Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Diglosia

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA DENGAN METODE KOOPERATIF MEMBACA DAN MENGARANG TERINTEGRASI BERORIENTASI PENGALAMAN BELAJAR (Studi Eksperimen pada Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh Ciamis) Sofiatin Sofiatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.744 KB)

Abstract

ABSTRAKMahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Galuh (UNIGAL) menggangga menulis berita merupakan keterampilan menulis yang sulit. Mereka juga jarang membaca surat kabar, sehingga mereka kurang mengenal bahasa berita (bahasa jurnalistik). Tujuan penelitian eksperimen kuasi ini adalah untuk menjelaskan proses metode kooperatif pembelajaran membaca dan mengarang berorientasi pengalaman belajar diterapkan pada pembelajaran menulis berita mahasiswa, menilai profil tulisan berita mahasiswa, dan membuktikan metode pembelajaran ini berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis berita mahasiswa. Penelitin ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen quasi.Adanya penerapan metode kooperatif pembelajaran membaca dan mengarang atau yang disebut dengan metode CIRC yang berorientasi pengalaman belajar, berpengaruh  terhadap peningkatan kemampuan menulis berita mahasiswa yang dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas hasil prates 35,65 dan nilai rata-rata kelas hasil postes 84,14. Melalui uji t–test, diketahui hasil t hitung 14,350 melalui taraf kesalahan 0,05 lebih besar dari t tabel 2,048. Jika t hitung lebih besar dari t tabel, maka H1 diterima dan Ho ditolak. Selain itu, peningkatan kemampuan lebih baik pada kelas eksperimen terhadap kelas kontrol, dibuktikan dengan uji t-tes sample related dimana hasil t hitung 2,588 melalui taraf kesalahan 0,05 lebih besar dari t tabel 2,003. Jika t hitung lebih besar dari t tabel maka H1 diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu, metode CIRC berorientasi pengalaman belajar diharapkan dapat diimplementasikan pada mata kuliah Bahasa Jurnalistik Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra di perguruan tinggi manapun. Kata Kunci: Metode kooperatif, pengalaman belajar, kemampuan menulis berita.
MENGGALI PSIKOANALISIS DAN FEMINISME DALAM NOVEL RINAI KARYA SINTA YUDISIA (Kajian Pendekatan Sastra) Sofiatin Sofiatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.206 KB)

Abstract

Gagasan Konseptual berjudul Menggali Psikoanalisis dan Feminime dalam Novel Rinai Karya Sinta Yudisia dilatarbelakangi oleh adanya kekuatan muatan Psikologis dan muatan Feminisme yang terkandung di dalam novel tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menggali dan mengeksplorasi sejauhmana penulis cerita menjadikan dua muatan tersebut sebagai kekuatan alur cerita dan daya tarik bagi pembaca. Penulis mengkaji novel ini dari dua muatan tersebut dengan cara menggunakan pendekatan psikoanalisis dan pendekatan feminisme. Untuk pendekatan psikoanalisis terbagi lagi ke dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan psikologis pembaca dan pendekatan psikologis pengarang. Pada setiap alinea dan bab novel Rinai jika dikaji dengan pendekatan psikologis pembaca, banyak terkandung muatan psikologis yang ditunjukkan dengan kalimat-kalimat  yang menggambarkan kondisi psikis tokoh-tokohnya. Berdasarkan pendekatan psikologis pengarang, Sinta Yudisia memiliki latar belakang sebagai seorang mahasiswa psikologi. Sinta pun seorang penulis cerita  dan pernah menjadi anggota Tim Bulan Sabit Merah Indonesia 2010, sehingga Ia pun mampu menggambarkan jalinan cerita dengan konflik-konflik yang pernah ia alami sebagai pengalaman hidupnya. Mengenai Pendekatan feminisme, unsur-unsur feminisme selalu muncul pda dialog yang diutarakan tokoh-tokoh di dalam cerita. Selain itu, latar belakang kehidupan Rinai dan Nora, serta pandangan-pandangan Nora tentang bagaimana selayaknya kedudukan kaum perempuan di mata masyarakat untuk saat ini sudah menunjukkan bahwa novel ini syarat pula dengan muatan feminisme. Pandangan lainnya tentang feminisme sering dilontarkan pula oleh tokoh Amaretta, Taufik, dan Sony. Kata kunci:  psikoanalisis, feminisme, novel