Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISA PENGARUH PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (Studi Kasus Pasar Pandaan Ruas Jalan Urip Sumoharjo) Syamsul Arifin; Dian Kusumaningsih; Khofifah; Afrikhatul Maulidiyah
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i5.316

Abstract

Jalan merupakan unsur penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan tercapainya stabilitas sosial yang sehat dan dinamis. Oleh karena itu kinerja lalu lintas perlu diperhatikan. Kinerja lalu lintas dapat didefinisikan, sejauh mana kemampuan jalan menjalankan fungsinya. Pada ruas jalan Urip Sumoharjo terjadi masalah yaitu kemacetan kendaraan akibat adanya pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada ruas jalan raya, Urip Sumoharjo, Petungsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan akibat adanya pasar dan mengetahui penanganan pada ruas jalan tersebut terhadap pengaruh pasar tradisional. Metode penelitian adalah tata cara dalam melakukan suatu penelitian untuk mencapai hasil tertentu. Metode penelitian survei kinerja lalu lintas pada ruas jalan raya Urip Sumoharjo, Petungsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pada penelitian ini penulis berpedoman pada metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997) dimana penulis melakukan pengukuran volume lalu lintas, analisa kapasitas ruas jalan, kecepatan arus bebas, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan, perhitungan kecepatan sesaat di jalan raya Urip Sumoharjo, Petungsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terhadap pengaruh pasar tradisional. Berdasarkan penelitian ini bisa diambil kesimpulan pada kapasitas derajat kejenuhan jalan Urip Sumoharjo dari arah selatan tingkat layanan C dengan nilai DS 0.64 dan dari arah utara tingkat layanan C dengan nilai DS 0.55, nilai tersebut menunjukkan bahwa kinerja lalu lintas masih baik dibuktikan dengan nilai DS kurang dari 0.75 dari hasil analisis mengenai kinerja lalu lintas diruas jalan Urip Sumoharjo namun tetap disarankan agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas serta penertiban area parkir kendaraan dibahu jalan berupa menambahkan rambu – rambu dilarang parkir dan pemindahan alokasi pedagang.
Analisis Efektivitas dan Efisiensi Jaringan Irigasi Terhadap Pola Tanam Di Daerah Irigasi Pejangkungan CAHYO, CAHYO ARI WIBOWO; Maulidiyah, Afrikhatul
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v8i2.632

Abstract

Sistem jaringan irigasi di Kabupaten Pasuruan, khususnya di Daerah Irigasi Pejangkungan, mengalami penurunan fungsi yang memerlukan pemeliharaan agar kembali berfungsi dengan baik. Keadaan saat ini menunjukkan kebocoran pada saluran irigasi akibat kerusakan bangunan air, serta pendangkalan akibat endapan sedimen, yang menghambat aliran air ke lahan pertanian dan menyebabkan rendahnya produksi panen. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis menunjukkan tingkat efektivitas pada pola tanam Padi-Padi-Padi dan efisiensi jaringan irigasi sebesar 75,29% dan 88,15%, yang di bawah standar minimum yang telah ditetapkan pada KP-03, 1986 yakni kurang dari 90%. Dari uraian masalah diatas, peneliti memberikan rekomendasi sebagai cara untuk mengatasi permasalahan yang sesuai dengan tingkat efektivitas dan efisiensi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Pejangkungan tersebut dengan menggunakan metode pola tanam. Berdasarkan hasil analisa dan perbandingan jenis-jenis pola tanam di setiap musim tanam 1, 2 dan 3, tanaman padi memiliki tingkat efektivitas yang tinggi pada musim tanam 1, tanaman jagung pada musim tanam 2 dan kedelai pada musim tanam 3. Ini berarti peneliti merekomendasikan pola tanam Padi-Jagung-Kedelai dengan tingkat efektivitas yang tinggi dalam mengoptimalkan ketersediaan air dan kebutuhan air pertanian.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Calung Dalam Penanganan Banjir Di Kota Pasuruan Suyanto, Suyanto; Maulidiyah, Afrikhatul
Composite: Journal of Civil Engineering Vol 2, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtsc.v2i2.10925

Abstract

Kinerja drainase Calung yang belum optimal, serta perubahan pola hujan yang sulit diprediksi, telah menyebabkan air hujan berlebih sulit disalurkan dengan efisien, memperburuk risiko banjir di Kota Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas saluran drainase Calung terhadap debit banjir yang terjadi di Kota Pasuruan. Metode yang digunakan untuk mengetahui intensitas curah hujan dan debit banjir yang direncanakan. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan antara kapasitas eksisting saluran drainase dengan debit rencana. Terlihat bahwa kapasitas saluran yang sudah ada tidak mencukupi, yang mengakibatkan air hujan meluap dan genangan air saat terjadi banjir. Evaluasi dimensi saluran menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas akan mampu menangani debit aliran yang terjadi dalam 10 tahun ke depan.
Penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi Kedung Kecamatan Pandaan Salsabilla, Ila; Maulidiyah, Afrikhatul
Composite: Journal of Civil Engineering Vol 2, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtsc.v2i2.10940

Abstract

Permasalahan Daerah Irigasi Kedung secara umum adalah beberapa bangunan irigasi mengalami kerusakan, tidak adanya bangunan irigasi pada beberapa titik, kurangnya personil operasi dan pemeliharaan dan terdapat kebocoran pada beberapa titik saluran. Sebelum proses operasi dan pemeliharaan dilakukan, diperlukan adanya suatu data dari hasil penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi. Indeks Kinerja Sistem Irigasi Kedung diperoleh dengan mengevaluasi enam komponen penilaian utama berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 12/PRT/M/2015 menggunakan software e-PAKSI yang menghasilkan skor indeks sebesar 69,09% yang berarti kinerja kurang dan perlu perhatian. Rekomendasi operasi dan pemeliharaan mencakup pemeliharaan berkala pada bangunan irigasi, perbaikan pada beberapa bangunan irigasi, pembaruan aset pada bangunan yang belum memiliki fasilitas irigasi yang memadai serta strategi komunikasi dan sosialisasi efektif untuk kelembagaan P3A dalam proses pengambilan keputusan dan upaya pemeliharaan.
Analisa Faktor Kekurangan Debit Air Jaringan Irigasi Jetak (Studi Kasus Jaringan Irigasi Jetak Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan) Nubuwati, Nurin; Maulidiyah, Afrikhatul
Indo Green Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i2.11

Abstract

Air memiliki nilai yang sangat penting sebagai sumber daya alam dengan berbagai fungsi, terutama dalam konteks pertanian. Karena berbagai peranannya, terjadi kekurangan debit air dalam jaringan irigasi, terutama pada jaringan Irigasi Jetak. Penelitian ini menganalisis permasalahan yang menyebabkan kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dipilih karena variabel bebasnya melibatkan unsur-unsur dari 5 pilar irigasi. Analisis menunjukkan hasil yang signifikan, dengan nilai F hitung (3,767) > F tabel (3,33). Secara keseluruhan, variabel yang digunakan memiliki dampak terhadap kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak, hasil ini didukung oleh uji validitas dan uji F (ANOVA) yang menunjukkan pengaruh bersama variabel terhadap variabel Y. Permasalahan utama dalam kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak adalah ketersediaan air yang kurang memadai, terindikasi dengan koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,215. Solusinya melibatkan pendekatan komprehensif melalui manajemen air yang bijaksana, upaya pelestarian lingkungan, serta kerja sama lintas sektor.
Analisis Ketersediaan dan Alokasi Debit Air DAS Rejoso Pasuruan Sebagai Upaya Pengelolaan Sumber Daya Air WS Welang-Pekalen Maulidiyah, Afrikhatul; Zainal Arifin; Nova Nevila Rodhi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i1.1168

Abstract

Wilayah Sungai Welang-Pekalen merupakan daerah aliran sungai yang menjadi wilayah kerja UPT PSDA WS Welang-Pekalen. Terdapat 36 daerah aliran sungai pada WS Welang-Pekalen, dimana salah satunya adalah DAS Rejoso. Das Rejoso memiliki daerah hulu di kecamatan Puspo dan daerah hilirnya berada di Kecamatan Rejoso. DAS Rejoso dinilai memiliki potensi ketersediaan air yang melimpah, ditinjau dari banyaknya anak sungai yang berada di dalam DAS Rejoso. Namun permasalahan kekeringan kerap kali menjadi issu yang terus terjadi. Dalam upaya pengelolaan sumber daya air DAS Rejoso yang efektif, perlu diketahui seberapa besar potensi ketersediaan air dan jumlah kebutuhan air dengan cara dilakukan analisa neraca air pada DAS Rejoso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meluputi analisa ketersediaan air dengan menggunakan data hujan tahun 2011-2022. Analisa kebutuhan air meliputi kebutuhan air domestik, kebutuhan air non domestik, kebutuhan air industri, kebutuhan air perikanan, kebutuhan air peternakan, kebutuhan air irigasi, dan kebutuhan air pemeliharaan sungai. Langkah selanjutnya adalah analisa neraca air untuk mengetahui jumlah perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air pada DAS Rejoso. Hasil penelitian menghasilkan debit ketersediaan air pada DAS rejoso adalah 1255,31 juta m3/tahun dan debit total kebutuhan air sebesar 603,69 juta m3/tahun, sehingga terdapat surplus debit sebesar 651,63 juta m3/tahun
Analisa Debit Banjir Rencana DAS Rejoso Menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu Arifin, Zainal; Maulidiyah, Afrikhatul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v9i1.17597

Abstract

Flood is an event where water overflows in a river beyond its capacity. Several areas in Indonesia, especially Pasuruan Regency, often experience flooding, one of which is the Rejoso Watershed which often experiences flooding every year. Therefore, efforts need to be made to immediately minimize the occurrence of flood disasters. By planning water structures, planned flood discharge data is needed as a basis for planning the dimensions and stability of water structures. In this study, the hydrological analysis begins by calculating the average rainfall in the area using the Thieseen polygon method, the analysis of return period rainfall using the Gumbel method which is tested using the chi-square method, then the analysis of rainfall intensity using the Mononobe method, and the hydrograph analysis using the HSS Nakaysu method. The results of the study stated that the peak discharge of the Rejoso Watershed for return periods of 2, 5, and 10 years, respectively, was 769.32 m3/sec; 971.62 m3/sec and 1116.96 m3/sec. In the period of 25, 50 and 100 years respectively, namely 1274.80 m3/sec; 1400.35 m3/sec and 1524.97 m3/sec. The planned flood discharge of the Rejoso watershed began to experience an increase in the curve at hour 0 to hour 2. While the peak discharge occurred at hour 2. At hour 3, the flood discharge of the Rejoso watershed began to experience a decrease in the curve until hour 13.
Analisa Faktor Kekurangan Debit Air Jaringan Irigasi Jetak (Studi Kasus Jaringan Irigasi Jetak Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan) Nubuwati, Nurin; Maulidiyah, Afrikhatul
Indo Green Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i2.11

Abstract

Air memiliki nilai yang sangat penting sebagai sumber daya alam dengan berbagai fungsi, terutama dalam konteks pertanian. Karena berbagai peranannya, terjadi kekurangan debit air dalam jaringan irigasi, terutama pada jaringan Irigasi Jetak. Penelitian ini menganalisis permasalahan yang menyebabkan kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dipilih karena variabel bebasnya melibatkan unsur-unsur dari 5 pilar irigasi. Analisis menunjukkan hasil yang signifikan, dengan nilai F hitung (3,767) > F tabel (3,33). Secara keseluruhan, variabel yang digunakan memiliki dampak terhadap kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak, hasil ini didukung oleh uji validitas dan uji F (ANOVA) yang menunjukkan pengaruh bersama variabel terhadap variabel Y. Permasalahan utama dalam kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak adalah ketersediaan air yang kurang memadai, terindikasi dengan koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,215. Solusinya melibatkan pendekatan komprehensif melalui manajemen air yang bijaksana, upaya pelestarian lingkungan, serta kerja sama lintas sektor.
Analysis of Strengthening Beam Structure Case Study on Food Court Building of Ruang Terbuka Hijau (RTH) Project at Alun-Alun Kota Kediri Khoirul Walad; Afrikhatul Maulidiyah; Januar Sasongko
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i10.1471

Abstract

The Green Open Space (RTH) construction in Kediri City includes a food court building utilizing reinforced concrete structures. During construction, cracking issues occurred in several beam structures due to the inability to bear the design loads effectively, necessitating a strengthening approach. This study aims to develop and evaluate a strengthening method for cracked beam structures by employing concrete jacketing. The specific objective is to improve the structural integrity and load-bearing capacity of these beams to ensure the durability and safety of the building. A concrete jacketing technique was used to reinforce the cracked beams, utilizing K-300 ready-mix concrete and additional reinforcing steel. The study involved structural analysis to assess the load-bearing capacity before and after jacketing, and on-site evaluation was conducted to monitor the method's effectiveness. The findings indicate that the jacketing method significantly increased the beams' bending moment capacity and overall structural strength, successfully addressing the cracks and enhancing the beams' ability to bear the intended loads. The reinforced beams showed improved load distribution and structural resilience performance. Concrete jacketing proved to be an effective method for strengthening the cracked beam structures in the Green Open Space project. The study provides valuable insights for similar future construction projects, suggesting that concrete jacketing can be a reliable reinforcement technique to enhance the durability and safety of building structures.
ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) DAERAH IRIGASI PATEGUAN KECAMATAN PANDAAN Suhendro, Deni Eko; Maulidiyah, Afrikhatul
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i2.249

Abstract

Pateguan Irrigation Area has an area of 1,466 ha with a canal length of 20,835 m is still not sufficient to fulfill the irrigation needs for agricultural land in the region. Due to the existing conditions in the irrigation canals of the Pateguan irrigation area, there is a lot of damage such as leaks and siltation. This is due to the large amount of sediment contained in the irrigation canals which makes the flow of water obstructed. The obstruction of water flow in irrigation canals has a significant impact on the growth and development of plants in agricultural land. Based on these problems, it is necessary to determine the real needs of network operation and maintenance with the aim of knowing how network operation and maintenance activities and the number of needs for operation and maintenance of irrigation networks. The type of research is descriptive qualitative by using the method of site survey, observation and interviews as well as documentation studies and technical data collection to determine the real needs of operation and maintenance of Pateguan Irrigation Area, Pandaan District. Based on the results of the analysis, it is known that the Physical Condition of the Pateguan Irrigation Area is 59.53% and has 40.47% damage, the existing personnel in the Pateguan Irrigation Area is undermanned, because the number of personnel is not in accordance with the Permen PU. The real need for operation and maintenance in the Pateguan Pateguan Irrigation Area is Rp 3.088.362.121,25.