Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Illustri Illustri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4284

Abstract

Kecerdasan Emosional (EQ) yang rendah dalam suatu negara berkembang akan menjadi salah satu tolak ukur penyebab kelemahan pada sumber daya manusia. Kecerdasan Emosional (EQ) merujuk pada keterampilan non kognitif yang mempengaruhi kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Mengetahui  hubungan kecerdasan Emosional (EQ) dengan kinerja perawat dalam menerapkan pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  penelitian  kuantitatif  cross  sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang praktek di Rumah sakit X Kota palembang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan  uji Chi-Square.  Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dengan kinerja perawat dalam pendokumentasi asuhan keperawatan. Dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,682 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Semakin tinggi dan baik Kecerdasan Emosional (EQ) seorang perawat maka pendokumentasian asuhan keperawatannya akan semakin baik. Saran dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pendokumentasian dengan diadakan pelatihan atau seminar tentang kecerdasan Emosional (EQ) agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan juga.
Penyuluhan Tentang Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Perawat ILLUSTRI ILLLUSTRI
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i2.334

Abstract

Kecerdasan Emosional (EQ) yang rendah dalam suatu negara berkembang akan menjadi salah satu tolak ukur penyebab kelemahan pada asal daya manusia. Kecerdasan Emosional (EQ) merujuk pada keterampilan non kognitif yang mempengaruhi kinerja perawat terutama dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dengan memberikan kesempatan bertanya bagi para peserta penyuluhan yang belum paham. Menambah pengetahuan peserta terhadap hal-hal apa saja yang bisa menaikkan kecerdasan emosional. salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perawat adalah dengan meningkatkan korelasi interpersonal serta keterampilan, dan mengikuti pembinaan sesuai bidang pekerjaannya. Saran diharapkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pendokumentasian dengan diadakan pelatihan atau seminar perihal kecerdasan Emosional (EQ) supaya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan.
Hubungan Kehamilan Remaja Dengan Depresi Postpartum Pada Ibu Postpartum Illustri Illustri
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v2i2.333

Abstract

Depresi menduduki peringkat keempat penyakit di dunia dan diperkirakan menjadi urutan kedua pada tahun 2020. Remaja merupakan kelompok penduduk yang perlu mendapatkan perhatian. Tingkat depresi pada kehamilan remaja sekitar 20% - 40 % dan depresi postpartum pada remaja adalah 19% - 50%. Depresi postpartum dapat mempengaruhi interaksi antara ibu dan bayi. Faktor risiko terjadinya depresi postpartum adalah depresi selama masa kehamilan, dimana terjadi kesulitan koping dan pengalaman emosi yang negatif setelah persalinan. Hampir semua remaja mengalami tekanan psikologis yang berasal dari ketidaksiapan psikososialnya untuk mengemban peran dan tanggung jawab sebagai calon orang tua. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kehamilan remaja dengan kejadian depresi postpartum. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan teknik inccidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan data dengan kuesioner sosiodemografi dan Edinburg Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test.Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan depresi postpartum adalah kehamilan remaja (p=0,001). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan kehamilan remaja dengan kejadian depresi postpartum. Kehamilan remaja meningkatkan risiko sebesar 20,9 kali terjadinya depresi postpartum.
Hubungan Antara Komunikasi Dengan Stress Dalam Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tahun 2017 I Illustri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.567 KB)

Abstract

Skripsi adalah karya ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian daripersyaratan pendidikan akademis di Perguruan Tinggi, karena skripsidigunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untukmemperoleh gelar akademisnya sebagai ahli madya atau sarjanamuda. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi stress padamahasiswa yang sedang menyusun skripsi adalah dalam kaitannyadengan komunikasi dan penilaian mahasiswa terhadap dosenpembimbingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara komunikasi dengan stress dalam menyusun skripsi padamahasiswa kesehatan masyarakat program studi kesehatanmasyarakat STIK Bina Husada Palembang. Pengujian hipotesisdilakukan dengan menyebar kuesioner sebanyak 56 responden.Analisis yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, dan ujihipotesis, dengan bantuan komputer program SPSS versi 18,0menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan uraian danhasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yangdiajukan yaitu ada hubungan antara komunikasi dengan stress dalammenyusun skripsi pada mahasiswa kesehatan masyarakat STIK BinaHusada Palembang tahun 2017 dalam penelitian ini diterima. Adapunbunyi dari hipotesis penelitian ini berdasarkan hasil analisis data yangtelah dilakukan adalah ada hubungan yang sangat signifikan antarakomunikasi dengan stress dalam menyusun skripsi pada mahasiswakesehatan masyarakat
HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS ILLUSTRI ILLLUSTRI
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan dan melahirkan merupakan suatu hal yang menyenangkan tetapi juga periode kehidupan yang penuh dengan stress. Kehamilan dan melahirkan memberikan banyak perubahan psikologis dan psikososial. Periode kehamilan dan periode postpartum cenderung mengalami stress yang cukup besar karena keterbatasan kondisi fisik yang harus membatasi aktivitas dan mengalami proses adaptasi menjadi ibu sehingga pada periode ini berpotensi terjadi depresi postpartum. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kehamilan remaja dan jenis persalinan dengan depresi postpartum. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan teknik inccidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan data dengan kuesioner sosiodemografi dan Edinburg Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik. Hasil penelitian hubungan kehamilan remaja dan jenis persalinan dengan depresi postpartum pada ibu nifas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usia kehamilan remaja dan jenis persalinan memiliki hubungan yang bermakna terhadap depresi postpartum. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kehamilan remaja dan jenis persalinan merupakan faktor risiko terjadinya depresi postpartum. Saran untuk melakukan tes EPDS sehingga dapat diketahui lebih awal dan dapat dilakukan tindakan pencegahan agar depresi postpartum tidak berkembang menjadi psikosis postpartum.
Levels Of Depression For Postpartum Women In The Working Area Of The Makrayu Puskesmas, Palembang Illustri Illustri
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.815 KB)

Abstract

Postpartum mothers have a vulnerability to various mental disorders, one of which is postpartum depression which occurs after 6 weeks to one year after delivery which can affect the development of the baby and the role of the mother. The prevalence of postpartum depression in the world varies from 6.5% to 15% and increases every year, mostly occurring in developing countries including Indonesia. This study aims to determine the level of depression in postpartum mothers in the working area of ​​the Makrayu Public Health Center in Palembang. This research method uses a cross sectional study design with an accidental sampling technique. The sample in this study were all postpartum mothers as many as 86 respondents. Retrieval of data using the BDI version II questionnaire instrument which has been translated into Indonesian. The results showed that the level of postpartum depression in respondents varied, ranging from not depressed (minimum depression) as many as 48 respondents (56%), mild 18 respondents (21%), moderate 13 respondents (15%) and severe 7 respondents (8%) . A high risk for mothers experiencing postpartum depression occurs in mothers who have an age range of 20-34 years (82%), multiparous mothers (54%), mothers with secondary education (45%), mothers who do not work or housewives (80%) and mothers with normal types of labor experienced postpartum depression (70%). The results of this study indicate that postpartum depression is experienced by each respondent with varying levels of depression and there are risk factors that can increase the prevalence of depression.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas Akan Bahaya Depresi Postpartum pada BPM Fauzia Hatta Illustri Illustri
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.432

Abstract

Depresi postpartum adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 (empat) minggu, beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tidak diatasi dengan baik. Secara umum ada tiga gangguan psikologis utama pasca persalinan, dari yang ringan sampai berat, yaitu postpartum blues, depresi post partum dan post partum psikosis. Ibu postpartum yang tidak dapat beradaptasi dengan peran barunya dapat terjadi depresi postpartum. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan peningkatan pengetahuan ibu postpartum dalam mengatasi bahaya depresi postpartum. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dengan memberikan kesempatan bertanya bagi para peserta penyuluhan yang belum paham. Menambah pengetahuan peserta terhadap hal-hal apa saja yang dapat mengatasi dampak bahaya depresi postpartum. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak depresi postpartum dengan cara datang ke BPM terdekat dengan mendapatkan pelayanan asuhan nifas dengan konseling dan melakukan skrining depresi postpartum sehingga kita dapat mengetahui lebih awal dampak depresi postpartum dan dapat melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin Saran diharapkan untuk melakukan skrining EPDS di pusat layanan kesehatan terdekat.
Application Of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) In An Effort To Prevent Postpartum Depression Illustri , Illustri
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In some countries, the prevalence of postpartum depression is relatively higher. Postpartum depression can have a negative impact on the mother's physical and mental health, and can affect the relationship between mother and baby. Cognitive behavioral therapy (CBT) is an approach that focuses on changing behavior and ways of thinking, as well as increasing the mother's ability to deal with stress and pressure. Therefore, to study this problem, researchers are interested in conducting research on the application of cognitive behavioral therapy (CBT) in an effort to prevent postpartum depression in the working area of the Makrayu health center in Palembang city. The design of this study was quasi experiment, the sample was normal postpartum mothers day 10-40. The number of samples was 15 experimental groups and 15 control groups with purposive consequtive sampling technique. To measure postpartum depression using EPDS (Edinburg Postnatal Depression Scale). From the results of the study it can be concluded that the results of the unpaired t-test obtained a significance value of 0.003, this means "there is a significant mean difference in postpartum depression scores between the intervention group and the control group". Thus it can be concluded that there is an effect of CBT application on postpartum depression. The results of the linear regression test obtained the linearity equation is the application of CBT = 3.863 + 0.208 KF. This means that the application of CBT to postpartum women can reduce depression scores by 3.863 compared to postpartum care without providing CBT-based counseling. Suggestions for each health service are expected to conduct early detection or screening of the possibility of postpartum depression. The screening process should be part of a regular assessment of postpartum women, and anticipate the possibility of postpartum depression.
The Efectiveness Of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) In Reducing Anxiety In Pregnant Women Illustri, Illustri
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety in pregnant women can arise due to the long process of waiting for birth. Every pregnant woman is vulnerable to stress that continues to the stage of depression. Stress and depression disorders based on the facts that are developing today show an increase from year to year. Where pregnant women are vulnerable to stress and depression disorders because they experience physical and psychological changes, as well as role changes from pregnancy, labor, postpartum and worries about taking care of the baby, besides that women are 3.01 times at risk of experiencing anxiety compared to men. Recent studies have shown that pregnant women experience as much as 37 percent anxiety. In addition, reviews of cognitive behavioral therapy for perinatal mental health have largely focused on depression, with far less attention given to anxiety and stress. Therefore, researchers are interested in conducting research on the effectiveness of cognitive behavioral therapy in reducing anxiety in pregnant women in the working area of Makrayu Community Health Center. The design of this study was a quasi-experiment, the sample was pregnant women who visited the obstetrics clinic at the makrayu health center. The number of samples was 15 people in the experimental group and 15 people in the control group with purposive sampling technique. To measure anxiety levels using the TMAS instrument (Taylor Manifest Anxiety Scale). The data that has been obtained is processed and analyzed by t test using SPSS program. From the results of the study it can be concluded that the results of the t-test obtained a significance value of 0.000, this means "cognitive behavioral therapy very significantly reduces anxiety in pregnant women". Thus it can be concluded that cognitive behavioral therapy shows a decrease in anxiety of pregnant women.  conclusion, cognitive behavioral therapy can significantly reduce anxiety in pregnant women. Suggestions for obstetrics poly health services are expected to conduct early detection or screening of the possibility of anxiety in pregnant women that can increase into depression and prevent the occurrence of other psychological problems during pregnancy.
The Effect of Cognitive Behavioural Therapy Intervention in Reducing Maternal Anxiety During Pregnancy Illustri, Illustri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is an emotional disorder that is felt naturally and is characterised by intense and unclear feelings of fear or worry (Puspitasari & Wahyuntari, 2020). According to the Indonesian Ministry of Health (2020), the rate of anxiety in pregnant women in Indonesia reaches 107,000,000 or 28.7% of which anxiety occurs in pregnant women before childbirth. According to WHO (2020), the level of anxiety during pregnancy ranges from 8-10% and increases to 12% before childbirth. Elvina et al (2018) in their research said that pregnant women in developing countries experienced anxiety disorders reaching 19.8%. Therefore, researchers are interested in conducting research on the effect of cognitive behavioural therapy interventions in reducing maternal anxiety during pregnancy in the Makrayu health centre working area. This research design is a quasi-experiment with a two group pre-test and post-test design with control. Respondents of this study were pregnant women who visited the obstetric clinic of the makrayu health centre with a total of 30 respondents. To measure the level of anxiety using the PASS instrument (Perinatal Anxiety Screening Scale). The data that has been obtained is processed and analysed by paired sample t- test with a p-value of 0.05 using the SPSS program. From the results of the study it can be concluded that the results of the t-test obtained a p value = 0.000; (<0.05) indicate an effect on changes in the anxiety level of pregnant women in the intervention group and control group after being given CBT intervention. This shows that there is a significant decrease in the anxiety level of pregnant women before and after the intervention, so it can be concluded that cognitive behavioural therapy / CBT is effective for reducing anxiety levels in pregnant women. Where it can be interpreted that respondents in the intervention group before being given the intervention obtained moderate to severe anxiety levels, after being given the intervention the anxiety level decreased to no anxiety to moderate anxiety. Advice to pregnant women to be able to play an active role in following counselling or consulting if they feel anxious during pregnancy.