Winda Khoirun Nisak
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Communication strategies yang digunakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris pada program magang kependidikan Winda Khoirun Nisak; Widi Arini; Nurul Izza Maulida
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v3i2.1079

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan Communication Strategies (CSs) oleh mahasiswa bahasa Inggris sebagai guru praktik dalam kontek kelas.Metode penelitian kualitatif jenis dokumen analisis untuk mencapai tujuan tersebut. Dokumen yang dianalisis pada berupa video lesson study mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris yang mengikuti program magang pendidikan tahun 2022. Data diperoleh melalui: 1) pemilihan video guru model lesson study pada sekolah tempat magang kependidikan yang akan dianalisis, 2) guru model bersama tim melihat video lesson study, 3) guru model bersama tim melakukan group reflection dan menganalisis penggunaan communication strategies berdasarkan daftar jenis-jenis communication strategies dan mengisi contoh kutipannya, 4) tim bertanya kepada guru model tentang alasan penggunaan strategi tersebut. Proses analisis data yang digunakandengantigaalurkegiatan yang terjadisecarabersamaanyaitu: Condensation data, Display data, dan Conclusion: Drawing/Verifying. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 16 (enam belas) macam CSs yang digunakan oleh mahasiswa pendidikan bahasa Inggris pada program magang pendidikan dalam komunikasi dikelas, yaitu communicative strategies tersebut meliputi Message abandonment, Message reduction, Message replacement, Approximation, Restructuring, Literal translation, Code-switching, Omission, Self-repair, Other-repair, Comprehension-check, Asking for repetition, Asking for clarification, Expressing nonunderstanding, Interpretativesummary, dan Repetitions.
Refleksi mahasiswa dalam pembelajaran linguistik terapan: Analisis tematik terhadap narasi pembelajar EFL Winda Khoirun Nisak
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i1.2144

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi narasi reflektif mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris (EFL) yang mengikuti mata kuliah Linguistik Terapan untuk mengetahui persepsi, pengalaman belajar, dan pemahaman konseptual mereka. Dengan menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke, dua belas esai mahasiswa dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Lima tema utama ditemukan: perubahan persepsi terhadap linguistik terapan, internalisasi konsep linguistik inti, penerapan teori dalam konteks nyata, perkembangan identitas profesional, serta saran untuk perbaikan pedagogis. Temuan menunjukkan bahwa penulisan reflektif mendukung keterlibatan kognitif, pertumbuhan emosional, dan transfer pengetahuan teoretis ke dalam praktik pengajaran. Mahasiswa tidak hanya menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap topik kompleks seperti SLA, interlanguage, dan pragmatik, tetapi juga mampu menjelaskan bagaimana wawasan tersebut memengaruhi keyakinan dan strategi mengajar mereka. Studi ini menekankan pentingnya pedagogi reflektif dalam membangun agensi guru dan merekomendasikan refleksi sebagai alat transformatif dalam pendidikan linguistik.
Inovasi Game Edukasi Berbasis Kearifan Lokal Penunjang Literasi Sains dan Kesadaran Konservasi Laut Siswa Pesisir Tulungagung Widyarnes Niwangtika; Winda Khoirun Nisak
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 2 (April 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i2.5666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Marine Rescue Nusantara, sebuah game edukasi digital interaktif yang mengintegrasikan literasi sains dengan kearifan lokal dan kesadaran konservasi laut bagi siswa sekolah dasar di pesisir Tulungagung. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan guru dan siswa untuk mengidentifikasi tingkat literasi sains, kesadaran konservasi, serta potensi kearifan lokal. Pada tahap pengembangan, game dirancang dalam enam level yang menampilkan tantangan interaktif seperti menjaga ekosistem terumbu karang, melindungi penyu, dan mengelola tambak udang secara ramah lingkungan, dengan elemen budaya lokal sebagai latar, narasi, dan karakter permainan. Validasi produk oleh ahli media dan materi menunjukkan skor sangat valid, menegaskan kelayakan game untuk digunakan di kelas. Implementasi di lima sekolah dasar dengan desain pretest-posttest menunjukkan peningkatan literasi sains sebesar 25–35% dan motivasi siswa untuk menjaga lingkungan laut sebesar 87%. Analisis statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan Kruskal-Wallis Test menegaskan adanya peningkatan signifikan literasi sains dan kesadaran konservasi antar sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran berbasis game tidak hanya memperkuat pemahaman konsep sains, tetapi juga membangun keterhubungan emosional siswa dengan materi serta mendorong pengambilan keputusan dan pemecahan masalah berbasis bukti. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat literasi sains kontekstual dan pengembangan game-based learning dengan dimensi budaya. Secara praktis, Marine Rescue Nusantara dapat dijadikan media pembelajaran inovatif yang relevan dengan konteks lokal, mendukung kurikulum Merdeka Belajar, serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan pendidikan karakter sejak dini.