Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Educating dengue hemorrhagic fever to Jumantik Cadres using mobile application for mosquito nest eradication Kholis Ernawati; Indah Kurnianingsih; Nurmaya Nurmaya; Muhamad Fathurahman; Muchamad Rinaldy; Keysha Farach Dwikhanza; Putri Alfira; Salsabila Azmi Qatrunnada; Rifda Wulansari
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 3 (2023): August 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i3.9405

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) cases are rising due to community efforts to eliminate mosquito nests. This impacts how people act. Community educators known as "Jumantik cadres" are using the YARSI University DHF Counseling Mobile Application. This app was created by YARSI University researchers in 2019-2020 and was introduced in Ciseeng village on July 29, 2021. Fifteen cadres learned to use it both online and offline. They were tested with surveys about DHF knowledge. Results showed limited understanding after using the app (e.g. only 13.3% understood headaches, 40% knew about nausea). Interviews also helped understand app use. Interestingly, 40% knew about the Aedes aegypti mosquito's life cycle. Some wrong ideas persisted (26.7% thought birds' drinking spots couldn't breed mosquitoes, and 53.3% understood mosquito bites). The YARSI app was liked for being easy to use. It helps Jumantik cadres educate and increase awareness about DHF. By using this app, they can share knowledge and fight against DHF more effectively.
TINGKAT KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DAN KESIAPAN TEKNOLOGI DALAM PEMBANGUNAN INKLUSIF DESA KADUBELANG PANDEGLANG Endang Purwaningsih; Muhamad Fathurahman; Basrowi Basrowi
Jurnal ADIL Vol 16 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v16i2.5765

Abstract

Desa Kadubelang, yang terletak di Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, dikategorikan sebagai desa tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2023. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran hukum, keterbatasan infrastruktur teknologi, minimnya partisipasi masyarakat, serta lemahnya kelembagaan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesadaran hukum masyarakat dan kesiapan teknologi dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kepada 50 responden yang mewakili berbagai unsur masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat tergolong rendah dengan rata-rata skor 2,3 dari skala 4.0, sementara kesiapan teknologi juga masih terbatas dengan skor rata-rata 2,0. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (r = 0.552; p < 0.01), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kesadaran hukum sejalan dengan kesiapan teknologi masyarakat. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi antara literasi hukum dan literasi digital dalam mendorong transformasi menuju Smart Village. Penelitian ini merekomendasikan model pemberdayaan berbasis literasi digital, penyuluhan hukum, penguatan lembaga ekonomi desa, serta optimalisasi teknologi digital termasuk artificial intelligence (AI) sebagai strategi percepatan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Desa Kadubelang.
Branding, Artificial Intelligence, dan Tradisi Berdesa dalam Membangun Kinerja Inovasi BUMDesa Endang Purwaningsih; Muhamad Fathurahman; Basrowi Basrowi; Nabila Salim; Achmad Said Agil
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i3.9189

Abstract

The purpose of this PkM is to empower partners in terms of law, management and technology, the focus of community service is to build an innovative spirit to support brand implementation, the community service team created a company profile website as well as e-commerce bumdeskadumaneuh.com, registered a trademark, while Artificial Intelligence is used to build an innovative creative spirit, which supports brand implementation, which ultimately supports measurable innovation performance from the dimensions of managerial innovation, process and product. Strengthening Village Traditions has an impact on the resilience and sustainability of BUMDesa, so innovation based on village inclusivity supported by the application of AI, branding optimization based on trademark ownership, is expected to be able to boost the commercialization of BUMdesa Kadumaneuh products. This PkM activity has been carried out using training and counseling methods as well as assistance in law, IT, and marketing management. Partner knowledge has also increased by an average of above 30%, and legal, management and technology problems have been resolved well. The outputs achieved are the availability of a web company profile along with e-commerce https//bumdeskadumaneuh.com and AI access to support product and service innovation, the registration of the trademarks "Nah&Neh" and "du Maneuh" for pandan mat and Emping Mlinjo producers, improving managerial quality and efficiency, increasing BUMDesa performance, and increasing the empowerment of partner services in the commercialization of micro-business products
TRANSFORMASI DESA CISEENG KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT MELALUI PENGUATAN BUMDES, LAYANAN DESA, DAN TEKNOLOGI INFORMASI Endang Purwaningsih; Chandra Yusuf; Muhamad Fathurahman; Ananda Nida Setialin; Dinda Adzkia; Farel Fathin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol 3 No 2 (2026): JUPITER Agustus 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jupiter.3.2.133

Abstract

Transformasi desa menjadi ekosistem cerdas memerlukan penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi informasi secara efektif untuk mendukung tata kelola serta pelayanan publik. Tantangan utama yang dihadapi Desa Ciseeng meliputi kapasitas kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang belum optimal sebagai penggerak ekonomi lokal, serta terbatasnya penggunaan teknologi informasi dalam mendukung layanan desa dan mempromosikan potensi daerah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes dan mendukung digitalisasi desa melalui pengembangan situs web company profile. Metode yang diterapkan mencakup observasi, analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, fasilitasi, dan evaluasi. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen observasi, kuesioner pre-test dan post-test, wawancara terstruktur, serta lembar evaluasi kepuasan peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan efektivitas program. Dengan peserta mitra berjumlah 27 orang yang terdiri atas pengelola BUMDes dan perangkat desa, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan sebesar 42,8% dalam pemahaman mengenai tata kelola kelembagaan, digitalisasi layanan desa, dan pengelolaan situs web company profile sebagai media informasi dan promosi desa, serta terbentuknya platform www.desaciseeng.id. sebagai sarana penyebaran informasi, promosi, dan pendukung layanan. yang dikembangkan memuat profil desa dan BUMDes, informasi layanan, serta potensi lokal yang dapat diakses oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan. Program ini berkontribusi pada penguatan kelembagaan dan transformasi digital sebagai komponen mendasar dalam membangun ekosistem cerdas desa yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.