Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Empowerment

Teknik Akupresur untuk Mengatasi Dismenorea: Sebuah Laporan Implementasi Ipteks bagi Masyarakat Rahayu, Heni Setyowati Esti; Wijayanti, Kartika; Wardani, Septi
Community Empowerment Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.378 KB) | DOI: 10.31603/ce.v5i1.1981

Abstract

Dismenorea merupakan masalah yang paling sering dirasakan oleh remaja putri pada saat menstruasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa akupresur merupakan salah satu metode terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea dengan memijat pada titik-titik meridian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknik akupresur untuk mengatasi dismenorea di lingkungan OSIS SMA Muhammadiyah 1 dan SMK Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Tahap persiapan terdiri dari menyiapkan bahan yang akan dipakai yaitu minyak zaitun dan tisu. Media yang disiapkan adalah PPT tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja, menstruasi dan dismenorea serta akupresur untuk mengatasi dismenorea. Pada tahap pelaksanaan yaitu memberikan pelatihan kepada 30 remaja putri. Kegiatan pelatihan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest yang dilanjutkan dengan pendampingan selama dua bulan.
Implementasi Kluster Kesehatan dengan Pembentukan Kader Pendukung ASI dalam Upaya Mewujudkan Desa Layak Anak di Desa Menayu Rohmayanti, Rohmayanti; Wardani, Septi; Purwati, Purwati; Japar, Muhammad; Fajarwati, Evi; Wahyuni, Indah Dwi; Arliandari, Anggita; Milat, Karima
Community Empowerment Vol 5 No 3 (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.851 KB) | DOI: 10.31603/ce.4126

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Muntilan baru mencapai 11,7%, yang masih jauh dari target nasional 80%. Untuk mengatasi masalah tersebut dibentuklah Kader Pendukung ASI yang terdiri dari kader kesehatan yang sudah terbentuk sebelumnya sehingga mampu menjadi penggerak dan memotivasi ASI eksklusif dalam upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif untuk mendukung terciptanya generasi yang berkualitas dalam mendukung terwujudnya Desa Layak Anak. Metode pelaksanaan dengan pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui model Participatory Rural Apraissal (PRA) berupa pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi kegiatan pada seluruh unsur stakeholder yang terkait, pembentukan struktur Kader Pendukung ASI, pelatihan manajemen laktasi secara daring maupun luring terbatas, pendampingan kader praktek keterampilan konseling laktasi, praktek manajemen laktasi di kegiatan PKK desa setempat, selanjutnya dilakukan pendampingan kader pendukung ASI door to door, evaluasi atau monitoring kegiatan melalui post test dan demonstrasi ketrampilan sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya struktur organisasi Kader Pendukung ASI dengan SK dari Kepala Desa, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen laktasi hasil uji pre post test di uji dengan nilai p= 0,00 (< 0,05) menunjukkan bahwa pengetahuan peserta signifikan meningkat. Hasil redemonstrasi menunjukkan bahwa kader kompeten dalam praktek ketrampilan manajemen laktasi dengan rerata nilai 91,5 dalam rentang 100.