cara penggunaan, serta risiko kelebihan dan kekurangan yodium. Kegiatan ini mendukung upaya pencegahan hipertensi berbasis perubahan perilaku dan lingkungan informasi kesehatan.
Improving the knowledge of diabetes mellitus patients through health education and leaflet media in Pekaroa Village, Sawa District, North Konawe Regency Hilda Harun; Jusniar Rusliafa; Nurmaladewi Nurmaladewi; Arum Dian Pratiwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that constitutes a major global and national public health problem, with a continuously increasing prevalence and the potential to cause serious complications if not properly managed. One of the key factors in DM management is patients’ level of knowledge, which plays an important role in shaping self-care behaviors and adherence to therapy. This study aimed to analyze the improvement in knowledge among patients with Diabetes Mellitus regarding disease management through health education and leaflet-based media in Pekaroa Village, Sawa District, North Konawe Regency. This study employed a quasi- experimental design using a one-group pre-test and post-test without control group. The population as well as the sample consisted of all patients with Diabetes Mellitus in Pekaroa Village, totaling 8 individuals. The intervention consisted of health education accompanied by the distribution of educational leaflets on Diabetes Mellitus management. Knowledge was measured before the intervention (pre-test), after the first educational session (post- test 1), and after reinforcement of education (post-test 2). Data were analyzed using the wilcoxon signed ranks test. The results showed that the mean knowledge score increased from 2.50 (SD 0.756) at pre-test to 4.38 (SD 0.744) at post-test 1 and reached the maximum score of 5.00 at post-test 2. The wilcoxon test indicated a statistically significant difference between the pre-test and post-test 1 (p = 0.016), while the difference between post-test 1 and post-test 2 was not statistically significant (p = 0.059), although it demonstrated a trend toward improvement and stabilization of knowledge. It can be concluded that health education, reinforced by the distribution of leaflet media, is effective in improving the knowledge of patients with Diabetes Mellitus regarding the management of their disease. Educational leaflets are recommended as a simple, practical, and easily applicable educational strategy in rural communities to support Diabetes Mellitus control.