Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Melakukan Toilet Training pada Anak Usia 18-24 Bulan di PAUD Putroe Lambilek Kecamatan Kuta Alam Kota Banda AcehTahun 2018 T. Murhadi; Almanar Almanar; Cut Muna Laka
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.315

Abstract

Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu melakukan toilet training pada anak usia 18-24 bulan di PAUD Lambilek Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2018. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara accidental sampling dengan jumlah sampel 33 orang. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden yang tidak ada melakukan toilet training sebanyak 21 responden (63,6%), berpengetahuan kurang baik sebanyak 20 responden (60,6%), berpendidikan tinggi sebanyak 22 responden (66,7%) dan bersikap negatif sebanyak 23 responden (69,7%) dengan nilai p-value untuk pengetahuan 0,003, pendidikan 0,002 dan sikap 0,016. Kesimpulan terdapat pengaruh antara pengetahuan, pendidikan dan sikap terhadap toilet training. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki anak usia baduta tentang toilet training.
PENGARUH FAKTOR EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA SMK KESEHATAN ASSYIFA SCHOOL BANDA ACEH T Murhadi; Evi Kurniawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.440

Abstract

AbstrakPrilaku seksual remaja antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, adanya penyebaran media informasi dan rangsangan seksual melalui media massa serta Efikasi diri yang merupakan keyakinan akan kemampuan diri untuk melakukan suatu tindakan yang diharapkan dan juga yang melatar belakangi remaja untuk melakukan suatu tindakan atau mengontrol kondisi khususnya yeng berhubungan dengan prilaku seksual.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor Efikasi Diri terhadap perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Assyifa School Banda Aceh. Metode Penelitian  yang akan dilakukan bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan objek penelitian adalah seluruh siswa SMK Kesehatan Assyifa School Banda Aceh, menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efikasi Diri Siswa lebih banyak pada kategori rendah sebanyak 121 siswa (63,4 %), Perilaku seksual remaja lebih banyak banyak pada kategori Negatif sebanyak 97 siswa (50,8 %) dan Efikasi Diri Remaja yang rendah dan prilaku seksual negatif sebanyak 69 siswa (57,0 %) dengan nilai p value 0,02.Kesimpulan berarti ada pengaruh antara efikasi diri terhadap perilaku seksual Remaja. Diharapkan mengaktifkan peran bimbingan dan konseling tentang kesehatan seksual, reproduksi dan kehamilan yang sehat kepada seluruh siswa serta memberikan reward terhadap kelebihan yang dimiliki setiap siswa sehingga tercipta rasa percaya diri, harga diri, dan efikasi diri yang tinggi untuk hal yang positif.
Pembinaan Penggunaan Alat Pelindung Diri, Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Pabrik Tahu Abi Makmur Sentosa Emperom Kota Banda Aceh T Murhadi
Aceh Journal of Community Engagement (AJCE) Vol 1 No 2: Desember 2022
Publisher : LPPM Umuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7912.171 KB) | DOI: 10.51179/ajce.v1i2.1641

Abstract

Pekerja pada industri kecil sektor informal dengan teknologi sederhana atau tradisional merupakan kelompok kerja yang umumnya belum mendapatkan pelayanan kesehatan kerja yang baik. Diantaranya karyawan di Pabrik tahu Abi Makmur Sentosa Emperon di gampong Lamteumen Barat Kota Banda Aceh. Para karyawan bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Untuk meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja diupayakan melalui peningkatan kesehatan, pencegahan gangguan kesehatan atau penyakit yang mungkin dialami oleh karyawan akibat pekerjaan atau tempat kerja tidak bisa dihindari dari kecelakaan kerja atau kerugian lainnya. Kecelakaan yang sering terjadi pada karyawan pabrik tahu adalah ruda paksa benda tumpul, benda tajam dan panas sehingga bisa menyebabkan luka memar, luka gores dan luka bakar. Bahaya potensial lainya karena sikap kerja yang tidak ergonomis, panas, tumpahan larutan panas, uap zat kimia, pemajanan zat kimia pada kulit, sanitasi, pencahayaan dan penghawaan yang buruk. Hal tersebut dapat menyebabkan sakit pada otot, kekurangan cairan tubuh, luka bakar, peradangan saluran nafas, peradangan kulit, gangguan kenyamanan kerja, kecelakaan kerja dan gangguan fungsi penglihatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP IBU DANPERANBIDANTERHADAP KEPATUHANIMUNISASIHEPATITIS B DI MUKIM USI KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE T. Murhadi; siti hajar; ina ina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1430

Abstract

ABSTRAK Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global, diperkirakan sekitar dua milyar penduduk dunia pernah terkena virus hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B telah menginfeksi lebih dari 350 juta orang di dunia atau kurang lebih 5% populasi dunia. Infeksi VHB endemik di daerah Pasifik Barat dan Asia Tenggara, diperkirakan 75%-80% dari infeksi VHB di dunia (Julitasari, 2000). Berdasarkan Riskesdas 2013, hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia, proporsinya diperkirakan 21,8% dari seluruh jenis hepatitis di Indonesia. Tujuan Penelitian : MengetahuiHubunganPengetahuan, Sikap Ibu Dan Peran Bidan Terhadap Kepatuhan Imunisasi Hepatitis B Di Mukim Usi Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dilakukan pada tanggal 27 November-03 Desember 2022 di Mukim Usi Keacamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie, Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 7 – 12 bulan sebanyak 89 Orang, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling,pengumpulan data primer diperoleh dari responden, data sekunder dengan KMSAnalisis dengan uji chi square. Hasil Penelitian Didapatkan Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan imunisasi hepatitis B dengan nilai p value < 0,005, Ada hubungan antara sikap ibu dengan kepatuhan imunisasi hepatitis Bdengan nilai p value < 0,005, Ada hubungan antara peran bidan dengan kepatuhan imunisasi hepatitis Bdengan nilai p value < 0,005 Diharapkan kepada Bidan untuk meningkatkan promosi, memberikan penyuluhan tentang imunisasi Hepatitis B kepada ibu yang hamil dan ibu balita. Kata Kunci : Imunisasi Hepatitis B, Pengetahuan, Sikap, Peran Bidan
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI DESA LAMKRAK KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Eristono Eristono; T. Murhadi; Afriana Afriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49499

Abstract

Zaman sekarang ini, para remaja sudah banyak sekali melakukan perilaku seksual yang mengarah pada yang beresiko baik pada laki-laki mapun perempuan. Berciuman, oral sex, dan petting sudah dianggap hal yang wajar dilakukan oleh remaja pada saat berpacaran. Padahal, melalui cairan tubuh orang lain yang terinfeksi penyakit seperti air ludah dapat menularkan penyakit ke orang lain. Sexual intercouse sudah jelas sangat beresiko untuk terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit. Bahkan tindakan ini tidak aman dilakukan anak usia remaja. Perilaku seksual beresiko ini dominanya diinisiasi oleh laki-laki. Peningkatan angka perilaku seksual remaja disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang seks dan kesehatan reproduksi dimana pengetahuan merupakan salah satu komponen dalam pembentukan sikap seseorang. Dengan pengetahuan yang tidak memadai akan membuat remaja cenderung mengambil sikap yang salah artinya jika remaja tidak mempunyai pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi maka akan membuat remaja cenderung bersikap negatif tentang seksualitas kemudian mempunyai perilaku terhadap seksualitas. Meskipun faktor penyebab terbesar adalah pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang masih kurang pada remaja, namun pencegahan secara menyeluruh tetap diperlukan. Salah satu faktor yang dapat menjadi pencegah perilaku seksual remaja  adalah pola asuh orang tua.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari senin tanggal 07 Juli 2025. Pengabdian dilakukan dengan tujuan pentingnya pencegahan perilaku seksual beranggapan bahwa penyuluhan ini sangat penting diberikan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat mencegah diri dari tindakan seksual yang beresiko terhadap diri sendiri dan orang lain. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja di desa lamkratk sehingga dapat terhindar dari perilaku seksual yang beresiko