Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revealing the Framing of the Kanjuruhan Tragedy-Themed Poems in the Jawa Pos Digital Media: Ontological, Epistemological, and Axiological Perspectives Annisa Rizky Fadilla; Esti Swatika Sari; Anwar Efendi; Hartono Hartono
Indonesian Journal of EFL and Linguistics Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(2), November 2023
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/ijefl.v8i2.699

Abstract

The digitalization era considers the media an urgent influencer for various aspects of life. The media's perspective also shapes perspectives and even influences decision-making for the community. Every media has an ideology. Framing analysis is intended to dissect the ideology of the media when constructing facts. On the other hand, the spread of digital media has impacted the ease of publication of literary writings as a factual form of self-expression. Poem as a type of literature has always been popularly chosen by the public because it contains both freedom and aesthetics. This study aims to describe the framing of the Kanjuruhan tragedy-themed poem in the Jawa Pos digital media from ontology, epistemology, and axiology perspectives. This type of research is qualitative. Data analysis descriptively positioned the researcher as the main research instrument. The data collection method uses basic tapping techniques and advanced techniques in the form of notes. The analytical procedure to determine framing is done by reading the poem carefully, analyzing the framing of the poem according to Entman's approach, and summarizing the findings. The results of framing research using an Entman’s approach seen from the depth of the perspective of ontology, epistemology, and axiology show that the poem published by Jawa Pos contains the sharpness of criticism and reflection by raising solidarity on the issue of humanism which indicates the alignment of creators to victims and criticizing state institutions and those in power. These findings add to the diversity of framing research using the Entman approach with new objects in the form of literary works. These results also indicate that framing analysis can clarify the ideology of a media in terms of everything it publishes.
Women's Domination in Their Relationship with Language in the Movie "Tilik The Series" Kunti Zahrotun Alfi; Kastam Syamsi; Anwar Efendi; Hartono Hartono
Indonesian Journal of EFL and Linguistics Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(2), November 2023
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/ijefl.v8i2.716

Abstract

This research aims to describe the dominance of women in the film "Tilik The Series" through dialogue and scenes using note-taking techniques. There were 8 episodes taken as research data. Through this technique, 9 dialogues related to female domination were obtained. The analysis was carried out using Sara Mills' critical discourse analysis. The research results show that in society, women occupy a position as subjects who can voice their opinions through loud speech and physical actions. This is done by the characters Bu Tejo to the parking attendant, Bu Tejo to Nopek, and Yu Ning to Pak Tejo. The actions taken by several figures encouraged village women to do the same. This shows that women have the power to influence other women. Furthermore, women who are abandoned by their husbands receive a low position and negative nicknames in society. The research findings from the film "Tilik: The Series" suggest a significant transformation in the roles and perceptions of women in society. Women are portrayed as subjects who are empowered, capable of leadership, and able to challenge traditional gender norms and stereotypes, while still respecting cultural traditions. This implies a move towards a more gender-inclusive and equitable society where women have a more significant voice and influence in both public and domestic spheres.
OPTIMALISASI PROGRAM BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT MENGGUNAKAN PEMODELAN PROGRAM LINEAR Marwah Dewi Sapitri; Hartono Hartono
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika (Maret)
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pernyataan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dari jumlah bank sampah di Kota Yogyakarta hanya mampu mengurangi sebesar 2% total sampah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model program linear yang optimal pada program bank sampah Kota Yogyakarta dan memaparkan analisis sensitivitas hasil optimal model program linear dari program bank sampah Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian secara terapan dan teori dengan metode program linear sebagai solusi penyelesaian. Penyelesaian model program linear dibantu menggunakan program LINGO 18.0 selanjutnya dianalisis dengan uji sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampah maksimal yang diolah bank sampah sebanyak 7.272,447 kg per hari dari total 481 bank sampah yang meliputi jenis sampah plastik, kertas, logam, dan kaca dengan efesiensi sampah terolah mencapai 12% untuk seluruh bank. Berdasarkan hasil uji sensitivitas, jika terjadi penaikan atau penurunan pada penjualan sampah plastik, kertas, dan kaca serta pendapatan keuntungan dengan tidak melewati nilai batas, baik batas maksimal atau minimal maka tidak mengubah kuantitas sampah yang terkumpul di bank sampah. Sedangkan, pada kendala penyetoran, sampah tereduksi, dan penjualan sampah logam hanya terdapat batas minimal sehingga belum perlu menambahkan sampah yang akan disetorkan, direduksi, dan sampah logam yang dijual melewati batas minimal.Kata kunci: bank sampah, pengurangan sampah, program linear, LINGO, analisis sensitivitas.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI PERKALIAN ALJABAR DITINJAU DARI KESALAHAN SISWA BERDASAR PROSEDUR NEWMAN Anjarwati Anjarwati; Hartono Hartono
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.11753

Abstract

This study is motivated by students' low ability to receive and process problem information, making error analysis necessary to understand conceptual understanding and help teachers determine appropriate learning strategies. The study aims to describe students' conceptual understanding in algebraic multiplication material, analyze the relationship between student errors based on Newman's procedure, and develop learning recommendations. The research employed a descriptive approach combining quantitative and qualitative analysis, with 30 seventh-grade students at a junior high school in Yogyakarta as subjects. Data were collected through conceptual understanding tests, analyzed quantitatively through descriptive statistics in the form of scores and categories, and qualitatively to identify student errors using five Newman stages: Reading Error, Comprehension, Transformation, Process Skill, and Encoding. Results indicate that students' conceptual understanding falls in the fairly good category with an average score of 79.72, with the highest indicator on connect knowledge and the lowest on evaluate thinking and purpose ideas and conjecture. Errors in reading and understanding problems indicate weak conceptual understanding, whereas the ability to construct procedures and write correct answers reflects strong conceptual understanding. Learning recommendations emphasize strengthening basic concepts, complete solution procedures, and developing students' evaluation skills and mathematical idea expression.
Simbol dan Citraan Kuliner: Gastrokritik terhadap Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo Yazid Kamal; Hartono Hartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/kbh91f12

Abstract

Elemen kuliner dalam karya sastra sering kali dipandang sekadar sebagai latar estetika statis, padahal makanan merupakan sistem tanda yang sarat akan muatan sosiokultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi simbol dan citraan kuliner dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo melalui lensa gastrokritik, serta mengungkap bagaimana elemen tersebut merepresentasikan memori kolektif dan realitas sosiopolitik masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Sebanyak 13 puisi dipilih sebagai korpus data menggunakan teknik purposive sampling, yang kemudian dianalisis melalui pembacaan mendalam berprinsip hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol kuliner, khususnya Kaleng Khong Guan, bertransformasi dari sekadar wadah komoditas menjadi lieux de mémoire (situs memori) yang merekam identitas kultural perayaan Lebaran sekaligus trauma fragmentasi sosial. Penelitian ini mengakui sifat intermedialitas yang kuat pada objek tersebut, di mana Joko Pinurbo melakukan literarisasi terhadap fenomena meme digital populer yang memparodikan ketiadaan figur ayah sebelum mengangkatnya ke dalam teks sastra. Dialektika citraan sensoris, terutama kontras antara rasa ‘renyah’ dan ‘getir’, berfungsi sebagai metafora ketabahan individu dalam mengonsumsi pahitnya kenyataan hidup. Kebaruan penelitian ini terletak pada pergeseran fokus analisis dari ranah domestik menuju kritik sosiopolitik makro. Berbeda dengan penelitian Ambarwati et al. (2020) yang menitikberatkan pada krisis relasi keluarga di ruang privat, temuan penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas di meja makan merupakan mikrokosmos dari intervensi negara. Melalui narasi satir “Ayah dipinjam negara”, teks mengonstruksi fenomena fatherless sebagai representasi ketiadaan sosok pengayom dalam struktur bangsa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi gastrokritik dan sosiologi memori mampu membedah aktivitas profan di meja makan sebagai situs yang merekam luka kolektif sebuah bangsa akibat intervensi kekuasaan.