Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE GOOD MOTHER AS REPUTATIONAL PERFORMANCE: MYTH AND SOCIAL SURVEILLANCE IN LEFT-HANDED GIRL (2025) Ni Luh Ayu Sukmawati; Wen-Hung Chao; Denny Antyo Hartanto; Bambang Aris Kartika
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v9i1.19531

Abstract

This article examines Left Handed Girl (2025) to refine how patriarchy works through moralised of reputation and public evaluation. Patriarchy appears as a social process sustained through gendered self policing, where mothers protect family face by managing secrecy, shame, and communal judgement. The framework draws on Roland Barthes’ semiotics of denotation, connotation, and myth, Friedrich Nietzsche’s moral genealogy of ressentiment, bad conscience, and the conversion of debt into guilt, and Judith Butler’s performativity as repeated acts shaped by social norms. The study uses close readings of selected sequences and recurring motifs that organise the film’s moral economy. Motifs include the stigmatisation of left handedness as the devil’s hand, the night market as a semiotic economy of female commodification, the concealment of nonmarital motherhood, and an incident where a pet’s fatal fall is disavowed to avert censure. Barthesian myth shows how reputational discipline becomes common sense, Nietzschean genealogy explains how external judgement turns inward as bad conscience, and Butlerian performativity frames concealment as affective labour that produces the figure of the good mother. The findings portray patriarchy as reproduced through women’s enforced moral responsibility, binding care to coercive respectability
DINAMIKA PENCARIAN JATI DIRI TOKOH AURORA DALAM FILM JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG Wahyu Ariyanti Mulyaningtias; Muhammad Zamroni; Ni Luh Ayu Sukmawati
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 22, No 2: September 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v22i2.16984

Abstract

Perubahan motivasi tokoh Aurora seiring menghadapi konflik internal dalam film Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang dapat terlihat melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Pendekatan tersebut mampu memperlihatkan cara tokoh Aurora menggunakan mekanisme pertahanan ego sebagai tanggapan terhadap tekanan akademik, keluarga, dan sosial, terutama akibat perilaku destruktif Jem. Pemilihan topik penelitian ini berkaitan dengan relevansi isu kesehatan mental pada generasi muda, khususnya akibat dominasi keluarga yang memengaruhi proses pencarian jati diri. Film tersebut menggambarkan konflik internal yang erat kaitannya dengan bayangan masa lalu dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan tokoh Aurora. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggabungkan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, struktur naratif Tzvetan Todorov, serta sinematik David Bordwell. Penerapan struktur naratif serta sinematik sebagai pendukung dapat membantu menganalisis interaksi id, ego, dan superego Aurora melalui struktur pembagian cerita serta visualisasi dalam adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring berkembangnya cerita, motivasi tindakan Aurora mengalami perubahan secara bertahap menuju kondisi yang lebih stabil, mandiri, dan rasional. Oleh karena itu, film Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang tidak hanya menampilkan konflik internal dan proses perubahan motivasi tokoh, tetapi juga menggunakan struktur naratif dan sinematik untuk memperjelas dinamika kondisi tokoh Aurora. Kata kunci: Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang, psikoanalisis Sigmund Freud, konflik internal