Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PROFESIONALISME PRAJURIT DAN FASILITAS PEMELIHARAAN TERHADAP KESIAPAN OPERASIONAL RUDAL PESAWAT TEMPUR DI SATUAN PEMELIHARAAN 65 DEPO PEMELIHARAAN 60 Suherman Suherman; M. Kemalsyah; Deni Dadang A.R
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i1.507

Abstract

Satuan Pemeliharaan 65 merupakan salah satu satuan pelaksana Depo Pemeliharaan 60 yang mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan rudal pesawat tempur terdiri dari rudal udara ke udara, udara ke darat dan rudal dari darat ke udara.   Rudal merupakan salah satu alutsista yang harus dipertahankan kesiapannya.   Upaya untuk mempertahankan rudal yaitu dengan malaksanakan pemeliharaan secara terencana dan berkesinambungan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya.  Pemeliharaan merupakan salah satu fungsi utama logistik TNI AU yang berperan mendukung kesiapan unsur-unsur kekuatan TNI AU serta berpengaruh langsung terhadap kesiapan Alutsista dalam mendukung tugas TNI AU sebagai penegak kedaulatan negara di udara.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan secara parsial dan simultan terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur di Sathar 65 Depohar 60 Madiun.   Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling karena populasi memiliki anggota homogen.   Teknik analisis data dengan regresi linier berganda.   Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) profesionalisme prajurit berpengaruh langsung dan positip sebesar 22,3 % terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur, hal ini berarti bahwa profesionalisme prajurit merupakan variabel penting dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional rudal, (2) fasilitas pemeliharaan berpengaruh langsung dan positip sebesar 80,4 % terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur, hal ini berarti bahwa fasilitas pemeliharaan merupakan variabel penting dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional rudal pesawat tempur, (3) profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan secara simultan berpengaruh positip terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur di Sathar 65 Deophar 60.   Kesimpulan bahwa profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan berpengaruh secara parsial maupun secara simultan terhadap kesiapan rudal pesawat tempur di Sathar 65 Depohar 60 Madiun.Kata Kunci: Profesionalisme Prajurit, Fasilitas Pemeliharaan, Rudal Pesawat Tempur
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM OLAH YUDHA GUNA MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH KOMANDO KESATUAN ANGKATAN UDARA (SEKKAU) Dedy Permana; Supriabu Supriabu; H.M. Kemalsyah
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i2.1010

Abstract

Abstrak – Latihan Olah Yudha Sekkau merupakan materi praktek dalam proses pembelajaran Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau). Latihan Olah Yudha tersebut menggunakan sistem tactical floor game (TFG) untuk menganalisa cara bertindak dan pengujian konsep rencana operasi secara manual sehingga hasilnya tidak optimal, serta sistem Aplikasi Telegram untuk pendistribusian Rencana Informasi Latihan dari pengawas dan pengendali yang diperankan oleh Lembaga Sekkau ke para pelaku yang diperankan oleh para perwira siswa Sekkau. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sistem Olah Yudha Sekkau, menganalisanya dan membuat rancangan aplikasi sistem Olah Yudha Sekkau yang dapat mendukung proses pembelajaran Sekkau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem TFG belum dapat mendukung kegiatan Latihan Olah Yudha Sekkau dengan optimal namun untuk sistem Aplikasi Telegram sudah dapat optimal mendukung Latihan Olah Yudha Sekkau. Hal ini berarti bahwa perlu adanya rancangan aplikasi sistem Olah Yudha yang dapat mendukung proses pembelajaran Sekkau. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti telah membuat rancangan aplikasi sistem Olah Yudha Sekkau yang disampaikan secara naratif. Rancangan ini meliputi data development dan scenario processing yang ditampilkan pada sebuah display, kemudian hasil dari pemrosesan skenario dapat dianalisa dengan analysis tools dan semua bagian tersebut dihubungkan atau dikendalikan menggunakan user interface. Kesimpulan bahwa sistem TFG tidak dapat mendukung Latihan Olah Yudha Sekkau sehingga diperlukan sistem Olah Yudha yang baru sesuai dengan rancangan yang telah disampaikan oleh peneliti guna mendukung proses pembelajaran Sekkau.Kata Kunci: perancangan, aplikasi, sistem, olah yudha, dan proses pembelajaraan.
STRATEGI PELIBATAN PESAWAT C-130 HERCULES TNI AU PADA PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM RANGKA OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) Teddy Saputra; H. M. Kemalsyah; Yusnaldi Yusnaldi
Strategi Pertahanan Udara Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v7i2.1012

Abstract

Abstrak – Indonesia secara geografis dan geologis merupakan daerah yang sangat rawan terhadap bencana alam. Tugas pokok TNI melindungi segenap bangsa dan negara dalam operasi operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Permasalahan saat ini adalah pesawat C-130 Hercules yang belum optimal dilibatkan dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini menganalisis strategi peibatan pesawat C-130 hercules TNI AU dalam penanggulangan bencana. Analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Mekanisme pelibatan pesawat C-130 Hercules TNI AU dalam operasi OMSP penyelenggaraan penanggulangan bencana sampai saat ini masih mengalami keterlambatan dalam hal birokrasi. Hal ini dikarenakan TMC bisa dioperasikan apabila sudah terjadinya bencana dan pernyataan darurat bencana sehingga tidak adanya upaya preventif. Strategi dijabarkan menjadi tiga aspek Ends (Tujuan yang diharapkan) adalah TNI AU berperan aktif dalam penanggulangan bencana, Means (Sumber Daya yang Dimiliki) yaitu TNI AU memiliki Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam upaya pencegahan banjir, Sumber daya yang lain Kontainer Medis Udara (KMU) untuk evakuasi korban luka akibat bencana, dan Cargo Delivery System (CDS) untuk mendistribusikan barang bantuan sosial ke daerah terisolir akibat bencana. Ways (Cara yang dilakukan) adalah membuat posko bersama dalam pengambil keputusan ketika terjadi bencana sehingga langsung koordinasi antar pimpinan. Adanya sosialisasi penggunaan KMU dan CDS dalam penanggulangan bencana kepada instansi-instansi terkait. Pelibatan pesawat C-130 Hercules TNI AU dalam penanggulangan bencana masih kurang sehingga perlu adanya optimalisasi melalui pelatihan bersama dan sosialisasi dengan beberapa stakeholder.Kata Kunci: Pesawat C-130 TNI AU, Pelibatan, Penanggulangan, Bencana dan OMSP
INTELLIGENCE INTERCONNECT COMMUNICATION SYSTEM (IICS) PADA NETWORK CENTRIC WARFARE OPERASI UDARA Herru Ismiyanto; Kemalsyah Kemalsyah; Bastari Bastari
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i1.8213

Abstract

The Indonesian Air Force (IAF) intelligence interconnect communication system (IICS) is a communication device which can deliver information/instructions/ commands in a voice that the IAF chairman addressed to the ground units to conduct an IAF operation mission. The development of the future war has applied the network concept or often called network warfare. However, the IAF has not fully used its advantages optimally. The objective of the study is to describe and analyze the advantages of IICS that can be used as the first step in the development and application of NCW IAF communication systems. The study uses descriptive qualitative methods that describe the use of IICS in various air operations and the factors that affect IICS which is analysed by using the system integration theory of communication, NCW, Information Superiority, Internet of Things and Interoperability. Data is collected by conducting interviews with the experts of IICS and NCW. Studies have shown that IICS can integrate some communications equipment into a new system and assist deliver information in real-time and forward command information to generate destruction on a predetermined target. Furthermore, IICS also provide strategic information for the main weaponry system by using the information selected by the commander. Moreover, it can be developed in a larger network that enhances awareness (Situational Awareness) in implementing movement or action. If the IICS has been done consistently and thoughtfully, it will increase the effectiveness of accomplishing the operation missions and exercises
PROFESIONALISME PRAJURIT TNI AU KORP KOMUNIKASI NAVIGASI (STUDI KASUS PADA DEPOHAR 40 BANDUNG) Dhani Ramadhona; Kemalsyah Kemalsyah; Khaerudin Khaerudin
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i1.8246

Abstract

The maintenance Depot 40 or what so-called Depohar 40 is a unit having the responsibility to conduct the middle and heavy-level maintenance for communication, navigation tool, computer, simulator and specified electronic devices. In recent days, the task implementation, and the professionalism of Depohar personnel still could not be fully achieved as it is expected, so it requires research to study it. The research also describes the condition of the personnel capability, infrastructure and supporting equipment and also the integrity of the Depohar Personnel. Professionalism according to Longman (in Hasanah,2019) can also be interpreted as the behaviour, skills or qualities of a professional person. The research applies the qualitative and SWOT analysis, which has been formulated to be the selected called as diversification strategy as the result to implement the professionalism of the Depohar 40 Personnel. The result of the analysis is Strategy Diversification, meaning that the Depohar 40 organization is in a stable condition but faces a number of formidable challenges, so it is predicted that the institution will experience difficulties in carrying out daily activities if it only sticks to the previous strategy. Therefore Depohar 40 is advised to immediately expand its tactical strategy; so that the strategy will focus on using force to overcome the threats it faces. It is hoped that if this strategy is implemented, the professionalism of Depohar 40 soldiers can be realized soon
PENGARUH PROFESIONALISME PRAJURIT DAN FASILITAS PEMELIHARAAN TERHADAP KESIAPAN OPERASIONAL RUDAL PESAWAT TEMPUR DI SATUAN PEMELIHARAAN 65 DEPO PEMELIHARAAN 60 Suherman Suherman; M. Kemalsyah; Deni Dadang A.R
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i1.507

Abstract

Satuan Pemeliharaan 65 merupakan salah satu satuan pelaksana Depo Pemeliharaan 60 yang mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan rudal pesawat tempur terdiri dari rudal udara ke udara, udara ke darat dan rudal dari darat ke udara.   Rudal merupakan salah satu alutsista yang harus dipertahankan kesiapannya.   Upaya untuk mempertahankan rudal yaitu dengan malaksanakan pemeliharaan secara terencana dan berkesinambungan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya.  Pemeliharaan merupakan salah satu fungsi utama logistik TNI AU yang berperan mendukung kesiapan unsur-unsur kekuatan TNI AU serta berpengaruh langsung terhadap kesiapan Alutsista dalam mendukung tugas TNI AU sebagai penegak kedaulatan negara di udara.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan secara parsial dan simultan terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur di Sathar 65 Depohar 60 Madiun.   Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling karena populasi memiliki anggota homogen.   Teknik analisis data dengan regresi linier berganda.   Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) profesionalisme prajurit berpengaruh langsung dan positip sebesar 22,3 % terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur, hal ini berarti bahwa profesionalisme prajurit merupakan variabel penting dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional rudal, (2) fasilitas pemeliharaan berpengaruh langsung dan positip sebesar 80,4 % terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur, hal ini berarti bahwa fasilitas pemeliharaan merupakan variabel penting dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional rudal pesawat tempur, (3) profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan secara simultan berpengaruh positip terhadap kesiapan operasional rudal pesawat tempur di Sathar 65 Deophar 60.   Kesimpulan bahwa profesionalisme prajurit dan fasilitas pemeliharaan berpengaruh secara parsial maupun secara simultan terhadap kesiapan rudal pesawat tempur di Sathar 65 Depohar 60 Madiun.Kata Kunci: Profesionalisme Prajurit, Fasilitas Pemeliharaan, Rudal Pesawat Tempur
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM OLAH YUDHA GUNA MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH KOMANDO KESATUAN ANGKATAN UDARA (SEKKAU) Dedy Permana; Supriabu Supriabu; H.M. Kemalsyah
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i2.1010

Abstract

Abstrak – Latihan Olah Yudha Sekkau merupakan materi praktek dalam proses pembelajaran Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau). Latihan Olah Yudha tersebut menggunakan sistem tactical floor game (TFG) untuk menganalisa cara bertindak dan pengujian konsep rencana operasi secara manual sehingga hasilnya tidak optimal, serta sistem Aplikasi Telegram untuk pendistribusian Rencana Informasi Latihan dari pengawas dan pengendali yang diperankan oleh Lembaga Sekkau ke para pelaku yang diperankan oleh para perwira siswa Sekkau. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sistem Olah Yudha Sekkau, menganalisanya dan membuat rancangan aplikasi sistem Olah Yudha Sekkau yang dapat mendukung proses pembelajaran Sekkau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem TFG belum dapat mendukung kegiatan Latihan Olah Yudha Sekkau dengan optimal namun untuk sistem Aplikasi Telegram sudah dapat optimal mendukung Latihan Olah Yudha Sekkau. Hal ini berarti bahwa perlu adanya rancangan aplikasi sistem Olah Yudha yang dapat mendukung proses pembelajaran Sekkau. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti telah membuat rancangan aplikasi sistem Olah Yudha Sekkau yang disampaikan secara naratif. Rancangan ini meliputi data development dan scenario processing yang ditampilkan pada sebuah display, kemudian hasil dari pemrosesan skenario dapat dianalisa dengan analysis tools dan semua bagian tersebut dihubungkan atau dikendalikan menggunakan user interface. Kesimpulan bahwa sistem TFG tidak dapat mendukung Latihan Olah Yudha Sekkau sehingga diperlukan sistem Olah Yudha yang baru sesuai dengan rancangan yang telah disampaikan oleh peneliti guna mendukung proses pembelajaran Sekkau.Kata Kunci: perancangan, aplikasi, sistem, olah yudha, dan proses pembelajaraan.
STRATEGI PELIBATAN PESAWAT C-130 HERCULES TNI AU PADA PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM RANGKA OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) Teddy Saputra; H. M. Kemalsyah; Yusnaldi Yusnaldi
Strategi Pertahanan Udara Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v7i2.1012

Abstract

Abstrak – Indonesia secara geografis dan geologis merupakan daerah yang sangat rawan terhadap bencana alam. Tugas pokok TNI melindungi segenap bangsa dan negara dalam operasi operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Permasalahan saat ini adalah pesawat C-130 Hercules yang belum optimal dilibatkan dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini menganalisis strategi peibatan pesawat C-130 hercules TNI AU dalam penanggulangan bencana. Analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Mekanisme pelibatan pesawat C-130 Hercules TNI AU dalam operasi OMSP penyelenggaraan penanggulangan bencana sampai saat ini masih mengalami keterlambatan dalam hal birokrasi. Hal ini dikarenakan TMC bisa dioperasikan apabila sudah terjadinya bencana dan pernyataan darurat bencana sehingga tidak adanya upaya preventif. Strategi dijabarkan menjadi tiga aspek Ends (Tujuan yang diharapkan) adalah TNI AU berperan aktif dalam penanggulangan bencana, Means (Sumber Daya yang Dimiliki) yaitu TNI AU memiliki Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam upaya pencegahan banjir, Sumber daya yang lain Kontainer Medis Udara (KMU) untuk evakuasi korban luka akibat bencana, dan Cargo Delivery System (CDS) untuk mendistribusikan barang bantuan sosial ke daerah terisolir akibat bencana. Ways (Cara yang dilakukan) adalah membuat posko bersama dalam pengambil keputusan ketika terjadi bencana sehingga langsung koordinasi antar pimpinan. Adanya sosialisasi penggunaan KMU dan CDS dalam penanggulangan bencana kepada instansi-instansi terkait. Pelibatan pesawat C-130 Hercules TNI AU dalam penanggulangan bencana masih kurang sehingga perlu adanya optimalisasi melalui pelatihan bersama dan sosialisasi dengan beberapa stakeholder.Kata Kunci: Pesawat C-130 TNI AU, Pelibatan, Penanggulangan, Bencana dan OMSP
INTELLIGENCE INTERCONNECT COMMUNICATION SYSTEM (IICS) PADA NETWORK CENTRIC WARFARE OPERASI UDARA Herru Ismiyanto; Kemalsyah Kemalsyah; Bastari Bastari
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i1.8213

Abstract

The Indonesian Air Force (IAF) intelligence interconnect communication system (IICS) is a communication device which can deliver information/instructions/ commands in a voice that the IAF chairman addressed to the ground units to conduct an IAF operation mission. The development of the future war has applied the network concept or often called network warfare. However, the IAF has not fully used its advantages optimally. The objective of the study is to describe and analyze the advantages of IICS that can be used as the first step in the development and application of NCW IAF communication systems. The study uses descriptive qualitative methods that describe the use of IICS in various air operations and the factors that affect IICS which is analysed by using the system integration theory of communication, NCW, Information Superiority, Internet of Things and Interoperability. Data is collected by conducting interviews with the experts of IICS and NCW. Studies have shown that IICS can integrate some communications equipment into a new system and assist deliver information in real-time and forward command information to generate destruction on a predetermined target. Furthermore, IICS also provide strategic information for the main weaponry system by using the information selected by the commander. Moreover, it can be developed in a larger network that enhances awareness (Situational Awareness) in implementing movement or action. If the IICS has been done consistently and thoughtfully, it will increase the effectiveness of accomplishing the operation missions and exercises
PROFESIONALISME PRAJURIT TNI AU KORP KOMUNIKASI NAVIGASI (STUDI KASUS PADA DEPOHAR 40 BANDUNG) Dhani Ramadhona; Kemalsyah Kemalsyah; Khaerudin Khaerudin
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i1.8246

Abstract

The maintenance Depot 40 or what so-called Depohar 40 is a unit having the responsibility to conduct the middle and heavy-level maintenance for communication, navigation tool, computer, simulator and specified electronic devices. In recent days, the task implementation, and the professionalism of Depohar personnel still could not be fully achieved as it is expected, so it requires research to study it. The research also describes the condition of the personnel capability, infrastructure and supporting equipment and also the integrity of the Depohar Personnel. Professionalism according to Longman (in Hasanah,2019) can also be interpreted as the behaviour, skills or qualities of a professional person. The research applies the qualitative and SWOT analysis, which has been formulated to be the selected called as diversification strategy as the result to implement the professionalism of the Depohar 40 Personnel. The result of the analysis is Strategy Diversification, meaning that the Depohar 40 organization is in a stable condition but faces a number of formidable challenges, so it is predicted that the institution will experience difficulties in carrying out daily activities if it only sticks to the previous strategy. Therefore Depohar 40 is advised to immediately expand its tactical strategy; so that the strategy will focus on using force to overcome the threats it faces. It is hoped that if this strategy is implemented, the professionalism of Depohar 40 soldiers can be realized soon