Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Green-Solvent Dari Limbah Kulit Nanas dan Pemanfaatannya Sebagai Wax Inhibitor Muhammad Khairul Afdhol; Novia Rita; Fiki Hidayat; Tomi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wax cendrung mengkristal pada kondisi suhu yang rendah, yang mengakibatkan minyak bumi sulit untuk mengalir. Sehingga kondisi ini akan mempengaruhi proses transportasi di pipa aliran. Solvent merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi Wax. Pelarut yang digunakan sebagai Wax inhibitor adalah Green Solvent. Green Solvent berasal dari limbah kulit Nanas memiliki kandungan selulosa dan hemiselulosa yang merupakan sumber utama dari produksi Green Solvent. Proses limbah kulit Nanas menjadi produk Green Solvent dilakukan dengan proses pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Pengaruh variasi konsentrasi asam yang digunakan didapatkan gula reduksi yang terus meningkat. Proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan Saccharomyces dan penambahan inokulan Urea. Selanjutnya, proses destilasi dilakukan untuk mendapatkan green solvent. Proses Destilasi menghasilkan ± 20 mL solvent dari 300 mL sampel hasil dari fermentasi. Kadar etanol tertinggi yang hasil pada Green Solvent mengandung 18% kadar alkohol. Green Solvent yang dihasilkan diaplikasikan sebagai pelarut pada minyak bumi. Hasil pencampuran dapat menurunkan pour point sebesar 3°C. ditambahkan additive xylene dapat meningkatkan penurunan pour point menjadi 11oC. Dapat disimpulkan bahwasannya Green Solvent memiliki potensi yang baik dalam mengatasi permasalahan pengendapan pada minyak bumi.
Potensi Polimer Sintetik Sebagai Bahan Chemical Enhaced Oil Recovery Untuk Meningkatkan Sweep Efficiency Pada Skala Pengujian Laboratorium Nia Raudhatul Auni; Muhammad Khairul Afdhol; Muhamad Ridha Fikri; Tomi Erfando
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang terjadi di lapangan minyak dan gas saat ini adalah penurunan produksi minyak dan gas. Kondisi ini dipengaruhi oleh keadaan reservoar yang sudah tua yang mengandung minyak berat sehingga sulit mengalir. Selain itu, factor reservoar yang sudah digenangi air, sehingga air lebih banyak diproduksi dibandingkan minyak. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan polimer hydrolyzed polyacrylamides (HPAM) mendapat hasil yang kurang maksimal untuk reservoar klastik (seperti sandstone ataupun limestone clastic), dan untuk kondisi temperatur dan tekanan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan sweep efficiency pada proses enhanced oil recovery (EOR) dengan menginjeksikan polimer kationik ke dalam reservoar. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laboratorium dengan melakukan pengujian karakterisasi, reologi dan pengujian core flooding. Hasil yang diperoleh dari pengujian ini adalah polimer kationik memiliki morfologi yang teratur seperti film, serta pada suhu 30˚C, 50˚C, dan 60˚C tidak terjadi penggumpalan. Adapun, nilai viskositas mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan konsentrasi polimer. Polimer kationik dengan konsentrasi 3000 ppm memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu 32,77 cP sehingga nilai konsentrat tersebut memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatkan oil recovery. Namun, hasil uji reologi (salinitas, suhu, dan shear rate) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja polimer. Nilai incremental recovery factor polimer kationik lebih signifikan dibandingkan polimer sintetik lainnya, yaitu 35,62% ROIP.
Biopolimer dari Bahan Organik sebagai Biopolimer pada Metode EOR Fitra Ayu Lestari; Muhammad Khairul Afdhol; Hidayat Fiki; Erfando Tomi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya area sweep efficiency selama waterflooding merupakan salah satu masalah dalam meningkatkan produksi minyak. Sweep efficiency waterflood kurang efektif dikarenakan permeabilitas air yang besar di batuan. Viskositas air bisa meningkat jika menambahkan polimer pada air sehingga bisa mengurangi permeabilitas air dibatuan. Injeksi polimer cukup menjanjikan untuk meningkatkan produksi minyak. Biopolimer merupakan salah satu jenis polimer yang berasal dari mahkluk hidup dengan komponen utama penyusunnya adalah karbohidrat. Bahan yang sering dijadikan biopolimer dan terdapat banyak di alam adalah polisakarida. Untuk mendapatkan polisakarida maka dilakukan ekstraksi pada bahan yang digunakan. Ekstraksi yang digunakan memiliki banyak jenis yang akan mempengaruhi biopolimer yang terbentuk. Pada review ini, berbagai aspek biopolimer dibahas mulai dari sumber biopolimer, jenis ekstraksi, dan serta uji reologi biopolimer.
Pemberdayaan Masyarakat Petani Sawit dalam Pengelolaan dan Produksi Pupuk Organik di Desa Batubelah : Pengabdian Muhammad Khairul Afdhol; Tomi Erfando; Rieza Zulrian Aldio; Razif bin Muhammed Nordin; Idham Nugraha; Dewandra Bagus Eka Putra; Novia Rita; Agus Dahlia; Sapitri; Marliati; Rika Lala Saputri; Rusdi Agil Cardova; Reyhan Alfared; Ghoty Hamidah; Rendi Sahputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4836

Abstract

Desa Batu Belah merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama kelapa sawit yang sebagian besar dikelola oleh petani pemula. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya nilai tambah tandan buah segar (TBS) berukuran kecil, keterbatasan teknologi pasca-panen, ketergantungan pada pupuk kimia, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani pemula sawit melalui pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna dan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pembuatan dan penerapan alat pembrondol sawit, pelatihan produksi pupuk organik, serta pendampingan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan buah muda sawit, tersedianya satu unit alat pembrondol sawit yang berfungsi, serta kemampuan masyarakat memproduksi pupuk organik secara mandiri. Program ini berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pada bidang produksi, manajemen usaha, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Batu Belah.