Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Faktor-faktor yang Memotivasi Pemilihan Karir Mahasiswa Dhina Sri Widyaningsih; Theresia Mentari; Verra Rizki Amelia
Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal BALANCE: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52300/blnc.v15i2.10582

Abstract

This research aims to identify factors that motivate career choices for accounting students. This motivation is measured by wage variables, professional training, professional recognition, social values, work environment, labour market considerations and personality. Data collection is carried out through the dissemination of questionnaires to students of the University of Palangka Raya accounting. A sample of 30 respondents. The data was analyzed using SPSS version 23. The results of the analysis show that the factors that motivate accounting students in choosing careers are the variables of professional recognition, social values and personality.
Efisiensi dan Efektivitas Anggaran Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah Pasca 2025 Shela Kustia Nilasari; Fajar Sriningsih; Rahmiati Rahmiati; Theresia Mentari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan efektivitas anggaran dalam pelaksanaan program pasca kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai pengelolaan anggaran setelah diterapkannya kebijakan efisiensi pemerintah. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pegawai Sub Bagian Keuangan dan Aset serta Sub Bagian Penyusunan Program. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan penurunan anggaran instansi dari Rp37.226.748.895,99 pada tahun 2025 menjadi Rp19.705.804.203,31 pada tahun 2026. Kondisi tersebut mendorong instansi melakukan berbagai langkah efisiensi, seperti pengurangan perjalanan dinas, pembatasan kegiatan rapat dan kegiatan seremonial, pengurangan biaya operasional, serta pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan koordinasi kerja. Meskipun terjadi penurunan anggaran, program prioritas seperti Paskibraka, Gema Pancasila, sosialisasi nilai kebangsaan, pembinaan organisasi masyarakat, dan kerukunan umat beragama tetap dapat dilaksanakan. Namun, beberapa kegiatan mengalami penyesuaian dan pengurangan akibat keterbatasan anggaran. Selain itu, kebijakan efisiensi juga berdampak terhadap motivasi dan produktivitas pegawai akibat pemotongan tunjangan dan berkurangnya intensitas kegiatan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, namun efektivitas pelaksanaan program masih perlu ditingkatkan melalui perencanaan anggaran yang lebih terarah dan pengelolaan sumber daya manusia yang optimal
IMPLEMENTASI KEGIATAN MAGANG DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN ARSIP INAKTIF DI BPKP PERWAKILAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Arminto Arminto; Yohanes Joni Pambelum; Theresia Mentari
PARADIGM : Journal Of Multidisciplinary Research and Innovation Vol 4 No 1 (2026): PARADIGM : Journal Of Multidisciplinary Research and Innovation
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/paradigm.v4i1.2397

Abstract

Inactive records management in government institutions still faces various challenges, including limited human resources, manual systems, and weak interdepartmental coordination. An internship program conducted by students at BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah aimed to support inactive records management through a participatory approach over four months. The methods applied included direct observation, active participation, discussions, and consultations with mentors. The results demonstrated students’ contributions in recapitulating inactive records into Microsoft Excel, labeling archives, organizing files systematically, developing the Lentera loan system based on Looker Studio, and preparing a user manual book. Challenges such as limited time and dependence on manual input were addressed through scheduled task distribution and continuous mentor guidance. The internship program proved effective in supporting inactive records governance while also providing practical experience and improving students’ competencies in archival management and public administration.
Pendampingan Strategi Pemasaran dan Branding Digital Pada Usaha Molen Onde-Onde Mini Kangen di Kota Palangka Raya Sylvia Putri; Erli Agustina; Josefa Angelita; Sunatalia Sunatalia; Iwan Christian; Theresia Mentari
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v6i3.6443

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises in Palangka Raya City, including the Molen Onde-Onde Mini Kangen business, face the challenges of digital literacy and weak branding, thereby limiting market expansion. This community service activity focuses on assisting digital marketing and branding strategies to overcome this issue. The aim is to increase digital marketing capacity, create a strong brand identity, and expand the business' market reach. The method used includes intensive mentoring for six weeks with a participatory approach, consisting of initial observation, Instagram social media marketing training, logo and visual identity design, creation of promotional content in the form of videos, as well as implementation and evaluation. The results of the activity showed a significant increase in partners' understanding of digital marketing, the creation of a new logo and business Instagram account, as well as an increase in daily income from IDR 800,000 to IDR 1,200,000. This activity proves that structured assistance can empower business actors to adopt digital strategies effectively and sustainably.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI LAMIKRO PADA UMKM PISANG KEJU QAIRA DI KOTA PALANGKA RAYA Dewi Sitompul; Mia Audina; Tika Wahyuni; Vika Monika agala; Theresia Mentari; Iwan Christian
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.995

Abstract

Good financial management is key to success for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The Qaira Cheese Banana MSME faces challenges with manual, unsystematic financial record-keeping. This community service activity aims to assist the Qaira Cheese Banana MSME in recording and managing its finances using the Lamikro application. The mentoring activities were conducted through discussions, lectures, and hands-on practice using the Lamikro application. The results of the activity demonstrated an increase in the business owner’s ability to record and manage finances, as well as ease in monitoring cash flow and making business decisions. The Lamikro application has proven effective in increasing the efficiency and accuracy of financial recording for the Qaira Cheese Banana MSME.Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci sukses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM Pisang Keju Qaira menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan yang manual dan tidak sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi UMKM Pisang Keju Qaira dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha menggunakan aplikasi Lamikro. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode diskusi, ceramah, dan praktik langsung menggunakan aplikasi Lamikro. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan, serta kemudahan dalam monitoring arus kas dan pengambilan keputusan bisnis. Aplikasi Lamikro terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan keuangan bagi UMKM Pisang Keju Qaira.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI CATATAN KEUANGANKU PADA UMKM ES TEH JANJI JIHAN, KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH Nuravia Lorensa; Melly Ester Febriani; Noprianti Noprianti; Yeni Ramadani; Theresia Mentari; Iwan Christian
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.996

Abstract

The sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) depends heavily on a well-organized financial management system. Es Teh Janji Jihan, an MSME operating in Palangka Raya, Central Kalimantan, faced challenges with its conventional financial documentation and administration, lacking a clear structure. This community service program aimed to provide mentoring designed to develop entrepreneurs’ financial management skills through the implementation of the “Catatan Keuanganku” application. The approach included field observations, coaching sessions, ongoing assistance, and outcome assessments. The results demonstrated substantial progress in the business owner’s ability to document daily transactions, separate operational funds from personal funds, and prepare structured financial documentation. The implementation of the “Catatan Keuanganku” application demonstrated its effectiveness in helping MSMEs monitor cash flow and profitability, and in formulating more measurable business strategies. This assistance program had a positive impact on increasing awareness of financial literacy and strengthening the prospects for Es Teh Janji Jihan’s operational continuity.Keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sangat bergantung pada sistem pengelolaan keuangan yang teroganisir dengan baik. Es Teh Janji Jihan, sebuah UMKM yang beroperasi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami kendala dalam hal dokumentasi dan adminitrasi keuangan yang masih bersifat konvensional tanpa struktur yang jelas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan yang dirancang untuk mengembangkan kompentensi pengusaha dalam mengatur finansial usahanya melalui implementasi aplikasi catatan keuanganku. Pendekatan yang diterapkan mencakup tahap pengamatan lapangan, sesi pembinaan, asistensi berkelanjutan, dan penilaian hasil. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya kemajuan subtansial dalam kapabilitas pemilik usaha untuk mendokumentasikan aktivitas transaksi sehari-hari, melakukan pemisahan antara dana operasional dengan dana personal, dan menyusun dokumentasi finansial yang terstruktur. Implementasi aplikasi catatan keuanganku menunjukkan efektivitas dalam memfasilitasi UMKM untuk memonitor aliran dana, tingkat profitabilitas, dan merumuskan strategi bisnis yang lebih terukur. Program asistensi ini menghasilkan dampak konstruktif terhadap peningkatan awareness mengenai literasi finansial serta memperkuat prospek kontinuitas operasional Es Teh Janji Jihan
Financial Distress: The Impact of the US-China Trade War on German Automotive Companies Nina Titirai Tambung; Fitria Husnatarina; Muhammad Ichsan Diarsyad; Theresia Mentari
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 6 No. 2 (2026): February - June
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v6i2.2101

Abstract

One indicator of financial distress is a decline in corporate financial performance, which can threaten the continuity of business operations. This issue is particularly critical for the German automotive industry, especially under external pressures such as the trade war between the US and China, which has caused reduced export demand, disruptions in the supply chain, and increased production costs. These challenges necessitate that companies strengthen corporate governance and utilize their resources efficiently to preserve financial stability. By incorporating firm size as a moderating variable, this study investigates the effect of corporate governance which encompasses the Board of Commissioners, Board of Directors, and Audit Committee on financial distress among German automakers listed on the DAX Automobile Index during 2018-2023. A total of 10 automotive companies were chosen as the research sample through purposive sampling and analyzed using EViews 12. The findings reveal that the Board of Directors has a significant negative effect on financial distress, while the Audit Committee and Board of Commissioners show no significant impact. Firm Size moderates the effect of the Board of Directors on financial distress, but it does not moderate the influence of the Board of Commissioners or the Audit Committee. Overall, the results highlight that the role of the Board of Directors is a key factor in preventing financial distress, particularly for automotive companies operating amid the US-China trade war. The results of this study can also be considered by management and regulators in strengthening corporate governance mechanisms to maintain financial stability.
Analisis Pengaruh Intergovernmental Revenue, Pendapatan Pajak Daerah dan Opini Audit BPK Terhadap Kinerja Keuangan Daerah (Studi pada Pemerintah Kota/Kabupaten di Kalimantan Tengah) Argy Dimaz Dzaky Bryllian; Iwan Christian; Theresia Mentari; Muhammad Ichsan Diarsyad; Sifera Patricia Maithy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intergovernmental revenue, pendapatan pajak daerah, dan opini audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan pemerintah daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta Laporan Hasil Pemeriksaan BPK selama periode 2020–2024. Sampel penelitian terdiri atas 14 pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh 70 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intergovernmental revenue berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dengan nilai koefisien sebesar -0,094442 dan probabilitas 0,0215. Sementara itu, pendapatan pajak daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dengan nilai koefisien sebesar 0,009493 dan probabilitas 0,4826. Opini audit BPK juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dengan nilai koefisien sebesar -0,055613 dan probabilitas 0,2206. Secara simultan, ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah, yang ditunjukkan oleh nilai probabilitas F-statistic sebesar 0,119718. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,129171 menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi kinerja keuangan daerah masih relatif rendah. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi faktor yang melemahkan kinerja keuangan daerah, sehingga diperlukan upaya peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.