Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Audiovisual Tentang Personal Hygiene Terhadap Pencegahan Demam Tifoid Pada Siswa SMK Negeri 1 Bireuen Tahun 2023 Shafira Salsabila; Juwita Sahputri; Vera Novalia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4413

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan menjadi penyakit menular global. Demam tifoid menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap di Indonesia dan menempati prevalensi tertinggi di Provinsi Aceh. Demam tifoid ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi melalui kontak langsung dengan feses, urine atau sekret penderita sehingga hygiene sanitasi merupakan faktor utama penularan. Penderita demam tifoid lebih banyak terjadi pada usia remaja, sehingga diperlukan pembelajaran seperti promosi kesehatan menggunakan media audiovisual karena media tersebut dapat memadukan unsur gambar dan suara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh media audiovisual mengenai pengetahuan tentang personal hygiene terhadap pencegahan demam tifoid pada siswa SMK Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini melibatkan 191 siswa dengan jenis penelitian quasi eksperimen menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 96.3% di kategori baik setelah penayangan media audiovisual diberikan. Penggunaan media audiovisual berpengaruh terhadap pengetahuan berdasarkan uji Wilcoxon dengan p sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media audiovisual mengenai pengetahuan tentang personal hygiene terhadap pencegahan demam tifoid pada siswa SMK Negeri 1 Bireuen. 
TINJAUAN MANAJEMEN TERKINI KRISIS HIPERTENSI: PERBEDAAN PENDEKATAN DIAGNOSTIK ANTARA HIPERTENSI EMERGENSI DAN URGENSI Shafira Salsabila
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis hipertensi adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan tekanan darah yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan atau telah terjadi kelainan target organ. Krisis hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan  tekanan darah secara akut dan progresif (sistolik ≥ 180 mmHg dan atau tekanan diastolik ≥ 120 mmHg) yang membutuhkan penanganan segera. Sangat penting untuk melakukan triase dini yaitu upaya secara dini untuk membedakan hipertensi darurat versus hipertensi urgensi untuk memastikan pemberian terapi yang paling tepat untuk setiap pasien. Ciri pembeda utama dari keadaan hipertensi darurat yang sebenarnya dengan hipertensiurgensi adalah adanya kerusakan organ target akut yang sedang berlangsung, bukan derajat peningkatan TD itu sendiri. Kedaruratan hipertensi dapat berkembang secara de novo atau sebagai komplikasi dari hipertensi esensial atau sekunder yang mendasarinya. Kondisi ini, jika tidak diobati, mempunyai angka kematian yang sangat tinggi, sehingga harus segera mendapatkan terapi anti-hipertensi secara intravena jangka pendek, mudah dititrasi, dan dalam kondisi yang dipantau pada ruang rawat intensif.