Gatut Budiono
Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisa Pembebanan Transformator Distribusi pada Penyulang Bumimoro AD185 dan AD180 di PT. PLN ULP Perak Moch. Dimas Pratama; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik kepada konsumen terdapat peralatan tenaga listrik yaitu transformator distribusi yang berfungsi sebagai menurunkan tegangan menengah ke tegangan rendah. Dalam proses pendistribusian sering kali terjadi ketidakseimbangan beban antar fasanya. Hal ini dikarenakan penggunaan listrik tidak bersamaan dalam kurun waktu tertentu. Ketidakseimbangan beban pada setiap fasa-fasanya menimbulkan arus pada netral. Arus netral yang mengalir dapat mengakibatkan rugi-rugi daya (losses), dan rugi-rugi ini berpengaruh terhadap efisiensi transformator. Dalam menganalisa permasalahan menggunakan perhitungan secara matematis dengan menggunakan persamaan ketidakseimbangan beban, rugi-rugi daya, dan efisiensi transformator. Analisa menunjukkan hasil rata-rata persentase ketidakseimbangan beban pada transformator AD185 sebesar 11,4 persen, dengan persentase ketidakseimbangan yang tertinggi pada jam 10:00 sebesar 12,6 persen. Pada transformator AD180 rata-rata persentase ketidakseimbang beban sebesar 8,5 persen, dengan persentase ketidakseimbangan yang tertinggi pada jam 18:00 sebesar 11,3 persen. Pada transformator AD185 rata-rata rugi-rugi daya sebesar 1,487 kW, dengan rugi-rugi daya yang tertinggi pada jam 19:00 sebesar 1,674 kW. Pada transformator AD180 rata-rata rugi-rugi daya sebesar 1,683 kW, dengan rugi-rugi daya yang tertinggi pada jam 18:00 sebesar 2,119 kW. Pada transformator AD185 rata-rata persentase efisiensi transformator sebesar 98,38 persen, dengan persentase efisiensi terendah pada jam 19:00 sebesar 98,27 persen. Pada transformator AD180 rata-rata persentase efisiensi transformator sebesar 98,39 persen, dengan persentase efisiensi terendah pada jam 18:00 sebesar 98,07 persen.
Analisa Sistem Keandalan Distribusi Dengan Penambahan LBS Pada PT. PLN Rayon Kenjeran Menggunakan Metode Section Technique Muhammad Umar Said; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak terbesar pada sistem distribusi tenaga listrik adalah kualitas, kontinuitas dan ketersediaan pelayanan tenaga listrik kepada konsumen. Indeks yang digunakan adalah SAIFI (System Average Interruption Frequency) dan SAIDI (System Average Interruption Duration). Untuk menentukan laju distribusi sistem yang diteliti, gunakan metode section technique dan tingkatkan peralatan Load Break Switch (LBS). Dalam analisis penelitian ini bahwasannya nilai keandalan penyulang Bulak Banteng adalah 3.34686761 jam per tahun dan untuk SAIFI adalah 5.13088 kali per tahun. Hasil perhitungan indeks koreksi kemudian dianalisis berdasarkan standar SPLN 682: Tahun 1986, nilai indeks SAIFI 5,13088 kali pertahun yaitu 3,2 kali pertahun, dan SAIDI 3,34686761 jam pertahun di bawah standar yaitu 21 jam pertahun dan masih handal. Pada perhitungan Reliability, setelah penambahan Load Break Switch (LBS), SAIFI memiliki 1,95 kali per tahun dan SAIDI memiliki 6,8547 jam per tahun. Dari hasil perhitungan indeks keandalan kemudian dianalisis dengan menggunakan standar bahwa SAIFI berada di bawah standar dalam setahun yaitu. 3,2 kali setahun untuk dapat diandalkan, untuk SAIFI 6,8547 jam setahun. Jadi, sistem distribusi pada PT. PLN Rayon Kenjeran masih bersifat andal.
Studi Kelayakan Instalasi Listrik Gedung Graha UNESA Surabaya Berdasarkan PUIL 2011 Trio Saputra; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kelayakan instalasi listrik gedung sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa instalasi listrik yang akan dipasang di gedung aman sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Peraturan ini dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik 2011. PUIL 2011 me mberikan panduan tentang tata cara pemasangan instalasi listrik pada bangunan gedung penelit ihan ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari kelayakan instalasi listrik berupa rating pengaman dan luas penampang kabel serta intensitas pencahayaan, menggunakan metode observasi dengan pengambilan data yang akan dibandingan dengan perhitungan menggunakan perangkat lunak maupun rumus. Berdasarkan hasil simulasi dan perhitungan untuk kelayakan instalasi listrik pada gedung graha UNESA surabaya maka disimpulkan, ditemukan ketidak layakan sesuai PUIL 2011 pada SDP AC terpasang pengaman sebesar 1000 A, luas penampang 4x240 mm2 yang seharusnya 1250 A dan luas penampang 4x300 mm2, LP-3A terpasang pengaman 50 A seharusnya terpasang 63 A, PP-AC-OU-3A dan 3B terpasang pengaman 500 A, luas penampang 4x240mm2 seharusnya terpasang 630 A dan luas penampang 4x300 mm2. Didapatkan perhitungan intensitas pencahayaan pada toilet sebesar 162 lux pada gudang sebesar 78 lux, sehingga dari hasil perhitungan masih jauh dari standart.
Analisis Perbandingan Metode Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Menggunakan Moving Average dan Exponential Smoothing Di PT. PLN Distribusi Jawa Timur Hima Darmawan; Gatut Budiono; Ratna Hartayu
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari salah satunya adalah listrik. Jumlah konsumsinya dari waktu ke waktu cenderung meningkat dan tidak dapat ditentukan secara pasti. Meningkatnya penggunaan energi listrik ini mendorong pihak penyedia untuk mampu mengelola dan mendistribusikan energi listrik secara merata. Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat atau konsumen yang memerlukan energi listrik yang akhirnya dapat menggaggung dan merugikan konsumen. Yang jadi permasalahannya adalah jika energi yang diproduksi dan disalurkan lebih kecil hasilnya keperluan energi yang dibutuhkan atau pemakai listrik tidak dipenuhi dengan maksimal, dan apabila daya dari pembangkit yang disalurkan terlalu berlebihan dari pada yang dibutuhkan, hasilnya akan menjadi penghamburan energi pada PLN. prakiraan kebutuhan energi listrik sangat dibutuhkan untuk memperkirakan kebutuhan energi listrik dan dapat meminimalisir pemborosan energi pada pembangkit dan gangguan kelistrikan pada konsumen. Dalam penelitian ini akan membandingkan 2 metode yaitu Simple Moving Average dan Sigle Exponential Smoothing agar dapat menemukan nilai error MAPE yang rendah/nilai peramalan yang tepat di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan software Ms. Excel dengan menggunakan data tahunan menghasilkan bahwa metode Single Exponential Smothing menghasilkan nilai error yang lebih kecil yaitu pada sektor rumah tangga sebesar 0,040, industri 0,051, bisnis 0,064. Dari penelitian ini dapat dimengerti model Single Exponential Smoothing dapat menghasilkan MAPE yang lebih kecil.
Study Perubahan Pengaman Dalam Upaya Meningkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng Rendi Pratama; Gatut Budiono; Izzah Aula Wardah
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng merupakan tempat untuk melakukan semi perawatan akhir (SPA) dua tahunan, pemeliharaan akhir (PA) empat tahunan, serta perbaikan dan modifikasi sarana perkeretaapian. Ketersediaan energi listrik harus terpenuhi dengan sangat baik, agar perbaikan dan pemeliharaan sarana perkeretaapian setiap tahun tidak terhambat, sehingga sangat diperlukan sistem proteksi yang tepat untuk menjamin keandalan ketersediaan dan pendistribusian energi listrik. Melalui simulasi yang telah dilakukan pada single line diagram sebelumnya, telah mengidentifikasi adanya dua trafo yang mengalami Over Load dari total 5 trafo yang ada. Selain itu, bahwa beberapa busbar mengalami Under Voltage. Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan yang ada di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng melalui upaya evaluasi, simulasi, dan perbaikan single line diagram. Metode simulasi dengan menggunakan aplikasi ETAP 19.0. Pembaharuan pada sistem kelistrikan menggunakan data aktual yang ada di lapangan. Dalam pembaharuan ini, peningkatan kapasitas transformator dengan menggunakan satu transformator dengan tegangan primer 20 kV dan tegangan sekunder 0,4 kV. Rating transformator ditingkatkan menjadi 1500 KVA untuk memenuhi kebutuhan daya yang lebih tinggi. Selain itu, sebagai pendukung proteksi sistem kelistrikan yang ada, ditambahkan proteksi OCR (Overcurrent Relay). Setelah menyelesaikan simulasi terbaru, langkah selanjutnya adalah melakukan tes Gangguan Hubung Singkat untuk memastikan bahwa koordinasi proteksi relay OCR berfungsi dengan baik.
Analisa Kinerja Rele Proteksi Transformator Daya 60 MVA di PT. PLN (Persero) Gardu Induk Buduran Syahril Taufiq Hidayat; Gatut Budiono
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proteksi yang terdapat pada rele OCR (Over Current Relay) dapat berguna sebagai sistem proteksi utama dan cadangan. Bisa disebut proteksi utama dikarenakan terjadinya gangguan hubung singkat terhadap penghantar, bisa disebut sebagai cadangan karena mengalami kegagalan dalam menerima arus gangguan. Untuk menyelesaikan perhitungan arus gangguan hubung singkat dan setting waktu kerja rele pada transformator daya 150 kV yaitu diketahui gangguan hubung singkat tiga fasa pada transformator 6, transformator 4 dan transformator 3 memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 2611,11 Ampere. Nilai setiap sisi primer pada transformator memiliki nilai yang sama yaitu 277,2 Ampere. Waktu perhitungan pada sistem kerja rele OCR (Over Current Relay) yaitu bernilai TD (Time Dial) pada transformator 6 adalah 0,86 detik, transformator 3 adalah 1,1 detik, transformator 4 adalah 0,3 detik dan waktu kinerja rele pada saat respons yaitu bernilai TMS (Time Mean Squeare) pada transformator 6 adalah 0,3, transformator 3 adalah 0,37, dan transformator 4 adalah 0,1 memiliki karasteristrik yaitu standart invers