Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Tes Literasi Sains yang Mengacu pada TOSLS (Test of Scientific Literacy Skills) Don Jaya Putra; Algiranto Algiranto
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 4 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i4.16627

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghasilkan suatu istrumen tes literasi sains untuk mahasiswa Pendidikan Fisika. Intstrumen yang dikembangkan mengacu pada TOSLS (Test of Scientific Literacy Skills) yang terdiri dari dua indikator. Indikator pertama adalah memahami metode inkuiri yang mengarah pada pengetahuan ilmiah, dan indikator kedua adalah mengorganisasikan, menganalisis dan menginterpretasikan data kuantitatif dan informasi ilmiah. Indikator pertama terdiri dari empat sub indikator dan indikator ke-dua terdiri dari lima sub indikator. Pengembangan mengunakan metode pengembangan 4-D dan data dikumpulkan dengan menggunakan angket dengan menggunakan skala Likert. Uji validitas dilakukan oleh 5 orang dosen pendidikan fiiska sebagai ahli. Skor akhir uji validitas mendapatkan skor 86,82 dengan kategori sangat valid. Sehingga instrumen uji yang dihasilkan dapat digunakan dalam tes literasi sains untuh mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika.
Analisis Kontribusi Indikator Pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Don Jaya Putra; Aprilita Ekasari
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 3 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i3.12795

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Selatan. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 12 tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat. Telah berdiri selama 53 tahun namun, kabupaten ini masih tergolong tertinggal dalam bidang pembangunan manusa. Hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata IPM nasional. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 IPM nasional mendapatkan skor 72,29 sementara IPM Kabupaten Merauke mendapatkan skor 70,49. Dengan alasan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana kontribusi pendidikan di Kabupaten Merauke terhadap IPM. Penelitian ini menggunakan metodologi penenlitian studi literatur dengan tahapan penelitian, mengumpulkan referensi terkait baik sekunder mapun primer sejak tahun 2011 sampai tahun 2021, melakukan analisis terhadap berbagai referensi tersebut dan mendeskripsikan kontribusi indikator pendidikan terhadap IPM. Dengan hasil penelitian adalah kontribusi indikator pendidikan masih rendah terhadap IPM di Kabupaten Merauke, sejak tahun 2011 sampai tahun 2021.
Pengembangan LKPD Berbantuan Android dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Aprilita Ekasari; Don Jaya Putra
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i2.2144

Abstract

Critical thinking is a basic skill needed in the 21st century. This study aims to determine the feasibility, effectiveness, influence and response of Android-assisted student worksheets with a STEM approach to improving students' critical thinking skills. The type of research used is R&D with the ADDIE type. The sample of this study used a purposive sampling technique in small-scale and large-scale trials at Muhammadiyah Merauke Middle School. Android-based worksheets are very suitable for improving critical thinking skills with an average value of V Aiken 0.84 on the critical thinking ability indicator. Android-based worksheets are effective in improving critical thinking skills with an N-Gain test score of 70.82% in the high category. 2) Android-based worksheets have an effect on improving students' critical thinking skills and creativity with a t-count value of 24.484 on the critical thinking ability indicator. Students' responses to Android-based worksheets with a STEM approach are 85% with a strongly agree category. The suggestion in this study is that Android-based worksheets with a STEM approach can help teachers change paper worksheets into interactive online worksheets. Furthermore, this Android-based student worksheet can be applied to other science materials according to students' needs. This aligns with the fact that student worksheets are quite effective in improving students' critical thinking skills and have a significant impact on t-tests
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI SMP IT IBNU SINA MERAUKE Don Jaya Putra; Delson Albert Gebze; Algiranto Algiranto
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1469

Abstract

Ibnu Sina Middle School Merauke is one of the secondary schools in Merauke Regency which has been providing education and teaching since 2019. As a newly established school, one of the problems experienced by this school is the lack of use of the latest interactive learning media in the science learning process. Based on studies related to these errors, it was found that science learning in class still uses the conventional one-way lecture method so that science learning is considered boring and less interesting according to students. This has an impact on students' low science learning outcomes. It was then found that the minimal use of learning media in science learning was caused by teachers' lack of knowledge of interactive learning media that could be used in the science learning process in the classroom. So it is hoped that this service activity can introduce science teachers and other subject teachers at Ibnu Sina Middle School how to use web-based interactive learning media in the classroom learning process so that lessons become more interesting, more lively, more active and more meaningful which will have an impact. on improving students' science learning outcomes at school.
Pelatihan Kepemimpinan Dasar bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Plus Muhammadiyah Merauke sebagai Upaya Meningkatkan Kapasitas Organisasi Siswa Dani Nurcholis; Jayadi; Don Jaya Putra; Parman
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mnhydw95

Abstract

Kepemimpinan pelajar merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak dini guna membentuk karakter, kemandirian, dan keterampilan manajerial generasi muda. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi otonom di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam melatih kepemimpinan, namun masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis di kalangan anggotanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi siswa melalui pelatihan kepemimpinan dasar bagi pengurus dan anggota IPM SMA Plus Muhammadiyah Merauke. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi rapat, praktik public speaking, dan evaluasi melalui pre-test serta post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan kemampuan memimpin organisasi secara efektif. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menerapkan hasil pembelajaran dalam program kerja IPM. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan pelajar sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan organisasi siswa di sekolah.
Pengaruh Strategi Belajar Peer Tutoring terhadap Peningkatan Hasil Belajar dan Penurunan Anxiety Fisika pada Mata Kuliah Fisika Dasar I Don Jaya Putra; Aprilita Ekasari; Tutik Yuliatun
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3496

Abstract

Persoalan yang kerap ditemukan pada mahasiswa baru Pendidikan Fisika Universitas Musamus adalah rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar fisika dan operasi matematika sederhana sehingga memunculkan rasa kecemasan (anxienty) dalam belajar fisika. Salah satu strategi untuk membantu mahasiswa dalam belajar fisika dan mengurangi anxiety adalah strategi Peer Tutoring. Topik yang dipilih pada penelitian ini adalah topik Vektor dan Gerak Lurus dalam mata kuliah Fisika Dasar I. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design pada satu kelas yang terdiri dari 10 mahasiswa. Pembelajaran topik Vektor menggunakan metode konvensional sebagai kelas kontrol, sedangkan topik Gerak Lurus menggunakan strategi Peer Tutoring sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari tes hasil belajar berbasis konsep dan aplikasi serta kuesioner Physics Anxiety Rating Scale (PARS). Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test dan N-Gain score. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan hasil belajar yang signifikan pada topik Gerak Lurus dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (kategori tinggi) dibandingkan topik Vektor dengan N-Gain 0,45 (kategori sedang); (2) Penurunan tingkat anxiety yang signifikan dari kategori sedang menjadi kategori rendah setelah penerapan Peer Tutoring. Simpulan penelitian membuktikan bahwa strategi Peer Tutoring efektif meningkatkan pemahaman konseptual dan menurunkan kecemasan akademik mahasiswa dalam maka kuliah Fisika Dasar I.
Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence Berbasis Chatbot pada Mata Kuliah Fisika Inti terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Fisika Don Jaya Putra; Algiranto Algiranto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4227

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berbasis chatbot terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan fisika pada mata kuliah Fisika Inti. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa pretest-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 24 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen berupa tes hasil belajar dan tes berpikir kritis yang telah melalui uji validitas serta reliabilitas. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, perhitungan N-Gain, effect size (Cohen’s d), serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan nilai effect size sebesar 0,85 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot berbasis AI efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Analisis Pembelajaran IPA Berbasis SETS Terinterasi Kearifan Lokal dengan Microlearning Tutik Yuliatun; Anderias Henukh; Don Jaya Putra; Ika Trisni Simangunsong; Susanti Susanti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.9234

Abstract

To keep pace with the Industrial Revolution 4.0, students require teacher guidance to maintain a foundation rooted in local wisdom. This can be achieved through various approaches, such as SETS-based (Science, Environment, Technology, and Society) science instruction integrated with local wisdom and microlearning. Local wisdom serves as a means to balance the rapid advancement of science and technology. This study aims to analyze the implementation of SETS-based science instruction—integrated with local wisdom and microlearning—in junior high schools (SMP and MTs) in Merauke. A descriptive qualitative research method was employed, utilizing a questionnaire comprising 16 statements. The study involved 23 science teachers from SMP and MTs schools in Merauke. Data analysis using descriptive statistics revealed that 76% of respondents had never implemented SETS-based science instruction integrated with local wisdom, 68% did not understand the concept of microlearning, and 89% expressed interest in implementing SETS-based science instruction that integrates local wisdom and microlearning. Respondents also outlined plans to implement science instruction that combines technology, local wisdom, and interactive learning methods.