Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hak Akses Pelepasan Informasi Rekam Medis Elektronik Untuk Kepentingan Penelitian Di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung Widia Mulyani; Dewi Lena Suryani Kurniasih; Ari Sukawan
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.86892

Abstract

Rekam Medis Elektronik setidaknya memenuhi prinsip keamanan maupun perlindungan data meliputi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Hak akses rekam medis elektronik berupa pemberian username dan password 1x24 jam. Kadang terjadi pemberian hak akses yang beresiko disalahgunakan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hak akses pelepasan informasi rekam medis elektronik untuk kepentingan penelitian di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Jenis penelitian kualitatif phenomenology. Data dikumpulkan dengan cara observasi serta wawancara terhadap 7 informan yaitu; Kepala Instalasi Rekam Medis, Kasub Pengelolaan Rekam Medis Rawat Jalan, Petugas Filing Rawat Jalan, Kepala Instalasi SIRS, Staf Bidang Pelayanan Penunjang, Perwakilan dari Kesatuan Staf Medis (KSM), dan pihak yang mengakses Rekam Medis Elektronik.Data menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis secara tematik. Terdapat panduan pelayanan dan SPO tetapi alur prosedur belum dipisahkan berdasarkan hak akses internal maupun eksternal. Sistem masih dalam tahap pengembangan sehingga kadang pihak eksternal mendapatkan hak akses pada data yang tidak bersifat read only. Alur prosedur hak akses pelepasan informasi rekam medis elektronik telah disetujui, dipublikasikan, dan dikomunikasikan dengan pihak internal maupun eksternal. Kebijakan tentang pembagian hak akses yang lebih rinci perlu dibuat dan disesuaikan dengan kepentingan maupun pihak yang melakukan akses informasi tersebut.
Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc Fery Fadly; Fajar Yunita Sari; Dewi Lena Suryani Kurniasih; Ani Nur Febiani
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i2.12014

Abstract

Tracer is a tool used to indicate when medical record files are borrowed or removed from the filing room. Field data indicates that the use of manual tracers has slowed down service, as staff often feel rushed when recording information on these tracers. As a result, manual tracers have been discontinued, leading to difficulties in tracking the whereabouts of files, delays in retrieving medical records, and a negative impact on patient care and the quality of hospital services. This study aims to design an electronic tracer system. The research is qualitative with a phenomenological design and employs the Rapid Application Development (RAD) method for system design. Data collection methods include interviews and observations. The study begins with identifying issues related to the use of manual tracers, analyzing system requirements, and designing the system, which includes creating context diagrams, Data Flow Diagrams (DFD), Requirement Tables (TRD), and activity diagrams for the electronic medical record tracer.
Pemberdayaan Kader Muda Puskesmas dalam Edukasi Kesehatan Jiwa Berbasis Digital untuk Pencegahan Gangguan Psikososial di Komunitas Dewi Lena Suryani Kurniasih; Fery Fadly; Ayu Rahayu Lestari; Neli Puspitasari; Asep Rahmadiana; Desinta Rahayu; Jajang Misbah; Fitri Fitrianie; Imas Haryati; Neli Susanti
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25835

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan mengalami gangguan psikososial akibat tingginya paparan media digital dan media sosial. Peningkatan literasi kesehatan jiwa melalui pemberdayaan kader muda menjadi salah satu strategi promotif preventif untuk meningkatkan kemampuan mengenali, mencegah, dan menangani masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader muda mengenai kesehatan jiwa berbasis digital sebagai upaya pencegahan gangguan psikososial  komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Aula UPTD Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 26 kader muda dari SMKN 2 Tasikmalaya dan SMPN 9 Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kasus, simulasi, pembagian leaflet edukatif, dan pemanfaatan media digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 pertanyaan literasi kesehatan jiwa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Rata-rata skor peserta meningkat dari 13,19 (87,95%) menjadi 13,72 (91,47%) dengan peningkatan 0,53 poin (3,52%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara skor pre-test dan post-test (Z = -2,446; p = 0,014), sehingga edukasi kesehatan jiwa berbasis digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader muda. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai deteksi dini gangguan psikososial, penggunaan media sosial yang sehat, keamanan digital, komunikasi empatik, dan pentingnya verifikasi informasi kesehatan. Pemberdayaan kader muda melalui edukasi kesehatan jiwa berbasis digital efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa sebagai upaya promotif dan preventif komunitas. Program ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara Puskesmas, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat peran kader muda sebagai agen promosi kesehatan jiwa.