Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UNSUR DRAMATIK PADA FILM ALI & RATU RATU QUEENS DALAM MEMBANGUN PESAN KEKELUARGAAN Asti Widya Adriyani; Didik Suharijadi; Soekma Yeni Astuti; Muhammad Zamroni; Denny Antyo Hartanto
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 24 No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v24i2.37612

Abstract

The film "Ali & the Queens" is an example of a family-themed movie. This film has an intriguing storyline as it utilizes dramatic elements to emphasize the message of family bonds. The relationship between Ali and the Queens is predominantly focused on conveying the message of kinship. Ali and the Queens are a family without any blood ties. Their relationship initially starts from a mutually beneficial arrangement. Moreover, their familiarity grows as they are fellow immigrants from the same country. The sense of family between Ali and the Queens develops while living in the same apartment, fostering closeness and care for each other. The purpose of this study is to explore how the dramatic elements in the film "Ali & the Queens" contribute to conveying the message of family. This research employs a qualitative descriptive method. Data collection techniques involve observation, documentation, and literature review. The results of the study indicate that there are ten scenes supported by dramatic elements in conveying the message of family. Three scenes are supported by conflict, three scenes by suspense, two scenes by curiosity, and two scenes by surprise.
DINAMIKA PENCARIAN JATI DIRI TOKOH AURORA DALAM FILM JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG Wahyu Ariyanti Mulyaningtias; Muhammad Zamroni; Ni Luh Ayu Sukmawati
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 22, No 2: September 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v22i2.16984

Abstract

Perubahan motivasi tokoh Aurora seiring menghadapi konflik internal dalam film Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang dapat terlihat melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Pendekatan tersebut mampu memperlihatkan cara tokoh Aurora menggunakan mekanisme pertahanan ego sebagai tanggapan terhadap tekanan akademik, keluarga, dan sosial, terutama akibat perilaku destruktif Jem. Pemilihan topik penelitian ini berkaitan dengan relevansi isu kesehatan mental pada generasi muda, khususnya akibat dominasi keluarga yang memengaruhi proses pencarian jati diri. Film tersebut menggambarkan konflik internal yang erat kaitannya dengan bayangan masa lalu dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan tokoh Aurora. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggabungkan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, struktur naratif Tzvetan Todorov, serta sinematik David Bordwell. Penerapan struktur naratif serta sinematik sebagai pendukung dapat membantu menganalisis interaksi id, ego, dan superego Aurora melalui struktur pembagian cerita serta visualisasi dalam adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring berkembangnya cerita, motivasi tindakan Aurora mengalami perubahan secara bertahap menuju kondisi yang lebih stabil, mandiri, dan rasional. Oleh karena itu, film Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang tidak hanya menampilkan konflik internal dan proses perubahan motivasi tokoh, tetapi juga menggunakan struktur naratif dan sinematik untuk memperjelas dinamika kondisi tokoh Aurora. Kata kunci: Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang, psikoanalisis Sigmund Freud, konflik internal