Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sistem Kontrol Suhu dan Kelembaban Udara pada Alat Penetas Telur Menggunakan Arduino Uno Karsid, Karsid
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.3734

Abstract

Proses penetasan terbagi dua yaitu proses penetasan alami (menggunakan indukan), dan proses penetasan buatan (menggunakan mesin tetas). Jika hanya mengandalkan penetasan alami persentase keberhasilan telur yang menetas hanya sekitar 50% - 60%. Kegagalan ini dapat disebabkan karena kondisi lingkungan yang tidak stabil dan dapat mengakibatkan embrio didalam telur tidak berkembang dengan sempurna. Untuk itu dibuatlah mesin penetas telur otomatis dengan pengontrolan suhu dan kelembaban yang dikontrol langsung oleh Arduino uno dengan menggunakan sensor DHT22 sebagai sensor utama serta LCD Keypad shield 16x2 sebagai penampil suhu. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menetaskan telur dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Mesin penetas telur otomatis ini menggunakan lampu pijar sebagai penghasil suhu dan nampan berisi air untuk pelembab udara yang digunakan untuk mendapatkan kelembaban yang dibutuhkan telur yang dikontrol langsung oleh Arduino uno. Suhu dalam kabin penetasan berada pada rentang 36°-38°C dan kelembaban udararelatif pada 50-60% Alat dapat menetaskan telur dengan tepat waktu dengan tingkat keberhasilan 90% dan tingkat kegagalan sebesar 10%.
PERBANDINGAN LEBAR PENAMPANG UNTUK ALAT UKUR KEKERINGAN GABAH MENGGUNAKAN JEMBATAN WHEATSTONE BERBASIS ARDUINO UNO Bobi Khoerun; Apriyanto, Haris; Suryapringga, Zulmi Harsoni; Rohman, Naufal Fadhlu; Karsid, Karsid; Fatwasauri, Icha
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 8 No. 2 (2023): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v8i2.633

Abstract

Gabah yang terlambat dikeringkan akan berdampak buruk terhadap kualitas beras. Hal ini disebabkan gabah yang dipanen dengan kadar udara tinggi dan kondisi lembab mengalami respirasi yang cepat. Akibatnya gabah membusuk, berjamur, berkecambah atau mengalami reaksi pencoklatan enzimatis sehingga nasi berwarna kuning/kuning kecoklatan. Kandungan udara maksimum yang dimiliki oleh gabah kering adalah antara 12-14%. Oleh karena itu, dibutuhkan alat ukur kadar air gabah sehingga kekeringan gabah dapat dipantau.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan lebar penampang pada alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis Arduino Uno. Penelitian ini melibatkan perbandingan lebar penampang yang berbeda pada alat ukur yang sama, dengan menganalisis pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran tingkat kekeringan gabah. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana lebar penampang mempengaruhi akurasi pengukuran dan membantu dalam pengembangan alat ukur yang lebih presisi untuk menilai tingkat kekeringan gabah. Lebar penampang yang diteliti yaitu ukuran 1,5cm, 2,5cm, 3cm, dan 4cm. Berdasarkan hasil perhitungan dan percobaan, penampang dengan lebar 4cm menunjukkan keakuratan yang sesuai. Penampang ini menghasilkan nilai error kadar air sebesar 0,3% hingga 0,6% dan rata-rata error tegangan antara 0,052 VAC hingga 0,694 VAC menggunakan resistor 2,2MΩ. Hasil ini menunjukkan bahwa alat ukur dengan penampang 4cm mampu memberikan hasil yang mendekati nilai yang sebenarnya. Oleh karena itu, penampang dengan lebar 4 cm dapat dianggap sebagai pilihan yang baik untuk pengembangan alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis arduino uno.
IMPLEMENTASI TRAINER PNEUMATIK BERBASIS PLC UNTUK SISWA SMK JURUSAN TEKNIK OTOMASI Maknunah, Jauharotul; Karsid, Karsid; Khoerun, Bobi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36309

Abstract

Abstrak: Perkembangan otomasi industri pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut tenaga kerja dengan kompetensi aplikatif dalam pemrograman Programmable Logic Controller (PLC) dan sistem pneumatik. Dalam konteks pendidikan vokasi, pencapaian kompetensi tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan media pembelajaran praktik yang terintegrasi dan kontekstual. Namun, pembelajaran otomasi industri di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan masih menghadapi keterbatasan media praktik yang mampu menghubungkan teori dan aplikasi secara utuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan trainer pneumatik berbasis PLC modular sebagai media pembelajaran praktik otomasi industri, serta mendampingi penggunaannya melalui pendekatan project-based learning. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan dan pembuatan trainer, implementasi dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket skala Likert untuk menilai kualitas alat, efektivitas pembelajaran, manfaat, serta kendala penggunaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa trainer yang dikembangkan memiliki kualitas fisik dan fungsional yang baik, dengan skor rata-rata aspek kualitas peralatan sebesar 4,10 (baik sekali), aspek pembelajaran 3,96 (baik), aspek manfaat 4,15 (baik sekali), serta aspek kendala dan pengembangan 3,97 (baik). Trainer terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktis, dan kepercayaan diri peserta didik dalam sistem otomasi industri.Abstract: The development of industrial automation in the era of Industry 4.0 requires a workforce with strong applied competencies in programmable control systems and industrial actuation technologies. In vocational education, the achievement of such competencies is highly dependent on the availability of integrated and contextual practical learning media. However, industrial automation learning at the vocational secondary level still faces limitations in practical training media that effectively bridge theoretical concepts and real-world applications. This community service program aimed to design and implement a modular PLC-based pneumatic trainer as a practical learning medium for industrial automation, accompanied by its application through a project-based learning approach. The implementation employed a participatory method consisting of needs identification, trainer design and fabrication, implementation and mentoring, as well as monitoring and evaluation. Evaluation was conducted using a Likert-scale questionnaire to assess equipment quality, learning effectiveness, perceived benefits, and usage constraints. The results indicate that the developed trainer demonstrated good physical and functional quality, with average scores of 4.10 for equipment quality (very good), 3.96 for learning effectiveness (good), 4.15 for learning benefits (very good), and 3.97 for constraints and development aspects (good). The trainer was proven effective in enhancing conceptual understanding, practical skills, and students’ confidence in industrial automation systems. Therefore, the implementation of a PLC-based pneumatic trainer shows strong potential as an effective and sustainable practical learning medium to improve the quality of industrial automation education in vocational institutions.