Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AGENCY NU DALAM MAINSTREAMING MODERASI BERAGAMA DI KABUPATEN SUMENEP Rasuki, Rasuki
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43687

Abstract

Penguatan wahabisme dan radikalisme di Madura dalam 10 tahun terakhir masih menjadi isu public khususnya di Madura. Penelitian ini mencoba untuk mendalami isu tersebut dengan memfokuskan pada pertanyaan bagaimana agency NU sebagai ormas terbesar di Madura khususnya di kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data multi pendekatan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Agency NU dalam menekan wahabisme dan radikalisme dilakukan dengan strategi membangun relasi dan kerjasama dengan pemerintah, pesantren, dan lembaga pendidikan secara umum, juga melalui perkumpulan NU ranting untuk melakukan pembinaan ideologisasi moderasi beragama. Selain ideologisasi paham keaswajaan nahdiyyah, NU Sumenep juga melakukan kampanye atau demontrasi moderasi beragama melalui radio republic Indonesia di Sumenep setiap minggu. Agency NU dalam moderasi beragama juga dilakukan dengan penguatan kader NU
Penguatan Moderasi Beragama Dan Wawasan Kebangsaan Bagi Guru Ngaji Dan Kiai Kampung Di Kepulauan Gili Iyang Sumenep Rasuki, Rasuki; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/zdk1s454

Abstract

Radicalism is an action that leads to terrorist behavior and important problem for Indonesian Muslims today. These two issues have caused Islam to be labeled as terror religion and Muslims are considered to favor the path of holy violence to spread their religion. This service was carried out among Koran teacher and village kiai at Gili Iyang Island, Sumenep, Madura with the aim of providing an understanding of religious moderation, strengthening the spirit of nationalism and love for the country and rejecting all forms of radicalism. Because recently quite a few Koran teachers and village kiai have been exposed to violence, discrimination, anti-socialism and even leading to radicalism. The approach used in this service is research-based with a Participatory Action Research model. The activity steps include planning, acting, observing and reflecting. The service team focused on directly providing information to Koran teachers and village kiai about strengthening religious moderation in Gili Iyang Island, Sumenep, Madura. The results of this service can form Koran teachers and village kiai who have moderate views regarding their religion and citizenship, especially in social life in society