p-Index From 2021 - 2026
2.266
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Artesis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN ISO 9001: 2015 TERHADAP KINERJA WAKTU PELAKSANAAN Chandra Prenata Putra; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i1.5026

Abstract

Penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015 merupakan nilai tambah bagi perusahaan, dalam rangka meminimalkan produk yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan meminimalisasikan pekerjaan ulang. Pada umumnya proyek konstruksi mengalami keterlambatan, terutama pada tahap awal pelaksanaan. Proyek Pembangunan Indoor Multifunction Stadium Dalam Rangka Kejuaraan Dunia Bola Basket Tahun 2023 Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penerapan ISO:2015 terhadap kinerja waktu yang berdeviasi positif., berdasarkan hasil pembahasan dikategorikan sangat baik dengan persentase sebesar 89,978%. dari variabel dominan yaitu variabel Peningkatan dengan nilai rata-rata 90,933%, dengan menggunakan uji korelasi 0,956 nilai korelasi berada diantara 0,90<KK<1,00 yang berarti kekuatan hubungan yang sangat tinggi atau kuat sekali. Pada uji regresi linier sederhana secara signifikan menunujukan hubungan positif, dimana bila peningkatan 1% akan meningkatkan pula kinerja waktu pelaksanaan sebesar 0,341.Dari hasil uji determinasi antara pengaruh penerapan ISO 9001:2015 terhadap kinerja waktu pelaksanaan sebesar 91,4% , nilai tersebut menunjukan bahwa Kinerja waktu pelaksanaan proyek dipengaruhi oleh penerapan ISO 9001:2015,
ANALISIS PERBANDINGAN PERCEPATAN PEKERJAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF, PENAMBAHAN SHIFT, DAN FAST TRACK Ario Sanjaya; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5927

Abstract

Pertumbuhan pusat perbelanjaan modern merupakan fenomena perdagangan dan jasa yang biasa ditemukan di kota-kota kecil maupun di kota-kota besar di seluruh dunia. Sebuah pusat perbelanjaan modern yang dikenal sebagai "Mall" berkembang di kota-kota di Indonesia. Pada pelaksanaan konstruksi terkadang terjadi keterlambatan, bahkan bisa dikatakan hampir 80% mengalami keterlambatan. Jika proyek mengalami keterlambatan, dapat dipastikan proyek tersebut mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya sehingga dibutuhkan percepatan pelaksanaan proyek. Dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian untuk menganalisis perbandingan terhadap efektivitas biaya anggaran dan waktu pekerjaan proyek menggunakan metode Time Cost Trade Off, penambahan Shift pekerja, dan Fast Track. Dalam studi kasus Cibinong City Mall ini, pengembangan proyek mengalami hambatan di lapangan yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Dengan membandingkan ketiga metode tersebut dapat membantu manajemen proyek dalam penentuan alternatif yang baik dalam meminimalisir biaya dan waktu penyelesaian proyek, terutama pada situasi di mana pekerjaan kritis selesai secepat mungkin. Hasil durasi waktu percepatan pekerjaan arsitektur hotel menggunakan metode TCTO menghasilkan efisiensi waktu senilai 2.71% dari durasi normal, pada penambahan jam kerja menghasilkan total penambahan biaya 6,677%, sedangkan penambahan tenaga kerja menghasilkan total penambahan biaya 0,12%. Alternatif percepatan dengan metode Shift menghasilkan waktu efisiensi percepatan 18.605%, dengan total penambahan biaya sebesar 1.18%. Alternatif percepatan dengan metode Fast Track menghasilkan efisiensi percepatan 4.264%, dengan overhead senilai 1.852%.
ANALISIS OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF Ita Wahyu Lina Ewinda; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6783

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Kantor XYZ yang berlokasi di Kedoya, Jakarta Barat mengalami keterlambatan pekerjaan dengan deviasi keterlambatan pekerjaan pada minggu ke 12 mencapai –20.13%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi biaya dan waktu. Identifikasi faktor keterlambatan dilakukan dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan untuk pengendalian keterlambatan pekerjaan akan dilakukan crashing (percepatan) dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Kegiatan crashing yang dilakukan berupa penambahan jam kerja (lembur) atau penambahan tenaga kerja. Hasil penelitian ini, terdapat 3 intermediate event utama sebagai faktor penyebab keterlambatan diantaranya oleh Owner, oleh Kontraktor dan oleh kondisi lingkungan dan sekitar dengan nilai probabilitas 0.699. Waktu percepatan kegiatan crashing sebanyak 15 hari. Biaya percepatan untuk penambahan jam kerja sebesar Rp. 5.386.610.968,00 dan biaya percepatan untuk penambahan tenaga kerja sebesar Rp. 5.281.875.288,00.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Setyo Adi Nugroho; Akhmad Dofir; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.