Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI APENDEKTOMI DENGAN INDIKASI APENDEKSITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN INTERVENSI TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Ni Desak Ketut Ayu Indah Sari; Aditha Angga Pratama; Kadek Yudi Aryawan
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.322

Abstract

Pendahuluan Appendicitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu (apendiks). Infeksi yang terjadi dapat mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah Pasien yang akan menjalani Operasi Apendektomi sering mengalami nyeri sesudah Operasi. Tujuan dari karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien Post Operasi Apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut dengan intervensi terapi relaksasi nafas dalam. Metode yang digunakan dari karya ilmiah ini yaitu menggunakan metode studi kasus dengan jumlah sampel 3 responden. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di institusi untuk melakukan pengkajian terhadap pasien kelolaan. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis dari tiga pasien yang diberikan intervensi pemberian terapi relaksasi nafas dalam, pasien mengatakan merasa lebih tenang, nyeri berkurang. Simpulan yang didapat adalah pemberian terapi relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri sehingga pasien tampak lebih tenang pada saat menjani sesudah operasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANJAR, BULELENG, BALI Ni Kadek Diah Purnamayanti; Kadek Yudi Aryawan; I Komang Sukarata Adnyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.20

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan gangguan kesehatan yang terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat. Tren penyakit tidak menular di Indonesia saat ini tidak hanya terjadi pada populasi dewasa dan lansia namun juga pada anak usia sekolah. Sebagai upaya penanggulangan, kontrol metabolic adalah kunci. Indikator metabolic yang paling sederhana adalah berat badan dan tinggi badan atau dikenal dengan ideks masa tubuh. Untuk anak usia sekolah perhitungan indkes masa tubuh berdasarkan usia berguna untuk mendiagnosis status gizi. Status gizi penting menjadi perhatian selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini pilar tatalaksana gizi yang diaplikasikan adalah edukasi pola makan, monitoring status gizi, dan asupan makanan sehat. Dari hasil kegiatan tampak sebagian besar anak sekolah dasar sangat kurus 58,87%, normal 38,8% , dan sebagian kecil kurus, berat badan lebih dan obesitas. Kondisi tubuh sangat kurus dalam hal ini memiliki risiko yang sama untuk meningkatkan penyakit tidak menular. Kondisi nutrisi kurang dari kebutuhan saat selama masa pertumbuhan mengganggu metabolism karbohidrat dan protein sehingga risiko penyakit kardiovaskular semakin besar. Pengabdi merekomendasikan diet tinggi kalori dan tinggi protein untuk anak yang sangat kurus, dan peningkatan aktivitas fisik untuk anak dengan berat badan lebih dan obesitas. Konsumsi protein minimal saat masa pertumbuhan menjadi penting sebagai kunci optimalisasi generasi muda sehat di masa mendatang.
KENALI DIABETES MELLITUS SECARA DINI PENYULUHAN DIABETES MELLITUS SEBAGAI UPAYA PENGENALAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI SMAN 3 SINGARAJA, BULELENG, BALI I Wayan Antarikswan; I Made Sundayana; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Putu Indah Sintya Dewi; Kadek Yudi Aryawan; G. Nur Widya Putra; Mochamad Heri; Ni Ketut Putri Marthasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.23

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan pencegahan dini, tanda dan gejala hingga faktor resiko yang terdapat pada kalangan remaja yang menunjang terjadinya Diabetes Mellitus (DM). Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan, diklat dan pemberdayaan siswa di SMAN 3 Singaraja. Langkah awal yang dilakukan adalah melaksanakan penyuluhan dan diklat kepada siswa-siswi untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi terkait dengan Diabetes Mellitus (DM). Target akhir dari pengabdian Masyarakat ini, siswa-siswi remaja di SMAN 3 Singaraja mampu melaksanakan upaya pencegahan dan menanggulangi faktor resiko di kalangan remaja sehingga mengurangi resiko terjadi Diabetes Mellitus (DM) pada usia dewasa.
Efektifitas Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha I Wayan Antariksawan; I Wayan Suardana; Kadek Yudi Aryawan; Gede Budi Widiarta; Ni Luh Seri Astuti; Ni Putu Ika Novita Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54668

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi besar terhadap morbiditas serta mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini sering disertai gangguan metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol yang memperberat risiko penyakit jantung. Terapi komplementer, salah satunya bekam basah, mulai banyak digunakan sebagai alternatif pendukung pengendalian hipertensi dan dislipidemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha The Holistic Nursing & Home Care. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sistolik dan diastolik dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terapi bekam basah. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan bermakna pada kadar kolesterol (mean penurunan 18,00; p = 0,001), tekanan darah sistolik (mean penurunan 15,49; p = 0,001), dan diastolik (mean penurunan 5,11; p = 0,001). Disimpulkan bahwa terapi bekam basah efektif menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga berpotensi menjadi intervensi komplementer dalam manajemen hipertensi berbasis keperawatan holistik.