Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Negara Dalam Distribusi Kekayaan (Perspektif Ekonomi Islam) Zakiyah, Kuni
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jie.v2i1.88

Abstract

One of the most fundamental objectives of Islam is to bring happiness (Falah) for all Moslems both in the world and in the Hereafter and to realize the brotherhood among members of the Moslems community. This objective cannot be achieved if there are inequality and injustice in the distribution of wealth among society, the gap between the rich and the poor is still widening and there is class conflict/class struggle in society. In order to realize a fair distribution of wealth, fair and equitable, enforceable by means of the mechanisms of economic and non-economic mechanisms. Economic mechanism directed towards the productive sector, whereas non-economic mechanism, is not through productive economic activity, but through non-productive activities, for example, zakat, inheritance, and sodaqoh sunnah.
Frugal Living, Strategi Mengelola Aset Ataukah Life style Zakiyah, Kuni
AL-UJRAH Vol 2 No 02 (2023): Al-Ujrah: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekomoni Syariah STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/alujrah.v2i02.227

Abstract

Harga-harga barang yang mahal dan bahkan disebut tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah merupakan dampak dari penerapan ekonomi kapitalis. Frugal living dapat diartikan sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap sejumlah uang yang digunakan untuk konsumsi. Namun, secara konsep diartikan sebagai gaya atau cara dalam mengalokasikan sejumlah dana sesuai kebutuhan sehingga tidak berlebihan. Melalui gaya hidup frugal living, orang akan menggunakan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhannya. Setiap pengeluaran akan dipertimbangkan secara sadar, serta dengan analisis dan strategi yang cukup matang untuk menggunakan sejumlah uang dalam bertransaksi. Secara sekilas, frugal living memang seolah merupakan solusi kreatif di tengah himpitan ekonomi saat ini. Namun, jika kita cermati, kemunculan frugal living ini didorong oleh kesulitan memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang mahal yang tidak terjangkau mayoritas masyarakat, seperti rumah dan mobil. Selain itu, sebagian orang mengadopsi frugal living sebagai reaksi dari gaya hidup hedonistik dan konsumtif dari kaum sosialita yang meluas di tengah masyarakat. Sesungguhnya, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan aturan yang sangat lengkap dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk terkait pembelanjaan harta. Islam memerintahkan keluarga muslim untuk mengatur keuangan agar tidak terjebak pada pembelanjaan yang diharamkan atau tidak disukai Allah Ta’ala
Jejak Hijau TOGA Mahasiswa KKN Uniwara di Tanah Desa Kemantrenrejo, Kabupaten Pasuruan Zakiyah, Kuni; Dermawan, Akbar Satria; Farosanti, Lafnidita; Ula, Wardah Febrianas; Hidayah, Nilna Bariroh
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v4i2.219

Abstract

The TOGA Green Trail program conducted by students from the 10th Community Service Program (KKN) of PGRI Wiranegara University (Uniwara) in Kemantrenrejo Village, Rejoso District, Pasuruan Regency, aims to revive the tradition of using herbal plants to support health while creating productive green spaces. The implementation method involves several stages: field observation to determine strategic locations, land clearing, preparation of planting media consisting of soil and rice husk ash, planting of family medicinal plant seedlings, landscaping with fencing and decorations, and technical guidance on plant care provided to the Head of Neighborhood Association (RW) 02 as a community representative. The results demonstrate the creation of a TOGA garden that is not only ecologically and health-beneficial but also has the potential to provide economic value and leave a lasting contribution to the village community even after the KKN program has concluded.
INTEGRATION OF INNOVATION AND TRADITION: COMPETITIVE ADVANTAGES OF ISLAMIC BOARDING SCHOOLS IN THE WORLD OF EDUCATION Alfin, Vian Miati; Zakiyah, Kuni; Badria, Badria; Elsanda, Elit; Muslifah, Muslifah; Husna, Ilaika Samaul
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze how Islamic boarding schools have succeeded in integrating religious education traditions with modern innovations in order to maintain the relevance of their education in the digital era. Islamic boarding schools, which are known for their yellow book-based teaching systems and deep understanding of the Islamic religion, are now faced with the challenge of maintaining the authenticity of traditions while accommodating technological developments. The main findings of this research show that Islamic boarding schools not only maintain traditional teaching methods, but also adopt modern educational technology innovations, such as the use of digital platforms (WhatsApp, Zoom) to expand the reach and flexibility of learning, without reducing the face-to-face interactions that are essential in Islamic boarding school education. Other innovations are also implemented in the operational management of Islamic boarding schools through digital systems for data management, finances and internal activities, which increase efficiency and transparency. This research also highlights the role of Islamic boarding schools in preserving Islamic culture and local traditions, by utilizing technology to document and promote this culture to a wider audience. Overall, this research shows that the integration of innovation and tradition in Islamic boarding schools allows them to remain relevant as educational institutions and centers for preserving Islamic culture that are adaptive to current developments.
Metode Ice Breaking Pembelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Kenyamanan Emosional Siswa Kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan Bariroh, Nilna; Zakiyah, Kuni
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode ice breaking dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis sebagai upaya meningkatkan kenyamanan emosional dan kesiapan belajar siswa kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diterapkan pada awal, tengah, dan akhir pembelajaran melalui kegiatan seperti tepuk semangat, tepuk selamat pagi, permainan konsentrasi, gerak tubuh sesuai instruksi angka, serta aktivitas menulis harapan di papan tulis. Penerapan kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya semangat belajar, berkurangnya rasa kantuk, terciptanya suasana yang rileks, serta meningkatnya fokus dan kenyamanan emosional siswa selama pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan ruang gerak, dan kebutuhan guru untuk terus memodifikasi variasi ice breaking. Upaya mengatasinya dilakukan melalui manajemen kelas yang lebih adaptif dan pemanfaatan media sederhana. Kesimpulannya, ice breaking merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kenyamanan emosional dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode ice breaking dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis sebagai upaya meningkatkan kenyamanan emosional dan kesiapan belajar siswa kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diterapkan pada awal, tengah, dan akhir pembelajaran melalui kegiatan seperti tepuk semangat, tepuk selamat pagi, permainan konsentrasi, gerak tubuh sesuai instruksi angka, serta aktivitas menulis harapan di papan tulis. Penerapan kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya semangat belajar, berkurangnya rasa kantuk, terciptanya suasana yang rileks, serta meningkatnya fokus dan kenyamanan emosional siswa selama pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan ruang gerak, dan kebutuhan guru untuk terus memodifikasi variasi ice breaking. Upaya mengatasinya dilakukan melalui manajemen kelas yang lebih adaptif dan pemanfaatan media sederhana. Kesimpulannya, ice breaking merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kenyamanan emosional dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadis.
Akuntansi Karbon dan Akuntabilitas Lingkungan dalam Perspektif Ekonomi Syariah Zakiyah, Kuni; Yuliastuti, Rika
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.187-195

Abstract

Climate change has become a global issue that demands active involvement across various sectors, including accounting. Within the context of Islamic finance, carbon accounting serves as an essential instrument to realize ecological responsibility in alignment with the principles of maqashid al-shariah. This article aims to construct a conceptual framework for sharia-based carbon accounting, examine its implications for organizational decision-making, and analyze it within the perspective of Islamic economics to prevent the capitalization of the environment solely for business interests. Using a literature review and normative analysis approach, this study concludes that sharia-compliant carbon accounting can serve as an instrument of environmental accountability that promotes the application of Islamic ethics in sustainable business governance.