Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK PENGENALAN OBJEK WISATA CILETUH-PALABUHANRATU UNESCO GLOBAL GEOPARK (UGGp) Hadi Suprapto Arifin; Weny Widyowati; Ari Agung Prastowo; Meria Octavianti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.39127

Abstract

Rangkaian kegiatan Pengabdian pada Masyarakat atau PPM adalah media yang memberikan kesempatan pada para dosen dan juga mahasiswa untuk dapat turut serta belajar dari masyarakat dan mengembangkan pemikiran dalam membantu mencari solusi dari masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat setempat. Melalui analisis situasi kondisi ditemukan kurangnya pemahaman masyarakat tentang geopark dan kurangnya pemahaman komunikasi efektif dari para pelaku wisata terutama dalam memperkenalkan kekayaan geopark pada para wisatawan. Dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat di kawasan wisata Geopark Ciletuh, namun juga menimbang kondisi pandemi Covid-19, pada periode ini Tim Pelaksana PPM Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan pelatihan komunikasi yang dilakukan secara daring, dengan mengangkat tema “Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Pengenalan Objek Wisata Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark”. Pelatihan daring ini menyasar para pemandu wisata, pelaku wisata, dan siswa sekolah di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UGGp dengan tujuan mengedukasi agar para peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam konteks komunikasi pariwisata, terutama dalam upaya memperkenalkan objek wisata di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UGGp.  
Resepsi Khalayak terhadap Isu Dilema Etis dalam Serial Drama Netflix The Trauma Code Muhamad Arifin Ilham; Weny Widyowati; Andika Vinianto Adiputra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tamckg54

Abstract

Serial drama Netflix The Trauma Code mengonstruksi wacana dilema etis medis melalui penciptaan ruang absurd situasi darurat medis, pengkarakteran dokter absolut, dan tindakan penyelamatan nyawa sebagai moral tertinggi. Konstruksi tersebut memicu urgensi akademik akibat perbenturan narasi fiktif dengan realitas medis yang berhubungan dengan tingginya dugaan kasus malapraktik di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari keterbatasan kajian resepsi drama yang selama ini lebih banyak berfokus pada isu kesehatan mental, sementara pemaknaan khalayak terhadap representasi dilema etis medis masih relatif jarang dieksplorasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemaknaan mahasiswa rumpun kesehatan serta memetakan posisi resepsi mereka terhadap representasi dilema etis medis dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Encoding-Decoding Stuart Hall, data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sembilan informan, lalu dianalisis dengan NVivo 12 serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan dominasi posisi negosiasi (negotiated reading), di mana informan menerima sebagian pesan yang ditawarkan serial, tetapi secara kritis menegosiasikannya berdasarkan pengetahuan akademis dan pengalaman klinis masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan kesehatan berperan sebagai filter interpretatif yang membentuk proses pemaknaan terhadap representasi idu dilema etis medis dalam media massa suatu drama.