Margareta Febe
Accounting Study Program, Faculty Of Social And Humaniora, Universitas Bunda Mulia, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kemungkinan Terjadinya Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Property & Real Estate Di BEI Periode 2019-2022 Margareta febe; Bella Novianti
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Periode Juli 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i2.4111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi Kemungkinan Terjadinya Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Property & Real Estate Di Bei Periode 2019-2022. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini yang berasal dari laporan perusahaan sektor Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 - 2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan purposive sampling dan metode analisis regresi linier berganda. Sampel laporan keuangan yang digunakan sebanyak 92 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Current Ratio memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemungkinan terjadinya financial distress sedangkan variabel Debt To Asset Ratio dan Ukuran Perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan. Current Ratio yang tinggi dapat juga menunjukkan bahwa manajemen tidak memanfaatkan aset lancar yang dimilikinya secara efisien. Terutama apabila nilai persediaan tinggi dan perputaran rendah dimana hal ini menunjukkan bahwa banyak persediaan yang tidak terjual. Akun persediaan di dalam aset lancar perusahaan properti dan real estate merupakan tanah dan bangunan yang sudah siap untuk dijual dalam periode kurang dari satu tahun. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel non keuangan seperti Dewan direksi, komisaris untuk melihat hasil pengaruh dari perspektif yang berbeda
The Effects of Audit Fees, Audit Rotation, and Audit Tenure on Audit Quality, wirh the Audit Committee as a Moderator Viriyayudha Satria Widjaja; Temy Setiawan; Margareta Febe; Andriati Fitriningrum
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 3 (2026): Periode Juli 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v10i3.3508

Abstract

This study examines the effects of audit fees, audit rotation, and audit tenure on audit quality, with the audit committee as a moderating variable and leverage and firm size as control variables. The research employs a quantitative approach using secondary data from 50 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022–2024, resulting in 150 observation samples selected through purposive sampling. Multiple linear regression analysis was used to test the hypotheses. The results indicate that audit fees, audit rotation, and audit tenure each have a positive and significant effect on audit quality, suggesting that proportional fee-setting, periodic auditor rotation, and a measured engagement period contribute to improved audit quality. Leverage also has a significant effect on audit quality, while firm size exhibits a significant negative effect, reflecting the complexity challenges that large companies pose for auditors. With respect to moderation, the audit committee strengthens the relationship between audit fees and audit quality, but weakens the relationships between audit rotation and audit tenure with audit quality, implying that overly intensive oversight may be counterproductive under certain conditions. These findings reaffirm the relevance of agency theory in explaining the importance of effective governance mechanisms in maintaining audit quality in the energy sector
Determinan Nilai Perusahaan Emiten Manufaktur BEI 2022-2024 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi Margareta Febe; Meyke Ardianti
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 2 (2026): Artikel Research April 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v10i2.3361

Abstract

Nilai perusahaan menjadi indikator keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan risiko gagal bayar yang rendah, sehingga memudahkan perusahaan mendapatkan pinjaman bank dengan suku bunga yang kompetitif. Sektor manufaktur memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekonomi nasional, namun fluktuasi indeks harga saham serta ketatnya persaingan industri menuntut setiap entitas untuk terus meningkatkan nilai perusahaannya sebagai cerminan dari kemakmuran pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan Emiten Manufaktur BEI 2022-2024 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. Populasi yang digunakan adalah perusahaan Sektor Manufaktur Idx-Ic Periode 2022- 2024. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis linier berganda digunakan dalam proses analisis data. Pengujian juga telah memenuhi uji asumsi klasik dan Uji F . Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan adalah Pertumbuhan Penjualan (Sales Growth) sedangkan variabel lainnya seperti Profitabilitas dan Leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan . Ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi tidak mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan pengaruh antara profitabilitas terhadap nilai perusahaaan. Besar kecilnya rasio atau aset dianggap tidak menjamin efisiensi dan keuntungan sehingga tidak memberikan dampak terhadap nilai perusahaan. Sinyal – sinyal seperti peningkatan penjualan antar periode lebih mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Nilai suatu perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel non keuangan seperti komite audit atau komisaris independen untuk melihat pengaruhnya terhadap nilai perusahaan
Pengaruh Implementasi Green Accounting, Good Corporate Governance, dan Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan Valencia Evita Christiana; Kezia Josephine; Margareta Febe; Juan Carlos Pangestu
Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Vol 4 No 3 (2025): Artikel Bulan November 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebidi.v4i3.381

Abstract

Isu keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan semakin menjadi fokus utama dalam perekonomian modern. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengejar profit, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan melalui aktivitas operasionalnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif yang bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh implementasi green accounting, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, serta kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021–2023. Sampel penelitian diperoleh melalui metode purposive sampling berdasarkan laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan perusahaan tambang selama periode tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, implementasi green accounting dan keberadaan komite audit tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Meski demikian, pengungkapan green accounting tetap menunjukkan arah hubungan positif, sehingga peningkatan penerapannya berpotensi mendorong nilai perusahaan meskipun tidak signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel eksternal, seperti inflasi, yang kemungkinan turut memengaruhi nilai perusahaan.