Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Ulang Game Edukasi Bahasa Inggris menggunakan Digital Game Based Learning Method Fadhlanrashif Ibrahim Supriana; Ririn Dwi Agustin; Fajar Darmawan
JURNAL PASUNDAN INFORMATIKA Vol. 2 No. 2 (2023): PasInformatik Edisi 02, Juli 2023
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pasinformatik.v2i2.9545

Abstract

Game edukasi adalah game yang didesain untuk merangsang kecerdasan anak. Game edukasi bertujuan untuk belajar dan menarik perhatian siswa. Game edukasi adalah gabungan dari konten edukasi, prinsip belajar dan game computer. Game dengan jenis edukasi berfungsi untuk memancing minat belajar siswa terhadap materi pelajaran yang telah disajikan pada game tersebut. Bahasa Inggris adalah pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa Sekolah Dasar, pemanfaatan game edukasi dapat mendukung siswa dalam memahami pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini akan menggunakan metode game based learning yang dimana terdapat beberapa pendekatan yaitu pendekatan sosio/cultural, pendekatan afektif, pendekatan kognitif, dan pendekatan motivas. Perancangan game ini akan meliputi pengetahuan Bahasa Inggris yang diberikan kepada siswa. Perancangan game ini meliputi pembuatan soal Bahasa Inggris yaitu belajar kosa kata, mengartikan kalimat sederhana dan melafalkan kata, perancangan game mechanic, hasil atau nilai yang diberikan apabila menjawab pertanyaan yang diberikan, perancangan estetika, pembuatan musik pada game dan balancing pada game sehingga game menjadi menantang untuk siswa. Hasil dari perancangan game edukasi Bahasa Inggris dengan studi kasus Wayang Quest. Wayang Quest adalah game edukasi Bahasa Inggris dengan genre trivia, crossword, action, turn-based yang dimana karakter yang digunakan pemain adalah karakter wayang mengacu pada kebudayaan. Game ini dirancang dimainkan di mobile device sehingga memudahkan siswa mengakses game tersebut. Manfaat dari game ini adalah mempermudah pemahaman siswa untuk pelajaran Bahasa Inggris.
Analisis Warna dan Tipografi Aplikasi Siap Kerja menggunakan UCD Untuk Tingkat Kepuasan Green UI: - Rahman, Eisya; Adelia, Adelia; Wasid, Asep; Irawan, Debi; Supriana, Fadhlanrashif Ibrahim
Journal of Informatics Management and Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jimat.v6i1.905

Abstract

This study aims to analyze the impact of color, font type, and green interface design on user satisfaction in the Siap Kerja mobile application. The problem that prompted this study was the low level of user satisfaction due to the selection of colors that were uncomfortable for the eyes, font types that reduced readability, and interface designs that did not fully apply the principles of sustainability in the user experience (sustainable UI). In digital interface design, sustainability is not only related to broad environmental issues, but also includes energy efficiency and visual comfort when using the application. Before filling out the questionnaire, respondents were given a preview of the Siap Kerja application interface to assess the color elements, typography, and green interface design concept. The concept of green interface design in this study refers to the optimization of visual aspects, such as application design with dark mode, as well as the selection of visually efficient typography. This optimization not only helps reduce device power consumption but also improves user comfort and reduces eye strain. Therefore, sustainability is considered one of the characteristics of interface design, not a form of satisfaction in itself. The results of the study show that color, typography, and green interface design have a significant impact on user satisfaction, with an explanatory level of 0.84. These findings indicate that the application of sustainable UI principles can improve the quality of the user experience while supporting energy efficiency in the use of digital applications.
Analisis Akurasi Dua Metode Klasifikasi: K-Nearest Neighbor vs Naïve Bayes pada Data Diabetes Fidalina Nirigi; Mochammad Triyanto; Mohammad Rezza Pahlevi; Athia Saelan; Fadhlanrashif Ibrahim Supriana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8671

Abstract

Diabetes merupakan kondisi metabolik yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa darah dan telah menjadi masalah kesehatan global. Apabila tidak ditangani dengan tepat, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, kerusakan ginjal, mata, dan sistem saraf. Perkembangan teknologi machine learning memberikan peluang dalam membantu proses klasifikasi dan prediksi penyakit diabetes secara lebih cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi dua metode klasifikasi, yaitu K-Nearest Neighbor (KNN) dan Naïve Bayes pada data diabetes. Dataset yang digunakan adalah Pima Indians Diabetes Database dengan pembagian data sebesar 80% untuk data latih dan 20% untuk data uji. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, pelatihan model, dan pengujian klasifikasi. Variabel yang digunakan meliputi kadar glukosa, usia, indeks massa tubuh (BMI), tekanan darah, serta riwayat diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma mampu melakukan klasifikasi data diabetes dengan baik. Namun, algoritma K-Nearest Neighbor memperoleh tingkat akurasi lebih tinggi sebesar 81%, sedangkan Naïve Bayes memperoleh akurasi sebesar 77%. Berdasarkan hasil tersebut, metode K-Nearest Neighbor dinilai lebih efektif dalam proses prediksi penyakit diabetes dibandingkan metode Naïve Bayes. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis machine learning di bidang kesehatan, khususnya untuk deteksi dini penyakit diabetes.
Analisis Pemanfaatan Sistem Informasi Marketplace Shopee terhadap Performa Penjualan Digital Mukhlis Teknik Mohammad Alfarizi; Muhamad Satria Muryono; Diki Wahyu Nugraha; Fadhlanrashif Ibrahim Supriana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8728

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemanfaatan sistem informasi marketplace Shopee terhadap performa penjualan digital Mukhlis Teknik selama 22 bulan (Juni 2024–Maret 2026). Latar belakang penelitian berakar pada fenomena transformasi digital UMKM sektor alat teknik yang dipicu oleh pandemi COVID-19, sebuah sektor yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur ilmiah dibandingkan sektor fashion dan FMCG. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan triangulasi data kualitatif yang bersumber dari data transaksional seller center Shopee, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan pemilik toko menggunakan panduan 18 pertanyaan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan total akumulasi penjualan sebesar Rp4,24 miliar dengan ekspansi pasar dari skala regional Jabotabek menjadi nasional. Performa penjualan membentuk tiga fase berulang yaitu stabilisasi, puncak, dan koreksi yang konsisten dengan pola volatilitas e-commerce global. Tingkat konversi rata-rata 2,64% terbukti lebih ditentukan oleh kualitas traffic dan reputasi toko dibandingkan volume kunjungan, dengan konversi tertinggi 4,66% terjadi justru saat pengunjung paling rendah pada Januari 2025. Rating toko yang stabil pada angka 4,8/5,0 selama seluruh periode terbukti menjadi aset reputasi digital jangka panjang yang menopang stabilitas penjualan di tengah tekanan persaingan harga produk impor. Distribusi produk unggulan menunjukkan dua segmen saling melengkapi antara produk bernilai transaksi tinggi dan produk berfrekuensi tinggi yang bersama-sama memperkuat ketahanan pendapatan bulanan. Penelitian ini menegaskan bahwa UMKM perlu mengintegrasikan manajemen reputasi digital dan diversifikasi produk adaptif sebagai strategi mitigasi risiko persaingan harga di ekosistem marketplace.
Effect of Information System Quality on Administration via E-Office Applications: Evaluation of E-Office Performance at the KBB Manpower Office Difta Ayu; Aldy Nurrohman; Athia Saelan; Fadhlanrashif Ibrahim Supriana
Journal of Information Systems and Technology Research Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/jistr.v5i1.1475

Abstract

The implementation of digital administrative systems in public sector institutions is expected to enhance efficiency, transparency, and accountability; however, partial system adoption and varying levels of user acceptance often limit their effectiveness. This study evaluates the implementation of a web-based E-Office application in public sector administration by examining how system quality, information quality, and service quality influence administrative management and employee acceptance. This research employs a descriptive qualitative approach by integrating the Information System Success Model and the Technology Acceptance Model (TAM). Qualitative data were collected through in-depth interviews with selected employees, direct observation of administrative workflows, and documentation analysis related to E-Office utilization in a local government institution. The findings indicate that system quality, information quality, and service quality positively contribute to administrative management effectiveness by accelerating document processing, improving information accessibility, and strengthening administrative accountability. In addition, perceived usefulness and perceived ease of use significantly influence employee acceptance of the E-Office application. Nevertheless, several challenges remain, including an outdated user interface, limited document search functionality, and the coexistence of manual and digital administrative processes. The novelty of this study lies in its qualitative integration of information system quality dimensions and the Technology Acceptance Model within a local government administrative context, providing empirical insights into both technical system performance and user acceptance to support public sector digital transformation.