Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Integrated E-Commerce Inventory Information System Application to Support Halal Traceability in Wet Noodle SMEs Aditia Ginantaka; Aisah Rini Susanti
ABDISAINS Vol 1 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jas.v1i2.1936

Abstract

Wet noodle products are a type of product that has a high halal critical point due to the complex production process and raw materials. A raw material inventory information system is needed to support more systematic raw material data collection. This service uses Halal Food Trust software to apply a raw material inventory information system. The system uses Microsoft Visual basic programming with consideration of the objectives of system development, where the scope of the data management system is integrated with the Windows operating system and Microsoft Office, which has been used routinely by SMEs. The results of the identification of the current condition of UKM Mie have carried out the management of raw material inventory; there are activities of recording raw materials at the time of purchase, storage, and use of materials in the production process carried out using a log book using Microsoft Excel. The Halal Food Trust, material inventory information system, seeks to increase the level of traceability at a high level with criteria, namely the ability to document electronically and be able to provide documents that can be printed.
Quality Evaluation of Dried Red Chili (Capsicum annuum L) with Convection and Radiation Drying Methods Ridwan Rachmat; Helmi Harris; Amar Ma'ruf; Aditia Ginantaka
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i2.8493

Abstract

Red chili is one of the most important horticultural products. Red chili is a perishable commodity that easily damages, caused by bacteria or fungal. Changes in the enzyme activity in chili that cause shrinkage or wrinkles during storage, transport, and fresh chili packing can reduce the market price. The objective of this study was to determine the changes that occur in the drying process. The material used in this study was red chili (Capsicum annuum). The equipment used Far Infrared Ray (FIR) dryer, electrical oven, and equipment for analysis. This study employed a randomized block design consisting of 5 drying treatments with 3 replications for each treatment. This study showed that the use of FIR dryer at 50°C for drying red chilies gave the best drying time (11 hours), compares with sun drying (38 hours), and oven 50°C (46 hours). The rehydration property of the water content produced is also not much different from an oven dryer at 60°C (39 hours) and sun drying. Drying with FIR caused loss of volatile more than the oven method, however drying time for FIR dryer at 50oC and 60oC were shorter. Air quality levels, ash levels, VRS, and the yield obtained was not significantly different from the oven dryer which took longer drying time. Far Infrared dryer (FIR) and sun drying are radiation drying method, and electric oven as a convection method can provide the best results.
Pemanfaatan Jerami Padi Dan Serbuk Kayu Menjadi Biopelet Sebagai Bahan Bakar Alternatif Najwa Faizah Azima Buhang; Aditia Ginantaka; Teguh Wikan Widodo; Ridwan Rachmat
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i2.11988

Abstract

Most human activities use fossil energy to meet their energy needs. Fossil energy is limited in quantity and non-renewable in nature, raising concerns that it may no longer sustain future energy demands. Bio-pellets are an alternative fuel that can address the scarcity of stove fuels such as kerosene and gas. Rice straw is one of the potential biomass materials for bio-pellet production due to its abundance and environmental sustainability. The addition of wood powder in bio-pellet manufacturing can increase calorific value and improve pellet energy efficiency. This research aims to find a bio-pellet formula combining rice straw and wood powder that complies with SNI 8021:2014. The method employed in this study is experimentation, involving the creation of three different bio-pellet compositions. The selection of the best bio-pellet is determined by analyzing the collected data using single-factor RAL in SPSS 24 software. The chosen bio-pellet formulation in this study is KJ1 with a density of 1.457 g/cm3, moisture content of 9.076%, calorific value of 3,924.48 cal/g, and water boiling rate of 284 seconds.
Analisis dan Desain Sistem Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Pendekatan Business Process Model And Notation (BPMN) Dedi Sunandi; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.19360

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk olahan kelapa bernilai fungsional dan ekonomi tinggi. Namun, produksi VCO oleh UMKM masih bersifat konvensional, belum terdokumentasi dengan baik, dan rentan terhadap kesalahan proses. Penelitian ini bertujuan merancang sistem produksi VCO yang terstruktur menggunakan pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis studi literatur, dengan sumber data berasal dari artikel ilmiah terkait proses produksi VCO dan pemodelan bisnis. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tahapan produksi mulai dari pra-produksi, proses inti, hingga pasca-produksi, lalu disusun dalam bentuk diagram BPMN dan matriks kebutuhan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPMN mampu menggambarkan alur kerja produksi secara visual, sistematis, dan mudah dipahami. Diagram ini juga mengidentifikasi aktivitas tidak bernilai tambah dan peran tiap aktor dalam proses. Model ini memberikan kerangka awal sistem produksi VCO yang efisien dan dapat dijadikan acuan UMKM untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Keterbatasan penelitian ini adalah belum adanya data lapangan, sehingga diperlukan studi lanjutan untuk menguji implementasi dan pengembangan digitalisasi berbasis BPMN.  
Analisis Sistem Proses Produksi Pengolahan Biji Kopi Robusta Menjadi Kopi Bubuk Menggunakan Metode BPMN Siti Rahmawati; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.19367

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, terutama kopi robusta yang menjadi komoditas unggulan. Namun demikian, proses produksi kopi bubuk dari biji kopi robusta masih menghadapi berbagai tantangan seperti efisiensi biaya yang rendah, mutu produk yang tidak konsisten, dan keterbatasan teknologi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi pengolahan biji kopi robusta menjadi bubuk kopi secara menyeluruh dan menyusun formulasi perbaikan berbasis pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan proses produksi dari tahap penerimaan bahan baku hingga pengemasan, penyusunan matriks kebutuhan sistem, dan formulasi matematis untuk mendukung proses optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan BPMN mampu mengidentifikasi titik-titik kritis dalam proses produksi serta memberikan gambaran menyeluruh terhadap alur kegiatan produksi. Selain itu, formulasi matematis yang dikembangkan memungkinkan analisis waktu proses dan penyusunan solusi perbaikan berbasis kuantitatif. Batasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang terbatas pada proses produksi tanpa mempertimbangkan aspek distribusi dan pemasaran. Implikasi dari penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan sistem produksi yang lebih efisien dan terstandarisasi di industri pengolahan kopi.
Perancangan Bussiness Process Model And Notation (BPMN) Analisis Dan Desain Sistem Produksi Cokelat Batang Sandra Nurul Aulia; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.19370

Abstract

Penggunaan pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN) bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan sistem produksi cokelat batang. Proses produksi yang kompleks memerlukan representasi yang sistematis dan terstruktur agar dapat dimengerti oleh berbagai pihak yang terlibat. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi terhadap tahapan-tahapan utama produksi mulai dari penerimaan biji kakao, pemrosesan kakao, pencampuran bahan tambahan, hingga pengemasan produk akhir. Pemodelan BPMN digunakan untuk menggambarkan alur proses secara visual, melibatkan stakeholder penting dan interaksi antar aktivitas. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa BPMN dapat digunakan sebagai alat bantu yang efektif dalam perancangan dan evaluasi sistem produksi pangan, serta dasar dalam optimasi peoses dan pengendalian mutu.
Sistem Pemasaran Produk Kosmetik Lokal dengan Metode Interpretative Structural Modeling (ISM) Sandra Nurul Aulia; Yurandani Muharrama; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21284

Abstract

Industri kosmetik lokal Indonesia berkembang pesat didorong oleh tren kecantikan, media sosial, dan kesadaran akan perawatan diri. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum mampu merancang sistem pemasaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen kunci dalam sistem pemasaran produk kosmetik lokal menggunakan metode Interpretative Structural Modeling (ISM). Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar elemen strategis dan memetakan prioritas dalam penyusunan strategi pemasaran. Penelitian dilakukan melalui diskusi dengan dua pakar untuk menentukan elemen penting, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Exsimpro dengan pendekatan hubungan V-A-X-O. Tujuh elemen dianalisis, meliputi diferensiasi produk, digital marketing, distribusi pasar, edukasi konsumen, branding produk, promosi, dan kemitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing merupakan elemen paling berpengaruh dalam sistem, diikuti oleh diferensiasi dan branding. Edukasi konsumen juga menjadi elemen kunci yang dapat memperkuat persepsi dan loyalitas konsumen. Temuan ini memberikan gambaran struktural bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi yang efektif dan berorientasi pada pasar. Penelitian ini memiliki keterbatasan jumlah pakar dan ruang lingkup, sehingga disarankan untuk diperluas pada penelitian selanjutnya dengan melibatkan lebih banyak responden dan produk.
Analisis Dinamika Konsumsi Digital dalam Ekonomi Platform Menggunakan Causal Loop Diagram (CLD) Dedi Sunandi; Wildan Saputra; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21328

Abstract

Kebiasaan konsumsi masyarakat telah berubah karena pertumbuhan ekonomi digital yang meledak di berbagai platform digital. Strategi yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi masalah konsumsi digital yang rumit yang dipengaruhi oleh algoritma, pemasaran, dan penyesuaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan teknik Causal Loop Diagram (CLD) untuk memeriksa dinamika konsumsi digital dalam ekonomi berbasis platform. Menemukan faktor-faktor penting dalam literatur, mengumpulkan data sekunder, dan menggunakan perangkat lunak Vensim untuk memodelkan korelasi sebab-akibat antar variabel adalah beberapa teknik yang digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan pengguna, jumlah pengguna internet, kepercayaan platform, algoritma personalisasi, frekuensi promosi digital, dan harga produk atau layanan adalah enam variabel utama yang berdampak satu sama lain. faktor-faktor ini berinteraksi menciptakan siklus yang seimbang dan saling menguatkan yang menentukan bagaimana konsumsi digital berkembang. Menurut temuan ini, para pemangku kepentingan dapat menciptakan strategi bisnis dan kebijakan yang berkelanjutan dengan bantuan pengetahuan visual dan sistematis tentang hubungan antar faktor. Studi ini juga mengakui perlunya validasi kuantitatif tambahan terhadap model yang sudah ada dan keterbatasan cakupan variabel.