Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pelatihan Pembelajaran Kelas Online Bagi Guru SMAN 1 Rantau Utara Masrizal Masrizal; Yuniman Zebua; Sakinah Udubiyah; Siti Lam'ah Nasution; Rosmidah Hasibuan; Eva Julyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.293

Abstract

Persoalan tenaga pendidikan dalam TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk kegiatan belajar mengajar masih sering di jumpai di indonesia termasukk di kabupaten Labuhanbatu Kota Rantauprapat. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang akan dilaksanakan di SMA N 1 Rantau Utara merupakan satu bentuk upaya peningkatan profesionalisme guru dalam hal pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran. Luaran IbM ini berupa jurnal nasional berISSN dan buku panduan. Tujuan umum pelaksanaan IbM adalah meningkatkan  pemahaman dan keterampilan kepada guru tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran online. Tujuan khusus dari IbM ini diantaranya: (1) Guru mampu menggunakan dan mengelola kelas Online, (2) mengoptimalkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang ada, serta (3) meningkatkan keefektifan, efisiensi dan daya tarik pembelajaran. Metode yang akan digunakan pada pelaksanaan IbM yaitu sosialisasi, praktek, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan ini akan di lakukan dalam 2 tahap dimana tahap pertama akan lebih fokus dalam memberikan informasi tentang materi berkaitan dengan peranan ICT dalam pembelajaran dan pemanfaatan kelas online. Informasi ini sangat penting dilakukan supaya para peserta pelatihan mendapatkan gambaran mengenai peran ICT dalam pembelajaran, serta pentingnya pelatihan sebagai bentuk pengembangan diri guru. Tahap kedua pelatihan akan fokus pada pelatihan instalasi pembuatan kelas online, pengelolaan materi pembelajaran, serta pembuatan kuis maupun soal evaluasi online. Dengan kelas online guru diharapkan bisa memberikan pembelajaran tambahan maupun evaluasi kapanpun dan dimanapun. Evaluasi kegiatan ini dilakukan saat berlangsungnya kegiatan pelatihan dan hasil pembuatan dan pengelolaan kelas online. Aspek yang dievaluasi adalah kehadiran, aktivitas peserta, pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Kriteria pencapaian program setiap aspek adalah kehadiran peserta, aktivitas berkategori baik, dan tingkat pemahaman materi berkategori baik.
Competency-Based Village Development: Skill Mapping Training and Productive Career Planning for Village Youth in Labuhanbatu Siti Lam'ah Nasution; Eva Julyanti; Sakinah Ubudiyah Siregar; Yudi Prayoga; Aulia Indra; Fadzil Hanafi Asnora
International Journal Of Community Service Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026 ( Indonesia - Thailand - Malaysia - Philippines)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v6i2.867

Abstract

Rural youth play a strategic role in supporting local economic development. However, many young people in rural areas still face limitations in identifying their personal potential, mapping competencies, developing career plans, and connecting their skills with productive opportunities in their local environment. This community service program aimed to strengthen the capacity of rural youth in Labuhanbatu Regency through skill mapping and productive career planning training. The program applied a participatory training approach consisting of preliminary observation, coordination with village partners, module preparation, pre-test implementation, material delivery, competency mapping practice, career planning exercises, group discussions, post-test, and program evaluation. The target participants included rural youth, youth organization members, senior high school or vocational school graduates, village-based university students, and prospective young entrepreneurs. The results indicated that participants improved their understanding of self-potential, work competencies, soft skills, career planning, and local economic opportunities. Participants were also able to develop individual competency maps and formulate short-, medium-, and long-term career action plans. This program contributes to rural human resource development through a competency-based mentoring model that can be further developed into a village talent bank, youth business incubation program, and continuous training agenda for youth organizations and village governments.