Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Economic Insights

Intangible Asset: Perkembangan Valuasi dan Perananan Asset Tak Berwujud dalam Suatu Perusahaan Moh Eko Saputro
Journal Economic Insights Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Economic Insights
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jei.v2i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan aset tak berwujud danperanannya dalam perusahaan. Peneliti menggunakan metode kualitatif agar dapat mengeksplorasi secara mendalam persoalan dalam aset tak berwujud. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peran aset takberwujud sangat signifikan. Keberadaan aset takberwujud juga diikuti oleh kompleksitas dalam proses identifikasinya. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan dalam mengidentifikasi aset tersebut, seperti karakteristik aset, metode penilaian, dan pengaturan amortisasi yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam menilai aset takberwujud juga harus disesuaikan dengan situasi dan kebijakan yang berlaku. Ketepatan dalam menerapkan konsep dan pendekatan ini akan menghasilkan daftar aset takberwujud yang lebih akurat dan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
Comparative Study of the Implementation of Accounting Conservatism in a Country: United Kingdom, Australia, Malaysia and Indonesia: Studi Komparasi Penerapan Konservatisme Akuntansi Suatu Negara: United Kingdom, Australia, Malaysia, dan Indonesia Moh EKo Saputro
Journal Economic Insights Vol. 3 No. 1 (2024): Journal Economic Insights
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jei.v3i1.101

Abstract

Artikel ini berfokus pada eksplorasi determinan yang dapat mempengaruhi tingkat konservatisme akuntansi, dan bagaimana suatu negara merespons hal tersebut. Negara yang kami jadikan sampel meliputi: Inggris, Australia, Malaysia, dan Indonesia. Kami menjelaskan beberaapa determinan yang paling sering digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Beberapa determinan tersebut yaitu financial distress dan laverage, Krisis financial, gender CEO, earnings timeliness, board composition, Independensi Dewan, dan Governance Mechanism. Kami menemukan bahwa tingkat konservatisme akuntansi di beberapa negara juga beragam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing keadaan negara. seperti halnya Malaysia dan Indonesia, yang sempat terpengaruh tingkat konservatisme nya karena adanya krisis keuangan Asia. Di sisi lain, Inggris dianggap sebagai salah satu negara dengan tingkat konservatisme yang tinggi di Eropa (Lara dan Mora:2004).
Comparative Study of the Implementation of Accounting Conservatism in a Country: United Kingdom, Australia, Malaysia and Indonesia: Studi Komparasi Penerapan Konservatisme Akuntansi Suatu Negara: United Kingdom, Australia, Malaysia, dan Indonesia Moh EKo Saputro
Journal Economic Insights Vol. 3 No. 1 (2024): Journal Economic Insights
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jei.v3i1.101

Abstract

Artikel ini berfokus pada eksplorasi determinan yang dapat mempengaruhi tingkat konservatisme akuntansi, dan bagaimana suatu negara merespons hal tersebut. Negara yang kami jadikan sampel meliputi: Inggris, Australia, Malaysia, dan Indonesia. Kami menjelaskan beberaapa determinan yang paling sering digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Beberapa determinan tersebut yaitu financial distress dan laverage, Krisis financial, gender CEO, earnings timeliness, board composition, Independensi Dewan, dan Governance Mechanism. Kami menemukan bahwa tingkat konservatisme akuntansi di beberapa negara juga beragam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing keadaan negara. seperti halnya Malaysia dan Indonesia, yang sempat terpengaruh tingkat konservatisme nya karena adanya krisis keuangan Asia. Di sisi lain, Inggris dianggap sebagai salah satu negara dengan tingkat konservatisme yang tinggi di Eropa (Lara dan Mora:2004).