Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kerai Payung (Fillicium Decifiens) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermis Gadis Minanda Fauziah Purba; Idaman Lase; Reh Malem br Karo; Razoki Lubis; Finna Piska
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v8i1.3786

Abstract

Sunshade (Fillicium decipiens) is a member of the Sapindaceae family, including some active antibacterial substances. To determine the antibacterial activity of Fillicium decipiens leaf ethanol extract gel against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermis bacteria, this study produced Fillicium decipiens leaf ethanol extract gel preparations using various extract concentrations and other formulations. Fillicium decipiens leaf extraction method by maceration using 96% ethanol. Prepare Fillicium decipiens leaf ethanol extract gel formulation using carbopol 940 base using various concentrations of Fillicium decipiens leaf ethanol extract, each 5%, 10%, and 15%. Gel preparations were tested for the physical properties of the gel, including an organoleptic test, pH test, homogeneity test, and spreadability test. As a result of organoleptic tests, the ethanol extract gel preparation of Fillicium decipiens leaves in each formula, namely F0 (clear color, extract aroma, semi-solid), F1 (greenish-brown color, extract aroma, semi-solid), F2 (greenish-brown color, extract aroma, semi-solid), F3 (greenish brown in color, parasol extract, relatively viscous), for the homogeneity test of the gel preparation formula, it was obtained entirely homogeneous. The formulation that produced the highest inhibition against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermis bacteria was formulation 3 (15% concentration of Fillicium decipiens leaf extract), where the inhibition zone obtained was 17.99 mm for Propionibacterium acne and 17.45 mm for Staphylococcus epidermis.
Uji Aktivitas Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis L.) Sebagai Antidiabetes Terhadap Tikus Putih Jantan yang di Induksi Aloksan Razoki Lubis; Khansa Sabira; Erida Novriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6975

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat kegagalan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, maupun kombinasi keduanya. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah.
Uji Aktivitas Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis L.) Sebagai Antidiabetes Terhadap Tikus Putih Jantan yang di Induksi Aloksan Razoki Lubis; Khansa Sabira; Erida Novriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7108

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek antidiabetes sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah