Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BIOGAS DENGAN MENGGUNAKAN KOTORAN SAPI SEBAGAI BAHAN BAKU DENGAN KELOMPOK TANI-TERNAK OTAN I DI DESA OTAN KECAMATAN SEMAU KAB, KUPANG Woro Sundari; Moresi M. Airtur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.408 KB)

Abstract

Otan merupakan sebuah desa di pulau Semau yang terletak di bagian barat pulau Timor dan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Kupang. Mata pencaharian utama masyarakat desa Otan adalah sebagai petani, peternak dan nelayan. Dalam bidang peternakan sendiri yang paling dominan di desa ini adalah sapi dengan jumlah ± 112 ekor, kambing dan babi. Kotoran (feses) sapi yang setiap harinya mencapai 2000-an kg (2 ton) yang ditimbun disekitar kandang menjadi limbah yang dibiarkan begitu saja, Limbah peternakan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan jika dilakukan pengolahan secara terpadu, seperti pembuatan pupuk organik dan biogas. Gas yang dihasilkan oleh digester biogas akan digunakan untuk memasak, sedangkan slurry sisa proses biogas bisa digunakan oleh mitra kelompok tani “Boa Blingin” sebagai pupuk organik untuk tanaman di kebun. Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber energy biogas dan pupuk organik inilah yang diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan peternakan serta pertanian yang ramah lingkungan.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERBASIS POTENSI LOKAL DI JEMAAT IMANUEL ENOKAKA, KABUPATEN KUPANG Astin Elise Mau; Fadlan Pramatana; Nixon Rammang; Norman Riwu Kaho; Peters Oktovians Bako; Moressi Morison Airtur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18888

Abstract

Unsur hara yang diserap oleh tanaman merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan dapat bersumber dari tanah maupun pupuk. Penggunaan pupuk organik berdampak positif terhadap keberlanjutan tanah dan lingkungan namun kurang efektif secara ekonomi karena membutuhkan biaya produksi yang cukup tinggi. Salah satu cara yang cukup efektif agar tetap memanfaatkan pupuk organik sambil menekan biaya produksi adalah dengan memanfaatkan potensi lokal yang mudah dan dapat diperoleh secara gratis sebagai bahan baku pupuk organik. Masyarakat anggota kelompok tani yang merupakan anggota jemaat Imanuel Enokaka tinggal di sekitar kawasan hutan Sisimeni Sanam sehingga potensi lokal bahan organiknya cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan namun penggunaan pupuk kimia juga masih sangat tinggi sehingga masyarakat perlu dibekali dengan cara pembuatan pupuk organik dalam hal ini bokashi berbasis potensi lokal agar pemanfaatannya dapat dimaksimalkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali masyarakat pengetahuan tentang manfaat dan cara pembuatan pupuk bokashi dengan menggunakan potensi lokal yang ada. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi pelatihan dan praktek pembuatan pupuk bokashi secara langsung. Masyarakat sebagai peserta pelatihan terlihat sangat antusias yang ditandai dengan keaktifan mereka didalam menyediakan bahan baku pembuatan bokasi yang bersumber dari potensi lokal setempat serta keaktifan mereka didalam berdiskusi dengan pemateri dan tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kesadaran akan pentingnya penggunaan pupuk organik perlu ditanamkan kepada masyarakat petani untuk keberlanjutan lahan dan lingkungan.