Dwi Astuti
Kesehatan masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE LINGKUNGAN RUMAH TANGGA Rezania Asyfiradayati; Windi Wulandari; Dwi Astuti; Mitoriana Porusia; Aryani Pujiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17013

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh vektor. Keberadaan kader kesehatan desa sangat bermanfaat terlebih dalam penanganan kasus DBD. Pengetahuan mengenai infeksi dengue dan cara pengendalian infeksi dengue serta cara yang tepat dalam pengendalian penyakit DBD penting diberikan kepada kader kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terkait infeksi dengue serta pengendaliannya dan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengurasan bak penampungan air bersih yang benar. Pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan kepada kader kesehatan Desa Tegalsari sebanyak 32 kader kesehatan. Kegiatan pengabdian diawali dengan need assesment, penyuluhan dan dilanjutkan dengan pendampingan. Evaluasi hasil pengabdian ini menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang diberikan kepada kader kesehatan sebagai peserta pengabdian, dari hasil tersebut diketahui terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari 85% menjadi 93,1% dan meningkatnya keterampilan kader kesehatan dalam menyampaikan informasi terkait cara menguras bak penampungan air. Diharapkan adanya penuluhan ini bisa menurunkan angka kejadian DBD di wilayah Tegalsari.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by a virus and spread by vectors. The existence of village health cadres is very useful especially in handling DHF cases. Knowledge about dengue infection and how to control dengue infection and the right way to control DHF is important to be given to health cadres. The purpose of this community service is to increase the knowledge of health cadres regarding dengue infection and its control and to improve the skills of health cadres in providing information to the public regarding the correct draining of clean water tanks. The service was carried out by counseling and mentoring methods for 32 health cadres in Tegalsari Village. Community service activities begin with a need assessment, counseling and continued with mentoring. The results of this service revealed that there was an increase in the knowledge of health cadres from 85% to 93.1% and an increase in the skills of health cadres in conveying information related to how to drain water tanks. It is hoped that this extension can reduce the incidence of DHF in the Tegalsari region
PELATIHAN PEMANFAATAN FIGMA SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES ORIENTASI MAHASISWA PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT X Tyra Fitriya; Kusuma Estu Werdani; Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36532

Abstract

Abstrak: Rumah sakit menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik, peluang untuk mendapatkan ilmu yang nyata dan memperluas harapan karier di masa depan. Agar praktik klinis berjalan optimal, mahasiswa perlu dibekali orientasi lingkungan kerja rumah sakit. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ialah untuk membangun sebuah media pada kegiatan orientasi dengan memanfaatkan Figma untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X. Tahap kegiatan ini antara lain menyiapkan materi dan membuat kerangka konsep, menyusun serta pemilihan warna materi, proses input materi, penggunaan prototype, uji coba dan evaluasi. Rumah Sakit X yang berperan sebagai mitra utama dalam keberlangsungan kegiatan PKM ini dan mahasiswa praktik klinis sebagai peserta yang menerima materi orientasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media Figma dinilai lebih praktis inovatif dan menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, Figma dianggap layak untuk digunakan sebagai media baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X dengan persentase mencapai 90%. Namun, diketahui bahwa materi yang tersedia belum sepenuhnya lengkap karena terdapat pembaruan isi materi dari materi yang ada sebelumnya. Selain itu untuk visual materi dinilai kurang eye catching, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar terlihat atraktif dan menarik.Abstract: Hospitals are an important element in the student education system to be able to apply theory into practice, opportunities to gain real knowledge directly and expand future career expectations. In order for the continuity of clinical practice to run smoothly and in accordance with the goals, students need to be given orientation to the hospital work environment. The purpose of the Community Service (PKM) activity is to build a media for orientation activities by utilizing Figma to increase the effectiveness and efficiency of clinical practice students at hospital X. This stage of activities includes preparing materials and creating a conceptual framework, compiling and selecting material colors, material input process, use of prototypes, trials and evaluations. Hospital X, which acts as the main partner in the continuity of this PKM activity, and clinical practice students as participants who receive orientation materials. The results of the activity show that the use of Figma media is considered more practical, innovative, and interesting. Based on the results of interviews with related parties, Figma is considered suitable for use as a new medium in the orientation activities of clinical practice students at Hospital X with a percentage reaching 90%. However, it is known that the available material is not completely complete because there is an update of the content of the material from the previous material. In addition, the visual material is considered less eye-catching, so it is necessary to make some adjustments to make it look attractive and attractive.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Windi Wulandari; Dwi Astuti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Salsabila Purnamasari; Athania Diva Casimira; Jenita Berlian Nindyasari; Widya Kusuma Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38288

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Desa Batan, Boyolali. Keterbatasan fasilitas pemilahan dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara individu melalui pembakaran, penimbunan, atau pembuangan ke sungai yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendirian bank sampah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan media powerpoint, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktis. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu PKK sebanyak 21 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan hasil antara skor pre-test dan post-test sejumlah 10 soal yang disertai dengan observasi selama sesi pelatihan, indikator keberhasilan dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pengurus bank sampah bisa menjalankan tahapan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah dengan rata-rata skor meningkat sebesar 13.45%, bersamaan dengan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola bank sampah sebesar 41%. Pendirian bank sampah dan pelatihan ekoenzim menjadi solusi nyata masyarakat bagi permasalahan sampah di Desa Batan.Abstract: Waste management remains a critical challenge in Indonesia, including in Batan Village, Boyolali. The lack of sorting facilities and village-level management systems has led residents to manage waste individually through burning, burying, or disposing of it into rivers, all of which adversely affect health and the environment. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of partners in sustainable household waste management through the establishment of a waste bank. The methods employed included socialization using PowerPoint presentations, Focus Group Discussions (FGD), and practical training. The target participants were 21 members of the local Family Welfare Movement (PKK). Activity evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores via a 10-item questionnaire, supplemented by observations during the training sessions. Success indicators were defined by an increase in knowledge and the ability of the waste bank management team to execute operational stages. Results demonstrate that the program successfully improved waste management knowledge, with average scores increasing by 13.45%, alongside a 41% enhancement in the partners' capacity to manage the waste bank. The establishment of the waste bank and eco-enzyme training serve as tangible solutions for the community to address waste-related issues in Batan Village.