Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Aktivitas Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis L.) Sebagai Antidiabetes Terhadap Tikus Putih Jantan yang di Induksi Aloksan Razoki Lubis; Khansa Sabira; Erida Novriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6975

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat kegagalan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, maupun kombinasi keduanya. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah.
Uji Aktivitas Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus Altilis L.) Sebagai Antidiabetes Terhadap Tikus Putih Jantan Yang Di Induksi Aloksan Khansa Sabira; Razoki Razoki; Erida Novriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7107

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek antidiabetes sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah
Uji Aktivitas Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis L.) Sebagai Antidiabetes Terhadap Tikus Putih Jantan yang di Induksi Aloksan Razoki Lubis; Khansa Sabira; Erida Novriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7108

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek antidiabetes sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume): Novia Agustini Irmasyari Siregar; Roy Indrianto Bangar; Erida Novriani
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i1.7530

Abstract

Porang tuber (Amorphophallus muelleri Blume) is a potential natural resource that can be developed as an active ingredient in cosmetic preparations, particularly liquid soap. This study aimed to formulate and evaluate liquid soap containing porang tuber extract and to determine its physical quality characteristics. The tubers were extracted by maceration using 70% ethanol. Prior to extraction, simplicia characterization was performed, including determination of moisture content, water-soluble extractive, ethanol-soluble extractive, total ash, and acid-insoluble ash. Phytochemical screening was carried out to identify secondary metabolites. The extract was formulated into liquid soap preparations with concentrations of 3%, 5%, and 8%. The evaluation included organoleptic tests, pH measurement, foam height test, irritation test, and hedonic test. The results of simplicia characterization showed that all parameters met the requirements of the Herbal Pharmacopeia. Phytochemical screening indicated the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. The formulated liquid soaps showed acceptable physical characteristics, pH values within the Indonesian National Standard range (8–11), adequate foam formation, and no skin irritation. Hedonic testing demonstrated that all formulations were acceptable to panelists. It can be concluded that porang tuber extract has potential as a natural active ingredient in liquid soap formulations.
Analisis Kandungan Total Lemak pada Food Replacement (X) dan Fermentasi Akar Teratai (Nelumbo nucifera) Cut Rahil Sofia; Roy Indrianto Bangar; Erida Novriani
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.7794

Abstract

This research relies on the analysis of fat content from the food replacement product (x) and lotus root (nelumbo nucifera) fermentation by utilizing the Soxhlet method. The experiment was conducted by extraction using n-hexane solvent for six hours. The fat content was determined based on the difference in weight after extraction. The findings showed that the fat content in the food replacement product (x) reached 63.60%, while in the lotus root fermentation it was 89.19%. These high numbers are influenced by the composition of the ingredients used, the effectiveness of nonpolar solvents, as well as changes in the matrix structure due to fermentation which increases lipid accessibility. The fermentation process, which lasted for 22 days, enhances enzymatic effectiveness that damages cell walls, thereby facilitating the extraction of lipophilic compounds. The results of this study indicate that fermentation can increase the measurement of fat in plant-based food materials, but the figures obtained reflect the fat that was successfully extracted, not pure fat. According to regulations in Indonesia, there is not yet a maximum limit for fat content in foods for special nutritional needs.
Description of Diabetes Mellitus Patients' Knowledge Regarding Type 2 Diabetes Mellitus Treatment at Royal Prima Hospital Medan Rachel Adriany Br Sinaga; Erida Novriani; Roy Indrianto Bangar S
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v13i1.1000

Abstract

Management of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) as a chronic pathology highly depends on the synergy between pharmacological interventions and lifestyle modifications. Patient health literacy plays a crucial role in determining the effectiveness of glycemic control and the prevention of long-term complications. This research aims to map the patient knowledge profile while identifying the determinant factors influencing it at Royal Prima Hospital, Medan. Utilizing a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach, this study involved 100 respondents recruited through an accidental sampling technique. The research instrument employed an adapted version of the DKQ-24 questionnaire. Univariate analysis results confirmed that the majority of respondents (79%) possessed adequate understanding regarding their treatment regimen. Based on the Chi-Square test, a significant correlation was found in the gender variable ($p = 0.044$), while other demographic and clinical variables showed no meaningful association. Furthermore, binary logistic regression testing demonstrated a lack of simultaneous influence from all independent variables on the level of patient knowledge.