Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi pengelolaan wisata Nepal Van Java untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan Atika Atika; Eki Melina Widanti; Hadi Sasana; Kenyo Kharisma Kurniasari; Herlina Manurung; Masculine Muhammad Muqorobin; Eva Wulandari; Endang Kartini Panggiarti; Yulida Army Nurcahya; Shintya Novita Rahmawati; Deni Ramdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28942

Abstract

AbstrakWisata Nepal Van Java hingga saat ini masih tergolong dalam kategori wisata berkembang. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pengelolaan Nepal Van Java masih mengalami sejumlah kendala dalam hal sumber daya manusia dan pertanggungjawaban keuangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan wisata Nepal Van Java dengan memberikan pelatihan Bahasa Inggris dasar dan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis digital menggunakan aplikasi SI APIK. Metode yang digunakan mencakup observasi dan wawancara, ceramah/penyuluhan/sosialisasi, serta unjuk kerja/demonstrasi/praktik. Program pengabdian diikuti oleh 30 orang yang berasal dari kalangan pengelola wisata dan pemilik UMKM di kawasan Wisata Nepal Van Java. Hasil program pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kapasitas sumber daya manusia. Kapasitas pengelola Nepal Van Java dan pelaku UMKM dalam hal berbahasa Inggris mengalami kenaikan. Peserta program menjadi lebih mampu dalam melayani pengunjung, terutama wisatawan mancanegara. Peserta berhasil menerapkan materi yang dipaparkan narasumber dengan mencoba berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Dalam hal pengelolaan keuangan, pengelola dan pemilik UMKM di wilayah Nepal Van Java mengalami peningkatan pengetahuan dan kapabilitas terkait aplikasi keuangan SI APIK. Peserta program mampu melakukan pemasangan aplikasi SI APIK pada gawai peserta dan menggunakannya untuk usaha yang dimiliki.   Kata kunci: pelatihan; komunikasi; Nepal Van Java; pencatatan keuangan digital; wisata berkelanjutan. AbstractNepal Van Java Tourism is still categorized as a developing tourism. Current conditions show that the management of Nepal Van Java is still experiencing several obstacles in terms of human resources and financial accountability. This community service program aims to improve the management capacity of Nepal Van Java tourism by providing basic English training and digital-based financial management training using the SI APIK application. The methods include observation and interviews, lectures/counseling/socialization, and work demonstrations/practices. The community service program was attended by 30 people, including tourism managers and MSME owners in the Nepal Van Java Tourism area. The results of the community service program showed positive changes in human resource capacity. The capacity of Nepal Van Java managers and MSME actors in terms of English has increased. Program participants became more capable of serving visitors, especially foreign tourists. Participants succeeded in implementing the material presented by the resource person by trying to communicate using English. In terms of financial management, MSME managers and owners in the Nepal Van Java area experienced increased knowledge and capabilities related to the SI APIK. The participants were able to install the SI APIK application on their gadgets and use it for their businesses. Keywords: training; communication; Nepal Van Java; digital financial records; sustainable tourism.
Dampak Lokawisata Baturraden terhadap Kondisi Sosial dan Budaya Masyarakat Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Arina Nindyar Saraswati; Hardiman Hardiman; Zamzam Masrurun; Eki Melina Widanti; Azmy Hanif
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i1.6770

Abstract

The Baturraden tourist attraction is nature tourism located in Karangmangu Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The Baturraden tourist attraction is leading nature tourism because it has won various awards in the last ten year. This is supported by exciting objects to be visited such as natural scenery from the Mount Slamet hillside, waterfalls, Pancuran Telu, Pancuran Pitu, suspension bridges, Baturraden natural theater, and swimming pools. Based on statistical data, the Baturraden tourist attraction is ranked first with the most visitors.This research was conducted to determine the impact of the Baturraden tourist attraction on the social and cultural conditions of the people of Karangmangu Village as a tourism support village. The impacts were examined by observation, interviews, and literature study.The results of the study show that the Baturraden tourist attraction impacts the social condition that occur in society are increased quality of life, building of new communities, and the emergence of crime. Other impacts are in the form of cultural impacts such as tourist visits affecting the existence of local culture, the commercialization of cultural arts, and open behavior of the community towards tourists. Due to the positive and negative impacts that occurred in the Karangmangu Village community, social and cultural impact management strategy was formulated. The steps taken in community-based tourism impact management are determining the participation role of local communities involved, mapping the impact of tourism, making decisions on managing social and cultural impacts, making efforts to educate the community, monitoring and evaluation.
Pelatihan Digital Marketing bagi Pengelola Objek Wisata Talang Londo Secang Kabupaten Magelang Mohammad Ulyan; Eki Melina Widanti; Hani Rosyidah; Arina Nindyar Saraswati; Siti Nur Fatmawati; Afnan Yoga Valentino
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2691

Abstract

Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi berbagai kehidupan manusia, termasuk dalam pemasaran pariwisata. Digitalisasi daya tarik wisata menjadi elemen primer dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Fokus pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan pelatihan digital marketing bagi pengelola objek wisata Talang Londo. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pelatihan terkait dengan Digital Marketing melalui media sosial serta pembuatan video termasuk cara mengedit hingga dapat dipublikasikan melalui media sosial. Metode pelaksanaan program yang diterapkan dalam pengabdian ini menggunakan metode Community Based Research (CBR), yang merupakan metode riset partisipatif berbasis kelompok atau komunitas. Metode ini memberikan penekanan kepada kolaborasi aktif antara penyelenggara dengan masyarakat sasaran pada proses pelaksanaannya. Pendekatan ini memberikan peluang bagi penyelenggara pengabdian dengan masyarakat sasaran. Hasil pengabdian masyarakat ini memberikan dampak peningkatan pemahaman kepada peserta pelatihan mengenai digital marketing. Selain itu juga memberikan tambahan pengetahuan khususnya terkait dengan sejarah dan cara merawat objek wisata Talang Londo sehingga dapat mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Pelatihan Pengembangan Paket Wisata Outbond sebagai Upaya Diversifikasi Produk Pariwisata di Desa Pogalan, Kabupaten Magelang Eki Melina Widanti; Atika Nur Hidayah; Dwi Pebrianti
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2938

Abstract

The urgency of this community service is to help Pogalan Village, Pakis District, Magelang Regency, optimize its existing tourism packages through outbound activities. Pogalan Tourism Village, as a tourist destination, boasts several attractions and attractions that have been developing since 2015, including Top Selfie Kragilan and Wisata Grenden. As a destination renowned for its natural beauty, Pogalan Tourism Village has the potential to develop outbound tourism, but its managers lack competency in this area. Therefore, training is needed to further optimize its tourism packages. The methods used in this activity include preparation, implementation, and evaluation through pre- and post-tests. The results of community service in Pogalan Tourism Village indicate that the village possesses various potentials that can be developed into outbound tourism packages. Furthermore, community knowledge regarding outbound tourism package development significantly increased after the training. Keywords: village potential, tourism package development, tourism village