Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Segar Asal Tumbuhan Untuk Mendukung Agrowisata Di Kawasan Sembalun Muhammad Sarjan; Ruth Stella Petrunella Thei; Hery Haryanto; Aluh Nikmatullah; Achmad Fajar Narotama Sarjan
Unram Journal of Community Service Vol. 4 No. 3 (2023): September (In Press)
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v4i3.470

Abstract

Selama ini di Kawasan Sembalun para pelaku usaha atau agribisnis Pangan Segar Asal Tumbuhan seperti sayuran dan buah buahan masih belum maksimal upaya untuk menghasilkan produk yang bermutu dan aman  dikonsumsi. Oleh karena itu pada kegiatan ini, perlu dilakukan Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Segar Asal Tumbuhan  Untuk Mendukung Agrowisata di  Kawasan Sembalun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode Kaji Tindak (Action Research) dengan menerapkan pendekatan Program Tindak Partisipatif (Partisipatory Action Program) dari peserta melalui diskusi, dan kerja kelompok pada seluruh kegiatan. Tahapan dalam kegiatan ini meliputi tahapan persiapan, antara lain identifikasi masalah, kemudian survey pendasaran menggunakan metode deskriptif eksploratif. Tahapan pelaksanaan, diawali dengan pelatihan dengan teknik ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan peserta memahami arti pentingnya memperhatikan aspek lingkungan dalam budidaya pertanian dengan menerapkan Budidaya Tanaman Sehat  Peserta menyadari bahwa kawasan agrowisata Sembalun perlu terus memperhatikan kualitas lingkungan dan produk pertanian dengan menerapkan praktik Budidaya tanaman Sehat dan sertifikasi keamanan pangan
The Existence of Predatory Insects in the Agroecosystem of Potato Plant (Solanum tuberosum L.) Integrated with Refugia Plants M Sarjan; Ruth Stella Petrunella Thei; Moh. Taufik Fauzi; Kisman Kisman; Aena Haviana
Journal of Science and Science Education Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v4i2.5901

Abstract

Inappropriate handling of pests can cause substantial losses in both quantity and quality of potato plants. One of the promising alternative methods is by modifying the agroecosystem such as using refugia plants to conserve the diversity of predators in potato plants. This study aimed to determine the effect of refugia plants on the diversity of predatory insects in potato plants. This study used a randomized block design (RBD) with 6 treatments and 3 replications. Sampling of predatory insects was carried out using traps, namely the yellow pan trap and direct (conventional) collection. The results of this study indicated that there were 3 orders of predatory insects from 3 families and 9 species. The most common insects were found in the treatment of marigold and sunflower flowers. The highest diversity index value was 1.33 obtained in the sunflower treatment, which is classified as moderate
Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Segar Asal Tumbuhan Untuk Mendukung Agrowisata Di Kawasan Sembalun Muhammad Sarjan; Ruth Stella Petrunella Thei; Hery Haryanto; Aluh Nikmatullah; Achmad Fajar Narotama Sarjan
Unram Journal of Community Service Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v4i3.470

Abstract

Selama ini di Kawasan Sembalun para pelaku usaha atau agribisnis Pangan Segar Asal Tumbuhan seperti sayuran dan buah buahan masih belum maksimal upaya untuk menghasilkan produk yang bermutu dan aman  dikonsumsi. Oleh karena itu pada kegiatan ini, perlu dilakukan Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Segar Asal Tumbuhan  Untuk Mendukung Agrowisata di  Kawasan Sembalun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode Kaji Tindak (Action Research) dengan menerapkan pendekatan Program Tindak Partisipatif (Partisipatory Action Program) dari peserta melalui diskusi, dan kerja kelompok pada seluruh kegiatan. Tahapan dalam kegiatan ini meliputi tahapan persiapan, antara lain identifikasi masalah, kemudian survey pendasaran menggunakan metode deskriptif eksploratif. Tahapan pelaksanaan, diawali dengan pelatihan dengan teknik ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan peserta memahami arti pentingnya memperhatikan aspek lingkungan dalam budidaya pertanian dengan menerapkan Budidaya Tanaman Sehat  Peserta menyadari bahwa kawasan agrowisata Sembalun perlu terus memperhatikan kualitas lingkungan dan produk pertanian dengan menerapkan praktik Budidaya tanaman Sehat dan sertifikasi keamanan pangan
Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kutu Daun (Aphis Gossypii) dan Gejala Penyakit Virus yang Ditimbulkan pada Beberapa Varietas Tanaman Kentang Muhammad Nur Qoim; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto; Ruth Stella Petrunella Thei
Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation (jMBC)
Publisher : Master’s Program in Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ysv9v534

Abstract

Potatoes are a short-lived horticultural crop with a growing period of 90–180 days, depending on the variety, and are a significant source of carbohydrates widely used as vegetables and food ingredients in several countries. Potatoes are best cultivated in highland areas or mountainous regions at altitudes above 700 meters above sea level. Various potato varieties have been developed for export, food industries, and local consumption as vegetables. In Indonesia, common varieties include Atlantik and Chitra, while Mc Russet and Ranger Russet are new industrial varieties under evaluation due to the lack of descriptive data. Superior traits in a potato variety are often associated with reduced incidence and severity of pests and diseases. A study aimed to examine the population and intensity of aphid (Aphis gossypii) infestations and virus symptoms across potato varieties was conducted from April to June 2021 in Sembalun Village, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, using a randomized block design (RBD) with four treatments Mc Russet, Ranger Russet, Chitra, and Atlantik each repeated six times, resulting in 24 experimental units. The findings indicated significant differences in pest populations, infestation intensity, and virus symptoms among varieties, with Atlantik having the highest pest population (10 pests/plant) and infestation intensity (2.93%), while Ranger Russet had the lowest (3.42 pests/plant and 1.57%). Virus symptoms were most severe in Chitra (PVY 6.05%, PLRV 5.79%) and least severe in Ranger Russet (PVY 3.19%, PLRV 2.27%).
Keberadaan Hama Thrips pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) yang Ditumpangsarikan dengan Beberapa Tanaman Aromatik Lalu Sesar Nuranggista Utama; Ruth Stella Petrunella Thei; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/9s659q29

Abstract

Hama Thrips merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas hingga 90%. Pengendalian hama secara kultur teknis melalui sistem tumpangsari dengan tanaman aromatik menjadi salah satu alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji populasi dan intensitas serangan hama Thrips pada tanaman kentang yang ditumpangsarikan dengan kemangi (Ocimum basilicum), seledri (Apium graveolens), dan bawang daun (Allium fistulosum), serta menganalisis hubungan antara populasi dan intensitas serangan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Juni–September 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Pengamatan populasi Thrips dilakukan secara langsung (hand counting), dengan perangkap yellow pan trap dan pitfall trap sebanyak 11 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari tanaman aromatik tidak berpengaruh nyata terhadap populasi dan intensitas serangan hama Thrips (F = 0,59; P = 0,63 > 0,05). Secara deskriptif, rata-rata populasi terendah ditemukan pada perlakuan tumpangsari kentang dengan kemangi (51,44 ekor/tanaman) dan seledri (52,36 ekor/tanaman), sedangkan populasi tertinggi pada monokultur (61,92 ekor/tanaman). Kontribusi intensitas serangan Thrips terendah terdapat pada tumpangsari kentang-seledri (4,68%). Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi dan intensitas serangan (Y = 0,0141 + 0,0079X; R² = 0,72; P < 0,05).