Indri Puji Lestari
Institut Citra Internasional

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Labu Siam terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Dian Desiyana; Indri Puji Lestari; Maryana Maryana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2093

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi non farmakologis salah satunya dengan jus labu siam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah puskesmas melintang kota pangkalpinang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperiment dengan pretest – posttest with control group. dengan uji T-test dengan hasil berupa univariat dan bivariat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penderita penyakit hipertensi di puskesmas melintang kota pangkalpinang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 22 orang. Kelompok dibagi menjadi 2 yaitu kelompok intervensi 11 orang dan kelompok kontrol 11 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh rata-rata tekanan darah mengalami penurunan dari 155.71/95.31 mmHg menjadi 148.55/90.24 mmHg setelah pemberian perlakuan. Hasil analis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik p-value yaitu 0.000 (p-value<0,05) dan diastolik p-value yaitu 0,004 (p-value<0.05) kelompok yang diberikan jus labu siam selama 5 hari berturut-turut. Saran dari penelitian ini adalah agar jus labu siam dapat dijadikan sebagai terapi non famakologis untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
Pengaruh Intensitas dan Jenis Pemakaian dalam Penggunaan Gadget terhadap Tingkat Emosional pada Anak Usia Sekolah Mariyama Mariyama; Indri Puji Lestari; Indah Permata Sari
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.1564

Abstract

Gadget adalah sebuah istilah berasal dari bahasa Inggris yaitu perangkat elektronik kecil yang memiliki tujuan dan fungsi khusus untuk mengunduh informasi-informasi terbaru dengan berbagai teknologi maupun fitur terbaru, sehingga membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet pc, video game dan juga telepon seluler atau smartphone. Tujuan penelitian ini adalah Pengaruh intensitas dan jenis pemakaian dalam penggunaan gadget terhadap tingkat emosional pada anak usia sekolah di SD Negeri 04 Koba tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian cross sectional Populasi dalam penelitian ni adalah seluruh siswa yang sekolah di SD 04 Koba 315 siswa. Besaran sampel pada penelitian ini adalah 82 responden yang dipilih dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada Pengaruh yang bermakna antara intensitas , dengan nilai ρ value (0,001) < α (0,05) dan jenius pemakaian didapatkan nilai ρ value (0,007) < α (0,05) artinya ada Pengaruh yang bermakna antara intensitas dan jenis pemakaian terhadap Pengaruh pada anak usia 7-12 tahun. Gadget memang sangat berguna bagi kehidupan, namun kegunaan tersebut harus digunakan secara positif. Bagi anak yang terlalu dini kegunaan gadget masih terlalu awam. Anak memakai gadget hanya untuk bermain.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Meningkatnya Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Indri Puji Lestari; Riza Savita
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i1.112

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan dan minuman lain (termasuk air jeruk, madu dan air gula) sampai usia bayi 6 bulan. Untuk Provinsi Kepulawan Bangka Belitung pada tahun 2021 sebanyak 65,53 %. Pemberian ASI Eksklusif. Untuk Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat pada tahun 2019 sebanyak 188 bayi, pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 419 bayi dan tahun 2021 meningkat kembali sebanyak 484 bayi. Manfaat ASI bagi bayi dapat membantu kehidupannya dengan baik, mencegah infeksi dan membuat bayi menjadi kuat sedangkan pada ibu dapat memulihkan diri dari proses persalinan, membantu kontraksi rahim dengan cepat dan memperlambat perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain Cross Sectional dan uji Chi Square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang memiliki bayi umur 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2021 sebanyak 91 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan (p = 0,001), umur (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,000) dan paritas ibu (p = 0,001) dengan meningkatnya ASI Eksklusif.Saran dari penelitian ini bahwa untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan khususnya tentang ASI Eksklusif agar menambah wawasan bahwa pentingnya memberikan ASI Eksklusif.
Persepsi Kelompok Orang dengan Kondisi Penyerta Komorbid Hipertensi terhadap Pelayanan Vaksinasi COVID-19 Ardiansyah Ardiansyah; Indri Puji Lestari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.323 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.4540

Abstract

This study aims to see how groups of people with hypertension comorbid conditions perceive the COVID-19 vaccination service. The research design uses qualitative methods with a phenomenological approach. The results of this study indicate that all participants claimed to want to be vaccinated but were influenced by several obstacles, especially the participants' health conditions; participants considered vaccination a requirement for administrative purposes, public activities, and others. Participants assessed that there was an element of coercion to make it mandatory in the implementation of COVID -19. In conclusion, the perception of groups of people with comorbid conditions of hypertension towards COVID-19 vaccination services produces four main themes, namely Knowledge of COVID-19 vaccination, barriers to receiving COVID-19 vaccination, mandatory vaccination as a condition for carrying out public activities, government policy towards implementation COVID-19 vaccination. Keywords: COVID-19, Hypertension, Comorbid, Vaccines
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia Sirli Agustiani; Benatania Benatania; Indri Puji Lestari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.503

Abstract

Pasien yang terkena dispepsia akan merasakan gejala seperti rasa nyeri, sensasi terbakar, mual, muntah, dan perut kembung yang akan mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Karakteristik pasien dispepsia banyak ditemukan pada pasien perempuan, buruknya pola makan pasien, dan tingkat stress. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 65 pasien dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 43 responden yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 September 2023 – 18 Oktober 2023 di Poli Umum Puskesmas Lubuk Besar. Peneliti memberikan informed consent dan kuesioner penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, pola makan, dan tingkat stres. Analisa data menggunakan univariate dan bivariate (Chi-Square Test). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin (p-value=0,030), pendidikan (p-value=0,008), pola makan (p-value=0,009), dan tingkat stres (p-value=0,005) dengan kejadian dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Saran dari penelitian ini adalah untuk institusi pelayanan kesehatan untuk dapat senantiasa mengedukasi masyarakat untuk menghindari jenis makanan dan minuman yang bersifat mengiritasi lambung, membiasakan kebiasaan makan yang baik seperti jam makan teratur, sarapan, tidak makan di luar rumah, maupun mengonsumsi camilan atau makanan saat malam hari sebelum tidur, serta mengelola stres dengan baik agar terhindar dari dispepsia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA TAHUN 2024 Evi Permisa; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.805

Abstract

Imunisasi dasar adalah salah satu upaya pemeliharaan kesehatan pada anak dan balita yang dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, hingga anak berusia 18 tahun dengan cara dimasukan kedalam tubuh untuk membentuk suatu antibodi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap ditingkat global. Data ini menunjukkan 5,9juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahauan ibu Tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pre-experiment one group pretest-posttest. Pemberian Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan leafleat. Populasi dari penelitian ini adalah Ibu yang mempunyai balita yang sedang Imunisasi di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan ibu tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar pada balita sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Saran untuk Ibu yang mempunyai balita Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi bagi anaknya serta tidak percaya dengan berita hoax tentang imunisasi.
DETERMINAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS RIAS 2024 Asnur; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.857

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rias tahun 2024. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tervalidasi yang mengukur karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ISPA mencapai 70,7%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value untuk tingkat pengetahuan ibu sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), status imunisasi sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), dan status merokok anggota keluarga sebesar 0,000 (OR 31,250; 95% CI: 9,746-100,224). Semua nilai p-value < 0,05 mengindikasikan hubungan signifikan. Paparan asap rokok menunjukkan asosiasi terkuat dengan risiko 31 kali lebih tinggi. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan paparan asap rokok merupakan determinan signifikan kejadian ISPA pada balita, dengan paparan asap rokok sebagai faktor risiko dominan yang memerlukan prioritas intervensi.
PENGARUH KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE Irfan Fahriza; Indri Puji Lestari; Agustin
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.944

Abstract

Dampak DBD pada kondisi kesehatan anak apabila tindakan dalam mengatasi suhu tubuh tidak tepat dan lambat maka akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi lain seperti hipertermi. Tindakan yang dapat dilakukan memberikan kompres dengan lidah buaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh pada anak. Penelitian ini menggunakan Grup pretest posttest design. Populasi dari penelitian ini adalah anak yang mengalami DBD di RSUD Drs. H Abu Hanifah 2024 sebanyak 55 anak. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu kelompok intervensi sebanyak 8 orang dan kelompok kontrol sebanyak 8 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian uji statistik Independent Sample T-Test didapatkan p value 0,001 kurang dari α (0,05). Terdapat pengaruh pemberian kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Saran penelitian ini adalah diharapkan pihak fasilitas pelayanan kesehatan dapat mempertimbangkan penggunaan kompres lidah buaya sebagai bagian dari terapi pendukung dalam manajemen demam pada pasien anak.
The Effect of Health Education on Knowledge of Junk Food among Elementary School Students Qurnia Latifah; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.860

Abstract

Introduction: The high consumption  of junk food among children is a serious issue due to its negative health impacts, such as obesity, diabetes, and metabolic disorders from an early age.  Fast food is popular for its convenience  and taste, but it is low in nutrition. National and international  data,  including  from the WHO  and Riskesdas,  show that junk  food consumption  among schoolchildren  continues to increase, including in Bangka Belitung. Children's low knowledge  about healthy food requires intervention  in the form of health education. Objective: This study aims to determine the effect of health education on knowledge about junk food among fifth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Kemuja in 2025. Method: This study used a quantitative pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest  approach,  involving  70 students through total sampling.  The instrument was  a  closed-ended  questionnaire   with  indicators  for  the  definition,  types,  dangers, selection factors, and prevention of the impacts ofjunk food. Analysis used a paired t-test. Result: The results showed a significant increase in students' knowledge, from an average of 56.89 before the intervention to 76.27 after the intervention, with a significance value of 0.000 (<0.05). Conclusion: This study concludes that health education significantly improves students’ knowledge regarding junk food. These findings highlight the important role of structured educational interventions in promoting healthy dietary awareness among school-aged children. Therefore, healthcare institutions may use these results as a reference for developing and implementing regular school-based health promotion programs. Educational institutions can also utilize this study as supplementary learning material and as a reference in academic resources.
The Influence of Health Education on Adolescents Knowledge of Personal Hygiene Zir Bin Hubaisy Gagas Abdi Pamungkas; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Genius Journal Vol. 8 No. 1 (2027): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v8i1.887

Abstract

Introduction: Personal hygiene is an essential aspect of adolescent health because this developmental stage is associated with an increased risk of health problems, including diarrhea, dental caries, skin infections, and other communicable diseases. Proper personal hygiene practices involve maintaining the cleanliness of the hair, scalp, eyes, nose, ears, skin, hands, feet, nails, and genital area. Improving adolescents' knowledge through health education is considered an effective strategy for promoting healthy hygiene behaviors. Objective: This study aimed to determine the effect of health education on adolescents' knowledge of personal hygiene at MTAQ Zir Bin Hubaisy in 2025. Method: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 30 adolescents aged 12–14 years were recruited using consecutive sampling. Data were collected using a structured questionnaire to assess participants' knowledge of personal hygiene before and after the health education intervention. Data were analyzed using the appropriate statistical test with a significance level of p < 0.05. Result: The findings demonstrated a significant improvement in adolescents' knowledge of personal hygiene following the health education intervention (p = 0.001), indicating that health education effectively increased participants' knowledge. Conclusion: Health education significantly improves adolescents' knowledge of personal hygiene. Implementing regular health education programs in schools and other educational settings is recommended to enhance adolescents' awareness and promote healthy hygiene practices.