Abstrak Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan angka yang tinggi, di mana sekitar 81% remaja perempuan dan 84% remaja laki-laki mengaku pernah berpacaran. Akibat pacarana akan meningkatkan resiko pernikahan dini. Tahun 2023 angka dispensasi nikah di kabupaten Kediri ada 429 anak yang rata-rata disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Data pernikahan dini di Indonesia menunjukkan tren penurunan secara nasional menjadi 5,9% pada 2024, namun masih tergolong tinggi dengan Indonesia berada di peringkat ke-4 di dunia menurut data UNICEF 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan media video terkait dengan skrining pranikah guna mempersiapkan remaja dalam pernikahan sehingga tidak melakukan tindakan yang membahayakan dan merugikan kesehatan remaja. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Ngasem Kabupaten kediri. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dan didapatakan jumlah responden 35. Responden dilakukan pretes dengan menggunakan kuesioner kemudian diberi penyuluhan menggunakan media video skrining pranikah kemudian dilakukan posttest. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon karena data berdistribuso tidak normal. Hasil uji statistic diadaptkan p value 0.000 lebih kecil dari 0.05 artinya ada pengaruh media penyuluahan video terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan media video tehadap peningkatan pengetahuan remaja tentang skrining pranikah. Video ini dapat digunakan untuk memberikan edukasi terhadap remaja secara lebih luas agar mereka terhindar dari perilaku yang membahayakan kesehatan seperti pacarana yang tidak sehat, seks pranikah hingga pernikahan dini. Kata kunci : remaja, skrining pranikah, penyuluhan , video