Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH PADA BISNIS RITEL SYARIAH MINIMARKET 212 MART MEDAN DENAI Safira Windianti; Riswan Rambe
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah pada minimarket 212 Mart Medan Denai, Apa saja kendala yang dihadapi saat menerapkan prinsip-prinsip syariah pada minimarket 212 Mart Medan Denai. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dimana peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisisnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip syariah di minimarket 212 Mart Medan Denai masih belum sepenuhya menerapkan prinsip-prinsip syariah, dari ke Enam prinsip yang ada hanya Lima prrinsip syariah saja yang diterapkan diantaranya yaitu Prinsip keadilan (Al-Adliyah) keadilan dalam aktivitas ekonomi berupa adil dalam menakar timbangan, dalam penentuan harga, dan dalam kualitas produk. Prinsip berbuat kebaikan (Al-I?s?n) dengan mengimplementasikan prinsip kebaikan kita dapat memberikan apapun yang terbaik yang kita miliki. Prinsip ketercukupan (Al-Kif?yah) prinsip ini dapat dilakukan dengan cara menyantuni fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya. Prinsip keseimbangan (Al-Wasa?iyah) memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan, tidak membedakan pelayanan antara pelanggan yang kaya dengan pelanggan yang sederhana. Prinsip kejujuran (As- Shiddiq) dan kebenaran (Al-Haq) minimarket 212 mart Medan Denai tidak memanipulasi harga dan tidak mengambil terlalu banyak keuntungan dari yang seharusnya. Juga terdapat kendala dalam menerapkan menerapkan prinsip syariah di minimarket 212 Mart Medan Denai yaitu prinsip Al-Mas??liyah (accountability, pertanggung jawaban). Dimana pihak minimarket 212 Mart Medan Denai untuk produk yang dijual masih belum semuanya memiliki label halal, dan masih adanya kelalaian dari pihak karyawan dalam menghimpun dana.
MEMBANGUN KEBEBASAN FINANSIAL BERDASARKAN PERSPEKTIF CASHFLOW QUADRANT Rahmat Kurniawan; Riswan Rambe; Atiqah Sihombing
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial Freedom (Kebebasan Finansial) adalah situasi dimana anda terbebas dari rasa takut dan rasa cemas atas keuangan anda akan habis dan memiliki kebebasan atas kekuatan keuangan yang dimiliki tanpa harus dengan bekerja lebih keras. Langkah-langkah mencapai kebebasan finansial adalah : membuat rencana keuangan ; Bebas dari hutang konsumtif ; memiliki dana darurat ; pengembangan potensi diri. Selanjutnya berdasarkan kaca mata Cashflow Quadran adalah yakni dengan melakukan sinergitas antara pendapatan aktif dan pendapatan pasif. Artinya pendapatan yang berasal dari employee, self employee (quadran kiri) dan pendapatan yang berasal dari business, investment (quadran kanan). Sehingga seperti ibarat kursi yang memiliki empat kaki yang tegak dan kokoh. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiftif. Kegiatan ini memberikan hasil evaluasi diantaranya adalah diskusi membangun kebebasan finansial berdasarkan perspektif Qashflow Quadran memberikan motivasi kepada mahasiswa untukdapat memiliki pendapan aktif dan pendapatan pasif guna kehidupan yang mapan dan mandiri di kehidupan kini dan masa yang akan datang.
MARI KITA TINGGALKAN RIBA PADA MAS MIFTAHUSSALAM Riswan Rambe; Alim Murtani; Widia Rada Utami
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang memberikan ajaran kepada penganutnya tentang keadilan lawan kata dari zalim, kasih sayang antar sesama mahkluk seluruh ajaran yang tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadis serta ijma ulama mengatakan bahwa ajaran islam memberikan keadilan seluruhnya, makanya dari itu Islam melarang sangat keras pemeluknya melakukan praktek riba dalam kehidupannya. Bahkan riba termasuk kata Rasulullah termasuk salah satu dosa besar yang harus ditinggalkan.Setiap manusia yang melakukan riba maka terputus keberkahan dari Allah dan rasulnya. Begitu juga dalam hal kebahagian pelaku riba tidak akan mendapatkan kebahagian dalam hidupnya, termasuk juga kekayaan pelaku riba tidak akan mendapatkan kekayaan yang membawa manfaat untuk kehidupan akhiratnya. Oleh karena itu setiap umat muslim wajib meninggalkan riba termasuk anak-anak MAS Miftahussalam.
WAKAF SEBAGAI SOLUSI MEMBANGUN EKONOMI UMAT ISLAM Riswan Rambe; Rahmat Kurniawan; Muhammad Budimansyah
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf merupakan salah satu filantropi umat Islam atau merupakan strategi umat Islam untuk meningkatkan prekonomian umat islam, tidak hanya di jaman Rasulullah, sahabat, dan tabi’in bahkan pada saat ini wakaf merupakan cara yang tepat untuk membangun ekonomi umat islam dari kemiskinan. Pada saat ini melalui lembaga pemerintah BAZNAS, BAZDA serta Badan Wakaf Indonesia bersama-sama memberikan jalan kepada umat islam di Indonesia mengumpulkan dari pada pewakif untuk disalurkan kepada yang tepat sasaran, bahkan pada saat ini pewakif boleh berbagai macam wakafnya tidak hanya bersifat harta yang tidak bergerak (tanah hanya untuk tempat ibadah seperti masjid) namun pewakif boleh mewakafkan uangnya untuk dikelola yang mengelola wakaf umat Islam untuk diberdayakan hasilnya diberikan kekuatan ekonomi umat Islam.
MARI KITA TINGGALKAN RIBA PADA MAS MIFTAHUSSALAM Riswan Rambe; Alim Murtani; Widia Rada Utami
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang memberikan ajaran kepada penganutnya tentang keadilan lawan kata dari zalim, kasih sayang antar sesama mahkluk seluruh ajaran yang tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadis serta ijma ulama mengatakan bahwa ajaran islam memberikan keadilan seluruhnya, makanya dari itu Islam melarang sangat keras pemeluknya melakukan praktek riba dalam kehidupannya. Bahkan riba termasuk kata Rasulullah termasuk salah satu dosa besar yang harus ditinggalkan.Setiap manusia yang melakukan riba maka terputus keberkahan dari Allah dan rasulnya. Begitu juga dalam hal kebahagian pelaku riba tidak akan mendapatkan kebahagian dalam hidupnya, termasuk juga kekayaan pelaku riba tidak akan mendapatkan kekayaan yang membawa manfaat untuk kehidupan akhiratnya. Oleh karena itu setiap umat muslim wajib meninggalkan riba termasuk anak-anak MAS Miftahussalam
PEMETAAN SOSIAL EKONOMI UMAT ISLAM SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI PEMBANGUNAN Riswan Rambe; Jeroh Miko; Helfinaya Fattiyah Br. Mangunsong; Intan Safitri; Al Dira Hairani; Tasya Maulidya Hutagalung; Nadia Syahnanda; Intan Khusnul Khotimah
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 4 No. 3 (2025): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/kcnebs59

Abstract

This study analyzes the significance of Muslim community socio-economic mapping as an empirical foundation for developing effective, sustainable, and transformative community empowerment strategies from a contemporary development communication perspective. Although Muslims constitute the majority population in Indonesia, they continue to experience significant socio-economic inequalities shaped by structural, historical, and institutional factors. This study employs a qualitative approach using a systematic literature review to synthesize evidence from academic publications, policy documents, and institutional reports. The findings indicate four main points. First, the socio-economic conditions of Indonesian Muslims require multidimensional mapping encompassing economic, educational, health, employment, social capital, and community aspiration aspects. Second, participatory socio-economic mapping not only generates accurate data but also functions as a development communication process that promotes critical community awareness. Third, integrating mapping results into empowerment planning produces more targeted, contextual, responsive, and sustainable programs. Fourth, the participatory development communication perspective strengthens the role of socio-economic mapping as a transformative empowerment instrument. This study proposes the Mapping-Communication-Empowerment Integration Model (I-PKP), consisting of four cyclical phases, as a conceptual framework to guide stakeholders in designing more responsive and impactful Muslim community empowerment programs.
KONSEP KOPERASI SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Farihin Iqrami Zairi; Salsa Nabila; Riswan Rambe
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 3 (2025): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v5i3.1684

Abstract

Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional karena kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran koperasi dalam mendukung pengembangan UMKM serta mengkaji konsep dasar koperasi dan kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa koperasi dipahami melalui tiga konsep utama, yakni koperasi Barat, koperasi sosialis, dan koperasi negara berkembang, di mana Indonesia menganut konsep koperasi negara berkembang yang menempatkan koperasi sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan dan semangat gotong royong dengan dukungan pemerintah. Koperasi berfungsi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mendorong partisipasi anggota dan kemandirian ekonomi. Sementara itu, UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dan bertahan di tengah krisis ekonomi, meskipun masih menghadapi berbagai permasalahan seperti keterbatasan permodalan, akses pasar, dan kemampuan manajerial. Oleh karena itu, peran pemerintah sebagai fasilitator, regulator, dan katalisator menjadi sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga sinergi antara koperasi dan UMKM dapat diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Konsep koperasi, Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah
KONSEP PARTISIPASI ANGGOTA DALAM KOPERASI Raihan Ikram Lubis; Muhammad Zulkarnain Nasution; Riswan Rambe
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 3 (2025): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v5i3.1687

Abstract

Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berlandaskan prinsip kebersamaan dan demokrasi ekonomi, di mana keberlangsungannya sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi anggota. Dalam praktiknya, masih banyak koperasi yang menghadapi permasalahan rendahnya keterlibatan anggota, sehingga berdampak pada kinerja dan keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep partisipasi anggota dalam koperasi secara konseptual dan teoretis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan dokumen resmi terkait koperasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi dan menafsirkan konsep, bentuk, serta peran partisipasi anggota dalam koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggota merupakan konsep multidimensional yang mencakup keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pemanfaatan jasa koperasi, kontribusi permodalan, serta pengawasan terhadap pengelolaan koperasi. Partisipasi anggota yang kuat mencerminkan berjalannya prinsip demokrasi ekonomi dan berkontribusi terhadap keberlanjutan koperasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman konseptual mengenai partisipasi anggota sebagai dasar pengembangan pengelolaan koperasi yang partisipatif dan berkelanjutan. Cooperatives are collective economic organizations whose sustainability is highly dependent on active member participation. In practice, many cooperatives face challenges related to low levels of member involvement, which affect organizational performance and long-term viability. This study aims to analyze the concept of member participation in cooperatives from a theoretical and conceptual perspective. The research employs a qualitative approach using a library research design. Data were collected through a systematic review of relevant literature, including academic journals, books, and official documents related to cooperatives. The collected data were analyzed using content analysis to identify key concepts, forms, and roles of member participation in cooperative organizations. The findings indicate that member participation is a multidimensional concept encompassing decisionmaking involvement, utilization of cooperative services, capital contribution, and supervisory roles. Strong member participation reflects the implementation of democratic economic principles and contributes significantly to cooperative sustainability. This study highlights the importance of strengthening conceptual understanding of member participation as a foundation for developing participatory cooperative management practices. The results are expected to contribute to the development of cooperative studies and provide practical insights for cooperative managers in enhancing member engagement.
UMKM: DEFINISI, KARAKTERISTIK, DAN KONTRIBUSI EKONOMI Dias Rafah Ramadhan; Suci Ramadhani; Riswan Rambe
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 3 (2025): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v5i3.1688

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pemerataan pendapatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian, karakteristik, serta kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan data resmi dari instansi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM dikelompokkan berdasarkan jumlah tenaga kerja dan tingkat omzet usaha sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 dan klasifikasi Badan Pusat Statistik. Secara umum, UMKM memiliki ciri utama berupa keterbatasan modal, skala usaha yang relatif kecil, jumlah tenaga kerja terbatas, orientasi pada pasar lokal, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi. Dari sisi kontribusi, UMKM terbukti menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional melalui sumbangan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ketahanan ekonomi, khususnya pada masa krisis. Selain itu, perkembangan digitalisasi membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Oleh karena itu, dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan guna memperkuat peran UMKM dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional.
KONSEP KINERJA KOPERASI Nazla Zhaskia Nasution; Muhammad Rival Lubis; Riswan Rambe
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 3 (2025): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v5i3.1696

Abstract

Kinerja koperasi merupakan aspek penting yang menunjukkan kemampuan organisasi dalam memenuhi tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengulas konsep kinerja koperasi, dimensi yang digunakan untuk mengukurnya, serta berbagai faktor yang memengaruhi kinerja tersebut melalui kajian literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku, jurnal ilmiah, regulasi pemerintah, dan sumber resmi lainnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja koperasi memiliki sifat multidimensi, yang meliputi aspek finansial seperti profitabilitas, pengelolaan aset, dan efisiensi biaya, serta aspek non-finansial seperti kualitas layanan, partisipasi anggota, responsivitas pengelola, dan kemampuan menarik anggota baru. Faktor-faktor yang menentukan kinerja koperasi berasal dari lingkungan internal, seperti strategi bisnis, kualitas sumber daya manusia, keterlibatan anggota, dan pengelolaan keuangan yang baik, serta faktor eksternal, antara lain regulasi pemerintah, tingkat persaingan, dan perkembangan teknologi. Beragam metode pengukuran digunakan, termasuk rasio keuangan, Balanced Scorecard, dan indeks kinerja komprehensif. Secara keseluruhan, peningkatan kinerja koperasi menjadi elemen penting untuk memperkuat manfaat bagi anggota dan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat. Kata Kunci : Kinerja koperasi, Balanced Scorecard, dimensi keuangan, aspek non-keuangan, studi pustaka.