Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL SAINS

ANALISA PEMANFAATAN CANGKANG KEONG SAWAH SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nuriyah, Sinta; Sasongko, Januar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v15i1.8680

Abstract

Pemanfaatan limbah cangkang keong sawah (CKS) sebagai campuran agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu K-250 adalah tujuan dari penelitian ini. Dengan menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, CKS digunakan sebagai campuran agregat halus dengan variasi 5%, 10%, dan 20% dengan Kontrol konvensional (pembanding) digunakan dengan 36 silinder benda uji. Beton diuji pada 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Untuk penelitian ini, mutu beton yang direncanakan adalah f'c = 20,37 Mpa, sesuai dengan SNI 03-2834-2000. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen trial-and-error. Pada variasi CKS, proporsi kuat tekan mutu k-250 adalah 5%, yang mencapai 39,57 Mpa; 10%, yang mencapai 37,34 Mpa, dan 20%, yang mencapai 21,56 Mpa. Hasil penelitian ini penambahan CKS pada konsentrasi 5% memberikan peningkatan kuat tekan optimal sebesar 6,552 persen; namun, penambahan CKS lebih dari 5% cenderung menurunkan kuat tekan, menunjukkan batas ideal untuk penggunaan CKS untuk meningkatkan kualitas agregat halus (pasir).
ANALISA PEMANFAATAN CANGKANG KEONG SAWAH SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nuriyah, Sinta; Sasongko, Januar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v15i1.8680

Abstract

Pemanfaatan limbah cangkang keong sawah (CKS) sebagai campuran agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu K-250 adalah tujuan dari penelitian ini. Dengan menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, CKS digunakan sebagai campuran agregat halus dengan variasi 5%, 10%, dan 20% dengan Kontrol konvensional (pembanding) digunakan dengan 36 silinder benda uji. Beton diuji pada 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Untuk penelitian ini, mutu beton yang direncanakan adalah f'c = 20,37 Mpa, sesuai dengan SNI 03-2834-2000. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen trial-and-error. Pada variasi CKS, proporsi kuat tekan mutu k-250 adalah 5%, yang mencapai 39,57 Mpa; 10%, yang mencapai 37,34 Mpa, dan 20%, yang mencapai 21,56 Mpa. Hasil penelitian ini penambahan CKS pada konsentrasi 5% memberikan peningkatan kuat tekan optimal sebesar 6,552 persen; namun, penambahan CKS lebih dari 5% cenderung menurunkan kuat tekan, menunjukkan batas ideal untuk penggunaan CKS untuk meningkatkan kualitas agregat halus (pasir).
PENGARUH CANGKANG KERANG TIRAM SEBAGAI ALTERNATIF CAMPURAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sidharta, Wheni; Sasongko, Januar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v14i2.8605

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan limbah cangkang kerang tiram sebagai campuran semen terhadap kuat tekan beton dengan mutu 25 Mpa. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Beton cangkang kerang tiram (CKT) sebagai campuran semen dengan variasi 4%, 8%, dan 16% serta beton konvensional sebagai kontrol (beton pembanding) dengan jumlah benda uji sebanayak 9 buah per variasi.  Dalam penelitian ini menggunakan konteks pendekatan eksperimen. Berdasarkan hasil analisa data, cangkang kerang tiram (CKT) berpengaruh pada kuat tekan beton yang dibuktikan dengan kuat tekan beton normal sebesar 40,37 MPa, kemudian untuk penambahan CKT pada variasi 4% (41,47 MPa) mengalami penaikan sebesar 5,04%. Kemudian pada variasi 8% (39,19 MPa) dan 16% (27,92 MPa) beton mengalami penurunan kuat tekan secara signifikan.