Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA KAKIANG Brilyan Anindya Dayfi; Nurmansyah Nurmansyah
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Aktivitas fisik telah dikenal efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap pengendalian hipertensi di Desa Kakiang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel terdiri dari warga yang terdiagnosis hipertensi dan data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik serta pengukuran tekanan darah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur minimal 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, senam hipertensi, dan aerobik, secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik hingga 10 mmHg dan diastolik hingga 7,5 mmHg (p<0,05). Korelasi kuat (r=0,837) ditemukan antara peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian tekanan darah terutama pada lansia. Individu dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko hipertensi hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan yang aktif. Aktivitas fisik juga meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung, sehingga efektif mencegah komplikasi hipertensi. Penelitian ini menegaskan pentingnya promosi aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis komunitas di wilayah pedesaan.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MOYO HULU nurmansyah nurmansyah
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis dapat digunakan sebagai terapi pendamping, salah satunya relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Moyo Hulu. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 pasien hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan selama dua minggu sebanyak enam sesi dengan durasi 20–30 menit setiap sesi. Tekanan darah diukur sebelum dan setelah periode intervensi. Hasil menunjukkan rerata tekanan darah sistolik menurun dari 156,47±10,28 mmHg menjadi 143,20±9,16 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 94,73±6,82 mmHg menjadi 86,40±5,97 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan setelah intervensi (p<0,001). Relaksasi otot progresif berpotensi digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pendamping untuk membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK PENGGUNAAN INHALER TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI PADA PASIEN ASMA Laily Widya Astuti; Nurmansyah Nurmansyah; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang memerlukan terapi inhalasi sebagai pengobatan utama. Keberhasilan terapi inhalasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara tidak tepat sehingga efektivitas terapi menjadi menurun. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai teknik penggunaan inhaler. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi kepada pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi teknik penggunaan inhaler terhadap keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. Sampel penelitian berjumlah 13 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi teknik penggunaan inhaler melalui ceramah, demonstrasi, video pembelajaran, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,1±8,9 menjadi 88,4±5,8 (p<0,001), sedangkan rata-rata skor keterampilan meningkat dari 59,7±9,6 menjadi 91,2±4,9 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi teknik penggunaan inhaler. Kesimpulan: Edukasi teknik penggunaan inhaler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kepada pasien asma.