Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pembelajaran Problem Solving Putri Rohani; Salman; Yulda Dina Septiana
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2021): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i2.43

Abstract

Model Problem solving(pemecahan masalah) merupakan metode yang sangat penting dalam pembelajaran.Pelajaran akan jauh lebih dipahami dan tidak mudah untuk dilupakan jika guru dan siswa memahami pemecahan masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Hingga akhirnya masalah adalah hal sehari-hari yang akan ditemui oleh siswa. Namun, dibalik itu metode ini juga cukup dinamis untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan siswa atau sekolah. Sifatnya yang dinamis, para siswa sangat dituntutmemiliki kemampuan untuk menganalisis materi mulai dengan mencari data sampai dengan menarik kesimpulan. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mendeskripsikan apa sebenarnya yang dimaksud dengan problem solving dan mendeskripsikan tahapannya dalam setiap pembelajaran? Model pembelajaran problem solving merupakan model pembelajaran yang berbentuk pemecahan masalah dalam kegiatan belajar dengan tujuan untuk memperkuat daya ingat dan kreativitas peserta didik agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendasar dari materi yang disampaikan. Adapun tahapan yang diterapkan dalam model pembelajaran ini yaitu guru menjelaskan tujuan dari point pembelajaran yang dibahas dan memberikan permasalahan yang perlu dicari solusinya; guru memberikan arahan tentang tata cara pemecahan masalah yang benar dan peserta didik mencari data atau bahan-bahan yang mendukung untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru; peserta didik mencatat solusi apa saja yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan; dan terakhir melaporkan tugas tersebut kepada guru yang bersangkutan.
Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia Yulda Dina Septiana
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2022): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i1.9

Abstract

 Pendidikan merupakan  rangkaian proses pemberdayaan potensi dan kompetensi individu untuk menjadi manusia  berkualitas yang berlangsung  sepanjang hayat. Proses  ini dilakukan tidak sekadar  untuk mempersiapkan peserta didik  agar dapat menggali dan menemukan tentang yang baru. Tapi juga mengembangkannya  dengan tanpa menghilangkan  karakteristik masing-masing . untuk itu system pendidikan  bangsa yang berpenduduk  lebiah dari 200 juta manusia  ini harus dirancang  sedemikian rupa  sehingga berkualitas sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkannya mampu bersaing  dengan Negara –negara lain yang ada di Indonesia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia  yang berkualitas pun tidak mudah, haruslah SDM ini diperoleh dari pendidikan yang bermutu lebih unggul. Tujuan dari penelitian ini yaitu  untuk mengetahui profesionalisme guru sebagai pendidik dalam  rangka meningkatkan  kualitas pendidikan beserta  upaya dalam meningkatkan  professionalisme tersebut. Metode penelitian yang digunakan  yaitu studi literature  berbasis referensi yang relevan  dengan topic permasalahan. Hasil dari penelitian ini, yaitu: (1) indicator keberhasilan guru profesionaldapat dilihat dari kualitas proses maupun hasil belajar  peserta didik yang merupakan  tanggung jawab dari guru tersebut, (2) guru harus memiliki  kompetensi keguruan, dan (3) terdapat berbagai upaya dalam meningkatkan profesionalisme guru di Indonesia.
Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Rahayu Eka Putri; Yulda Dina Septiana; Salman
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.25

Abstract

Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Penanaman nilai toleransi beragama siswa melalui budaya sekolah di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama melalui 3 tahap, yaitu: Tahap Transfer nilai, pada tahap ini SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama mengintegrasikan pada kebijakan sekolah yaitu termuat dalam misi sekolah, peraturan sekolah yang termuat dalam tata tertib kelas, dan slogan, Tahap transaksi nilai, pada tahap ini SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama mengitegrasikan melalui kegiatan keteladanan, Tahap transinternalisasi nilai, pada tahap ini terlihat saat siswa SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama terlibat dalam kegiatan hari besar keagamaan serta hubungan antar teman. Kendala yang dialami oleh guru dalam menanamkan nilai toleransi beragama siswa melalui budaya sekolah ialah masih adanya siswa yang bersikap terlalu fanatik terhadap agama. Solusi untuk kendala tersebut adalah guru dan orang tua harus ekstra dalam mendidik dan memahamkan siswa/anak bahwa nilai toleransi beragama itu sangat penting. Faktor Pendorong Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama. Faktor pendorong terjadinya penanaman nilai nilai toleransi atar umat beragama karena siswa di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama terdiri dari berbagai agama, jadi perlu rasanya untuk menanamkan sikap toleransi agar terciptanya kerukunan dan kedamaian.
Implementation of the Teams Games Tournament in Increasing Learning Motivation in the Quran and Hadith Subject Elvina, Elvina; Yulda Dina Septiana; Lutfiyani; Adrianto
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v12i1.449

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model in improving student learning motivation in the Al-Quran and Hadith subject at MAN 3 Pasaman Barat. The research method used was qualitative. The subjects were teachers and students at MAN 3 Pasaman Barat. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The purpose of this study was to determine how teachers' skills in implementing the Teams Games Tournament (TGT) model improve student learning motivation in the Al-Quran and Hadith subject at MAN 3 Pasaman Barat, students' perceptions of the Teams Games Tournament (TGT) model in improving student learning motivation in the Al-Quran and Hadith at MAN 3 Pasaman Barat, and classroom management in implementing the Teams Games Tournament (TGT) model in improving student learning motivation in the Al-Quran and Hadith at MAN 3 Pasaman Barat. This research approach is qualitative with a case study approach, related to the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model in improving student learning motivation in the Al-Quran and Hadith subject at MAN 3 Pasaman Barat. This research was conducted using scientific methods frequently used and implemented by a group of researchers in the social sciences. The researchers acted as observers and data collectors. Data were obtained through interviews, documentation, and observation. The results showed that the implementation of the TGT model in the Al-Quran Hadith subject at MAN 3 Pasaman Barat successfully increased student learning motivation. This was evident in increased student participation in learning, student enthusiasm in discussions and completing group assignments, and an increased sense of responsibility for learning. Furthermore, the TGT model also helped students develop collaboration, communication, and leadership skills. This study provides recommendations for Al-Quran Hadith teachers at MAN 3 Pasaman Barat to continue implementing the TGT model in their teaching, and for the school to provide better support for its implementation.