Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang memerlukan terapi inhalasi sebagai pengobatan utama. Keberhasilan terapi inhalasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara tidak tepat sehingga efektivitas terapi menjadi menurun. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai teknik penggunaan inhaler. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi kepada pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi teknik penggunaan inhaler terhadap keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. Sampel penelitian berjumlah 13 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi teknik penggunaan inhaler melalui ceramah, demonstrasi, video pembelajaran, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,1±8,9 menjadi 88,4±5,8 (p<0,001), sedangkan rata-rata skor keterampilan meningkat dari 59,7±9,6 menjadi 91,2±4,9 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi teknik penggunaan inhaler. Kesimpulan: Edukasi teknik penggunaan inhaler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kepada pasien asma.
Copyrights © 2026