Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DESCRIPTION OF THE ADMINISTRATION OF BOILED MORINGA LEAVES TO REDUCE RANDOM BLOOD GLUCOSE LEVELS IN MRS. D WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN SIKAMPUH VILLAGE, KROYA DISTRICT, CILACAP REGENCY Latifah Azhar Dini; Eko Julianto; Sudiarto; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1565

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by high levels of physical activity, high sugar consumption, reduced insulin production, and impaired insulin response or other hormones that inhibit insulin action. Based on IDF data, the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia in 2024 is estimated to reach 11.3% of the population (approximately 20.4 million people). In addition, the Ministry of Health shows that in 2023, cases of diabetes mellitus will reach 11.7% and are predicted to continue to increase. High blood glucose levels, if left untreated, can cause various complications such as heart disease, stroke, nerve damage, and wound infections that can lead to amputation. One non-pharmacological treatment that can be given is by giving boiled moringa leaves, because moringa leaves contain antioxidants such as flavonoids, vitamins A, C, and E which can lower blood glucose levels. Objective: To determine the effect of Moringa leaf decoction on reducing blood glucose levels in diabetes mellitus patients in Sikampuh Village, Kroya District, Cilacap Regency. Method: The method used was a qualitative descriptive method with a case study approach. Results: Based on the research results, administering Moringa leaf decoction to blood glucose levels in diabetes mellitus patients for 7 days was proven to be effective in lowering blood glucose levels. Conclusion: Administering Moringa leaf decoction to diabetes mellitus patients for 7 days can lower blood glucose levels.
Gambaran Edukasi Keperawatan terhadap Kepatuhan Gaya Hidup Sehat dan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Widiatun Nur Farida; Sudiarto; Dwi Astuti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1564

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam pengelolaan gaya hidup sehat. Rendahnya kepatuhan terhadap pengaturan pola makan dan aktivitas fisik sering menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan edukasi keperawatan terhadap kepatuhan gaya hidup sehat dan perubahan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah 1 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memperoleh edukasi keperawatan selama 4 hari, meliputi edukasi diet, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan gaya hidup sehat meningkat dari 45% (kurang patuh) menjadi 75% (cukup patuh). Selain itu, kadar gula darah sewaktu menurun dari 202 mg/dL pada hari pertama menjadi 188 mg/dL pada hari kedua dan 170 mg/dL pada hari ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi keperawatan berperan dalam meningkatkan kepatuhan gaya hidup sehat serta berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Edukasi keperawatan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan komunitas untuk mendukung pengelolaan diabetes melitus.
Pemanfaatan Jus Semangka Merah (Citrullus vulgaris rubrum) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Faradila Sri Ardhya Garini; Dwi Astuti; Eko Julianto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis menggunakan bahan alami yang aman dan mudah diakses, salah satunya adalah semangka merah (Citrullus vulgaris rubrum). Semangka merah mengandung likopen, kalium, L-citrulline, dan vitamin C yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan jus semangka merah dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu responden penderita hipertensi derajat I. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus semangka merah sebanyak 300 gram per hari selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan dua jam setelah intervensi setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap dari hari pertama hingga hari ketujuh, dengan tekanan darah awal 157/95 mmHg menurun menjadi 129/82 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,86 mmHg dan diastolik sebesar 1,00 mmHg, serta tidak ditemukan efek samping selama pemberian intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jus semangka merah berpotensi digunakan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.