Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI SDN BISSOLORO KEC.BUNGAYA KAB.GOWA Amiruddin Amiruddin; Muh Yunus; Husain As
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.18015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kesiapan guru untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka, 2) faktor-faktor yang mendukung 3) Kendala yang menghambat 4) Bantuan yang diharapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro Kec. Bungaya Kab. Gowa. Metode penelitian penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru di SDN Bissoloro. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 1) Guru belum sepenuhnya siap mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro, 2) Faktor pendukung dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yaitu kesiapan guru, sarana dan prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, 3) Kendala dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yaitu kurangnya referensi terkait panduan pelaksanaan kurikulum merdeka, belum tersedianya buku siswa yang sesuai dengan kurikulum, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya pelatihan dan pendampingan guru untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh guru, 4) Bantuan yang diharapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka berupa pelatihan, pendampingan, sumber belajar dan sumber referensi baik untuk guru maupun buku untuk siswa serta program-program lainnya. Dapat disimpulkan bahwa secara umum guru belum siap untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro Kec. Bungaya Kab.Gowa.
KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI SDN BISSOLORO KEC.BUNGAYA KAB.GOWA Amiruddin Amiruddin; Muh Yunus; Husain As
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kesiapan guru untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka, 2) faktor-faktor yang mendukung 3) Kendala yang menghambat 4) Bantuan yang diharapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro Kec. Bungaya Kab. Gowa. Metode penelitian penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru di SDN Bissoloro. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 1) Guru belum sepenuhnya siap mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro, 2) Faktor pendukung dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yaitu kesiapan guru, sarana dan prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, 3) Kendala dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yaitu kurangnya referensi terkait panduan pelaksanaan kurikulum merdeka, belum tersedianya buku siswa yang sesuai dengan kurikulum, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya pelatihan dan pendampingan guru untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh guru, 4) Bantuan yang diharapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka berupa pelatihan, pendampingan, sumber belajar dan sumber referensi baik untuk guru maupun buku untuk siswa serta program-program lainnya. Dapat disimpulkan bahwa secara umum guru belum siap untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDN Bissoloro Kec. Bungaya Kab.Gowa
Penerapan Metode Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Ismail Ismail; Muh Yunus; Muhammad Fahreza W
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa berkebutuhan khusus di SDN Centre Mangalli Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa melalui sPenerapan Metode Cooperative Learning Penelitian ini termasuk oenelitian tindakan kelas (Class action research). Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan bersiklus yang terdiri dari empat tahap yaitu: Perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, penelitian ini dilakukan dengan sampel 7 orang siswa yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan, penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2022-2023. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Metode Cooperative Learning dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Di SDN Centre Mangalli Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa”, hal ini berdasarkan perolehan nilai dengan menggunakan metode Cooperative Learning mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I ( satu ) ke siklus II ( dua )hal ini ditandai dengan adanya perubahan terutama kehadiran siswa dalam pembelajaran,siswa yang aktif bertanya,motivasi belajar dan antusias siswa untuk belajar dan nilai siswa yang meningkat dari siklus I  ( satu ) ke siklus II ( dua).
Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Dalam Memahami Pembelajaran Ekonomi pada Siswa Kelas VI UPT SDN 29 Majannang Sumiati T; Muh Yunus; Rego Devilla; Erni Rismawanty
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8052

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of environment-based economics learning in improving the understanding of sixth-grade students at UPT SDN 29 Majannang, Bungoro District, Pangkep Regency. In addition, this study seeks to identify the challenges faced by teachers in implementing the use of the surrounding environment as a learning resource in economics education. The utilization of local environmental potential is expected to bridge the gap between abstract economic concepts and the students’ real-life experiences. This research employed a qualitative research method with a case study approach. The research subjects consisted of sixth-grade students and economics teachers at UPT SDN 29 Majannang. Data were collected through in- depth interviews, participatory observation, and documentation studies. Data validity was ensured through source and method triangulation as well as member checking. Data analysis was conducted through stages of data collection, coding, categorization, interpretation, and descriptive presentation of findings. The results indicate that the utilization of the surrounding environment as a learning resource in economics can enhance students’ conceptual understanding, particularly regarding the concepts of production, distribution, and consumption. Students became more active, enthusiastic, and capable of relating learning materials to real conditions in their environment. However, the implementation of environment-based learning has not been carried out optimally and sustainably due to constraints such as limited instructional time, lack of structured lesson planning, and teachers’ concerns regarding student safety. These findings suggest that environment-based economics learning has significant potential to improve the quality of learning when supported by careful planning and adequate institutional support.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPAS di SD Negeri 8 Timporongan Citrayanti MK; Muh Yunus; Syarifuddin Syarifuddin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8053

Abstract

This study aims to analyze the implementation of School-Based Management (SBM) in improving the quality of Natural and Social Sciences (IPAS) learning at SD Negeri 8 Timporongan, Pangkajene and Islands Regency. Specifically, this study seeks to describe the implementation of SBM in curriculum management and IPAS learning, teacher resource management, as well as the management of learning facilities and infrastructure. In addition, this study aims to identify the constraints faced by teachers and school management in implementing SBM and to examine the forms of parental participation in supporting SBM implementation in IPAS learning. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects included the principal, IPAS teachers, students, and parents of students at SD Negeri 8 Timporongan. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations of IPAS learning, and documentation studies of relevant school documents. Data validity was ensured through source and method triangulation, member checking, and peer review. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing carried out interactively and continuously. The results of the study indicate that the implementation of School-Based Management at SD Negeri 8 Timporongan has been carried out fairly well in supporting the improvement of IPAS learning quality. The school provides flexibility for teachers to develop contextual IPAS learning based on the surrounding environment. The principal plays an active role as an instructional leader in encouraging the improvement of teacher competence; however, several constraints remain, including limited instructional time, high administrative workload for teachers, and limited learning facilities. Parental participation is manifested through regular communication, learning assistance at home, and involvement in school activities. Overall, the implementation of SBM has had a positive impact on the quality of IPAS learning, although continuous strengthening is still needed to optimize its implementation.