Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sosialisasi Bahaya Stunting Pada Anak Usia Dini Di TK Pertiwi Kertomulyo Kinanthi Wahyu Prastuti; Salsabila Rizqi Ramadhanty Alisa; Afdila Raudlatun Ni’mah; Hidayatur Rohmah; Salsabilla Rizkytanova Rahmadya; Reni Pawestuti Ambari Sumanto; Amirul Mukminin
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i3.385

Abstract

Kegagalan pertumbuhan yang disebabkan akumulasi kekurangan nutrisi atau gizi yang berlangsung selamakehamilan sampai usia 24 bulan disebut stunting. Dari Data yang diperoleh menunjukkan salah satu desa di Kabupaten Pati tepatnya di Desa Kertomulyo ada beberapa anak yang terindikasi stunting. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu sebagian besar orang tua masih minim pengetahuan tentang stunting. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting di Desa Kertomulyo salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada orang tua di Desa Kertomulyo.  Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2023. Bertempat di TK Pertiwi Kertomulyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini yaitudengan mengadakan pertemuan secara langsung gunapenyampaian materi oleh narasumber kepada orang tua siswa TK Pertiwi Kertomulyo. Hasil kegiatan pengabdianmenunjukkan bahwa secara keseluruhan orang tua siswa telah mengetahui dan memahami tentang stunting mulai dari pengertian, bahaya stunting, penyebab stunting, pengobatan dan pencegahan stunting. Diharapkan setelah kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan status gizi anak dan mengurangi angka stunting di Desa Kertomulyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kurang Tersedianya Peralatan Kesehatan Dan Sumber Daya Manusia Yang Terlatih Di TK Sekar Belia Alfia Cintya Ningrum; Evicha Lutfiana Sriyono; Intan Puspita Ditanuvanda; Dannella Ettiyana Putri; Amirul Mukminin; Reni Pawestuti Ambari Sumanto
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i3.406

Abstract

Pada penelitian ini membahas tentang pentingnya pendidikan kesehatan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan fokus pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Anak usia dini merupakan masa emas dalam perkembangan anak, lingkungan sekolah yang sehat dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Lembaga PAUD Sekar Belia merupakan objek penelitian yang telah menerapkan TRIAS UKS namun mengalami kendala dalam penerapannya. Metode penelitian meliputi observasi dan wawancara dengan pendidik, serta pelaksanaan kegiatan PKM di TK Sekar Belia. Hasil penelitian menunjukkan antusiasme orang tua dan kendala yang mereka hadapi dalam pelaksanaan UKS di lembaga tersebut. Melalui kegiatan PKM, tim berhasil memberikan pemahaman dan solusi terkait implementasi TRIAS UKS, termasuk perlindungan alat kesehatan. Penelitian ini berfungsi sebagai evaluasi dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan UKS di lembaga PAUD.Kata kunci : Penyuluhan kesehatan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), UKS TRIAS, lembaga PAUD Sekar Belia, observasi, wawancara, administrasi, alat kesehatan.
Sosialisasi Tentang Kebersihan Telingan Dan Gigi Pada Anak Di Ra Masyitoh Tegalsari Faricha Ladhzina; Jihan Meylly; Nabila Rizki; Siti Sarofa; Amirul Mukminin; Reni Pawestuti
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i3.378

Abstract

Kegiatan Sosialisasi dalam Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu program kegiatan yang dapat memberikan banyak manfaat, pengetahuan dan wawasan baru. Sosialisasi telah dilaksanakan Pada tanggal 20-21 Mei 2023 yang bertempat di salah satu Lembaga TK yaitu di RA Masyitoh Tegalsari, Kecamatan Kedu, Temanggung. Kegiatan yang dilaksanakan mengenai“Sosialisasi Kebersihan Gigi dan Telinga pada Anak “ Program kegiatan sosialisasi ini melibatkan Guru, Anak didik, dan Wali murid. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pntingnya menjaga dan merawat Kebersihan Gigi dan Telinga pada Anak-anak. Karena sejauh ini masih banyak Masyarakat yang masih lalai dan menyepelekannya. Hasil Akhir dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan nantinya baik Guru maupun Wali murid dapat lebih memperhatikan dan mengimplementasikan secara konsisten dalam menjaga dan merawat kebersihan Gigi dan Telinga pada Anak, Karena Anak-anak merupakan calon generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan dengan baik dalam masa tumbuh kembangnya. Kata kunci : Kebersihan gigi dan telinga, mayarakat, anak-anak. 
The Effect of Traditional Games on the Physical Fitness of Students at Elementary School Amirul Mukminin; Moch. Fahmi Abdulaziz
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v13i1.42419

Abstract

This research was motivated by children's preference for screen-based games that involve minimal physical activity over games that involve direct physical movement. This condition has contributed to a decline in the physical fitness levels of elementary school aged children. This study aims to assess the effect of traditional games on the physical health of sixth-grade students at Wates 02 Public Elementary School in Semarang City. A one-group pretest-posttest pre-experimental design was employed in a quantitative study. 28 sixth-grade pupils that were chosen using a saturation sample technique made up the research subjects. The Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) was employed as the research instrument for ages 10 to 12 years. The data were examined descriptively and inferentially using normality, homogeneity, Wilcoxon, and r-square tests. The average physical fitness score of pupils increased from 15.29 in the pretest to 21.89 in the posttest, according to the results. The results of the Wilcoxon test indicated a significant difference between the pretest and posttest results following the installation of traditional games, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Furthermore, the outcomes of the R-squared test suggested that traditional games enhanced students' physical fitness by 50.4%. Based on these results, it can be claimed that the installation of traditional games has a major influence on boosting the physical fitness of sixth-grade students at Wates 02 Public Elementary School in Semarang City.
Workshop Health Content Creator Bagi Pendidik PAUD Guna Integrasi Konten Kesehatan Dalam Pembelajaran Reni Pawestuti Ambari Sumanto; Octaviany Widyaningsih; Amirul Mukminin; Diana Diana; Kharisma Putri; Pitri Yuliyani; Erny Ermawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2451

Abstract

Digitalisasi mengambil peran penting saat ini, kebutuhan penggunaan digital sejak masa anak-anak hingga dewasa sudah tidak menjadi hal yang asing. Tantangan digitalisasi pada anak usia digital antara lain konten yang tidak mendidik dan belum maraknya konten kesehatan. Tujuan pengabdian adalah untuk mempromosikan konten kesehatan kepada pendidik PAUD dengan memfasilitasi pendidik melalui workshop health content creator sehingga promosi kesehatan dapat terintegrasi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam rangkaian pengabdian antara lain workshop dan pendampingan yang berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus kepada pendidik Raudhatul Athfal se-Kabupaten Temanggung. Selama workshop, pendidik diberikan kesempatan untuk  mengidentifikasi masalah kesehatan yang muncul pada peserta didik. Setelah mengetahui masalah kesehatan, selanjutnya peserta dilatih menjadi konten kreator dengan tahapan menyusun storyboard, memilih gambar, text dan suara, merangkainya menjadi video pembelajaran. Selanjutnya pendampingan dilakukan jarak jauh pada pendidik RA untuk edit video dan mempublikasikan videonya pada akun sosial media masing-masing. Peserta yang berpartisipasi aktif dalam workshop sebanyak 20 orang sedangkan yang dapat menyelesaikan video hingga publish antara lain 14 orang atau 70%, perlu pendampingan berkelanjutan agar seluruh peserta memiliki keterampilan menjadi konten kreator yang handal.
Program Santri SEJATI (Santri Sehat Jasmani Dan Sehat Hati) Sebagai Ruang Aktivitas Fisik di Pondok Pesantren Rijalul Qur'an Gunungpati Semarang Hermawan Pamot Raharjo; Hijrah Maulidiah Afifah; Dwi Gansar Santi Wijayanti; Drastiana Siwi Maheswari; Amirul Mukminin; Laila Qohar Ikhsani; Ramadhan Kisowo Anindhita
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.38229

Abstract

Salah satu komponen penting terutama bagi anak-anak dan remaja untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Berdasarkan hasil observasi di Pondok Pesantren Rijalul Qur’an, aktivitas fisik santri relatif terabaikan di mana santri menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk beribadah dan belajar ilmu agama. Padahal kurangnya aktivitas fisik memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial santri. Beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya; belum tersedia ruang atau area khusus bagi santri melakukan aktivitas fisik, minimnya pemahaman guru/asatidz/ah tentang pentingnya aktivitas fisik bagi santri, dan belum adanya program khusus aktivitas fisik bagi santri . Solusi yang ditawarkan adalah membentuk Program Santri SEJATI (Sehat Jasmani dan Sehat Hati) yaitu program aktivitas fisik bagi santri di Pondok Pesantren Rijalul Qur'an demi terciptanya santri yang sehat jasmani dan sehat hati/mental. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan diantaranya melakukan diskusi dan asesmen bersama guru di pondok pesantren tersebut terkait kebutuhan aktivitas fisik santri. Setelah dilakukan pemetaan kebutuhan, langkah berikutnya adalah pengadaan barang dan peralatan yang bersumber dari dana pengabdian yang telah diterima. Suplai barang dilakukan di pondok pesantren dan diterima langsung oleh pengurus yayasan. Sebagai tolok ukur ketercapaian program dan respon dari mitra, dilaksanakanlah serangkaian program Santri SEJATI dengan melakukan aktivitas fisik.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan Kurikulum PAUD Berkualitas Pasca Sertifikasi Melalui PPG Edi Waluyo; Amirul Mukminin; Akaat Hasjiandito; Wantoro Wantoro; Kristianingsih Kristianingsih; Hilda Eka Anggraeni; Salsabilla Rizkytanova Rahmadya; Dannella Ettiyana Putri; Sumiyem Sumiyem
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7880

Abstract

Pengembangan kurikulum berupa proses yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini sangat penting bagi guru PAUD yang sudah tersertifikasi, agar guru mampu meningkatan kompetensi dalam pengembangan kurikulum yang selama ini masih belum optimal. Sertifikasi melalui PPG, juga tidak terlepas dari permasalahan terkait dengan capaian kompetensi yang telah dimilikinya, diantaranya: kompetensi guru masih perlu ditingkatkan dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dalam menghadapi tantangan dan kurang siapnya guru dalam menghadapi perubahan kurikulum termasuk perubahan kebijakan kurikulum baru. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan penguatan kompetensi guru dalam pengembangan kurikulum PAUD pasca sertifikasi. Pengabdian ini menggunakan metode participatory action research (PAR), dengan tujuan mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan yang ada di masyarakat. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan pasca PPG, berperan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan kurikulum. Kompetensi guru dalam pengembangan kurikulum PAUD diperoleh skor rata-rata peningkatan sebesar 34.575, dan berada pada kategori cukup.