Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resepsi Khalayak terhadap Isu Dilema Etis dalam Serial Drama Netflix The Trauma Code Muhamad Arifin Ilham; Weny Widyowati; Andika Vinianto Adiputra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tamckg54

Abstract

Serial drama Netflix The Trauma Code mengonstruksi wacana dilema etis medis melalui penciptaan ruang absurd situasi darurat medis, pengkarakteran dokter absolut, dan tindakan penyelamatan nyawa sebagai moral tertinggi. Konstruksi tersebut memicu urgensi akademik akibat perbenturan narasi fiktif dengan realitas medis yang berhubungan dengan tingginya dugaan kasus malapraktik di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari keterbatasan kajian resepsi drama yang selama ini lebih banyak berfokus pada isu kesehatan mental, sementara pemaknaan khalayak terhadap representasi dilema etis medis masih relatif jarang dieksplorasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemaknaan mahasiswa rumpun kesehatan serta memetakan posisi resepsi mereka terhadap representasi dilema etis medis dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Encoding-Decoding Stuart Hall, data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sembilan informan, lalu dianalisis dengan NVivo 12 serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan dominasi posisi negosiasi (negotiated reading), di mana informan menerima sebagian pesan yang ditawarkan serial, tetapi secara kritis menegosiasikannya berdasarkan pengetahuan akademis dan pengalaman klinis masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan kesehatan berperan sebagai filter interpretatif yang membentuk proses pemaknaan terhadap representasi idu dilema etis medis dalam media massa suatu drama.
Media Perceptions on Press Council Regulation of AI in Journalism Practice Anggi Oktarinda; Eni Maryani; Pandan Yudhapramesti; Andika Vinianto Adiputra
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 2 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i2.7696

Abstract

Press Council Regulation No. 1 of 2025 concerning Guidelines for the Use of Artificial Intelligence in Journalistic Works marks a significant initial measure in ensuring that technological advancements do not undermine the fundamental journalistic principles in Indonesia. It reflects the nation’s commitment to preserving press integrity and ethical standards in the context of rapid AI adoption. This study examines the digital media’s perceptions and responses towards these guidelines in the early stages of their dissemination. Employing a descriptive qualitative method, the research utilizes case studies of Ayo Media Network—a network-based digital platform—and Bisnis Indonesia—a segmented newspaper expanding into digital media. Data were obtained through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that digital media practitioners accepted the Guidelines, acknowledging their relevance, urgency, and alignment with the ongoing media industry’s digital transformation. In response, media organizations intend to realign their practices with these Guidelines to safeguard journalistic integrity and public trust. The principal challenge lies in the aspect of translating principles into practice, as well as institutional support to strengthen the internalization of ethical values. Strengthened socialization, coaching, and stakeholder collaboration are essential to establish these Guidelines as a foundational framework for responsible AI-driven journalism in Indonesia.