Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Packaging, Rebranding dan Digital Marketing Pada BUMDes Sri Sedana Munduk Temu, Tabanan Ni Putu Rita Sintadevi; Putu Sandra Putri Astariani; Kadek Dwi Cahaya Putra; Ketut Vini Elfarosa; Gede Sedana Wibawa Yasa; A. A. Ayu Mirah Kencanawati
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.532

Abstract

BUMDes memiliki potensi dalam peningkatan PADes (Pendapatan Asli Desa) yang dapat menunjang pembangunan desa. Sebagai desa penghasil kopi robusta terbesar di Kabupaten Tabanan, Desa Munduktemu melalui BUMDes Sri Sedana Munduktemu diharapkan mampu mengelola potensi desa sehingga dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan desa. Hadirnya BUMDes Sri Sedana dalam menyerap hasil pertanian petani lokal diharapkan dapat menguatkan potensi desa, membuka lapangan kerja, hingga memberi kesejahteraan bagi petani. Untuk dapat meningkatkan pendapatannya, maka BUMDes harus dapat menjual produk-produk yang dimilikinya. Beberapa kendala yang dihadapi BUMDes Sri Sedana dalam memasarkan produknya yaitu produk BUMDes kalah bersaing dalam penjualan secara konvensional maupun daring. Oleh karenya, pengelolaan dalam bidang pemasaran sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk rebranding BUMDes melalui metode pelatihan packaging, rebranding dan digital marketing. Langkah awal yang dilakukan adalah observasi. Kemudian implementasinya berupa pelatihan, pembuatan logo, design, dan media sosial. Dengan adanya pengabdian ini, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan nilai jual dan daya saingnya sehingga dapat memasarkan produk lebih luas lagi. Adapun hasil pengabdian ini yaitu BUMDes memiliki branding produk kopi dengan nama Temu Coffee, design logo dan packaging, serta media sosial yang digunakan sebagai sarana promosi.
Strategi Pengelolaan SDM dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di PUM AirNav Indonesia Denpasar Inas Nabila; A.A. Ayu Mirah Kencanawati; Putu Sandra Putri Astariani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan pada Pelaksana Unit Management (PUM) AirNav Indonesia Cabang Denpasar, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi selama kegiatan magang, wawancara semi-terstruktur dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan SDM, dan dokumentasi perusahaan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan SDM dilaksanakan melalui perencanaan kebutuhan tenaga kerja berbasis analisis beban kerja, pengembangan kompetensi melalui program Learning and Development, penguatan komunikasi internal, pemanfaatan sistem digital SAP dan Insight, serta evaluasi kinerja yang terintegrasi. Strategi tersebut didukung oleh komitmen manajemen, budaya kerja kolaboratif, dan tersedianya program pengembangan kompetensi. Namun, implementasinya masih menghadapi keterbatasan jumlah pegawai, kebijakan pemenuhan tenaga kerja yang terpusat, koordinasi antarunit yang belum konsisten, keterbatasan anggaran, serta infrastruktur teknologi yang belum merata. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan SDM yang terintegrasi dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan efektivitas kerja. Perusahaan disarankan memperkuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kompetensi berbasis teknologi, pengelolaan beban kerja, pembaruan infrastruktur digital, dan evaluasi kinerja berkelanjutan secara adaptif, terukur, dan konsisten.