Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTERNET YANG SEHAT MENJADI KUNCI DALAM MENCIPTAKAN PESERTA DIDIK YANG BERKUALITAS DAN BERKARAKTER DI SMKN 1 KELAPA Ermini; Yanuar Syam Putra; Layang Sardan; Suryati; Ramanata Disurya; Srihusnulwati; Sri Wahyuningsih; Hanni Yukamana; Jumroh
JURNAL NGABDIMAS Vol. 7 No. 01 Juni (2024): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v7i01 Juni.281

Abstract

Internet Sehat dan Aman (INSAN) adalah suatu program dari pemerintah Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemkominfo) dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan program INSAN dalam bentuk roadshow dan forum diskusi. Media yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi INSAN antara lain tatap muka, internet, televisi, radio, media cetak, media luar ruang dan animasi. Penggunaan internet yang tidak terkontrol akan menyebabkan banyak kerugian. Penggunaan internet oleh anak yang tidak terkontrol oleh orang tua akan memberi efek buruk pada kehidupan sosial dan psikologis anak-anak, bahkan akademik mereka [Jackson, dkk, 2003]. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Untuk menghindari penggunaan internet yang berlebihan, tidak terkontrol, dan tidak benar, maka kami menginisiasi sebuah sosialisasi mengenai internet sehat yang bertarget kepada para peserta didik sebagai pengguna. Sosialisasi mengenai internet sehat dilaksanakan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Internet Sehat, Peserta Didik, Berkualitas dan Berkarakter
PENEGAKAN HUKUM PERSAINGAN USAHA MELALUI PENERAPAN RULE OF REASON PADA KASUS MONOPOLI USAHA Suryati; Layang Sardana
Justici Vol 12 No 2 (2019): Justici
Publisher : Fakultas Hukum Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Article 1 of Law Number 5 Year 2009 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition provides a definition of monopoly as "Mastery of production and or marketing of goods and or for the use of certain services by one business actor or a group of business actors". The purpose of this study is to see how enforcement of business competition law through the application of real-reason in the case of monopoly. The method used in this study is normative legal research. The results of this study are generally rule of reason norms in the anti-monopoly law will usually be terminated or contain phrases: (i) which can result in monopolistic practices and / or unfair business competition (ii) which can result in unfair business competition, or (iii) which can result in unfair business competition and / or harm to society.
Hukum Kontrak Elektronik Terhadap Perlindungan Data Pribadi Konsumen: Studi Kasus Belanja Online dan Pinjaman Online Yanuar Syam Putra; Sri Wahyuningsih; Sundari; Suryati; Febrimarani Malinda
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Vol 10 No 2 (2025): Government and Innovation
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipsk.v10i2.5727

Abstract

The development of information and communication technology has brought about changes in the abundance of consumer personal data on online shopping and lending applications. This phenomenon has implications for the increased collection and processing of consumer personal data by application providers, which poses the potential for privacy violations if the data is misused by unauthorized parties. This is necessary for the protection of personal data to provide legal certainty for consumers. This study aims to analyze electronic contract law in relation to the protection of consumer personal data. The research method used is a normative and empirical juridical approach, with data collection through literature studies and observations of the practices and behavior of online shopping and lending application users in the field. The results indicate that increasing consumer legal awareness and the responsibility of application providers in implementing personal data protection principles are key factors in creating a safe, fair, and trustworthy electronic transaction ecosystem. Therefore, the implementation of electronic contract law based on the principles of justice and legal certainty is a crucial effort to protect consumer rights in the digital era.
PENERAPAN SISTEM HUKUM OLAHRAGA DALAM PERTANDINGAN MENUJU SPORTIVITAS Yanuar Syam; Ramanata Disurya; Ermini; Layang Sardana; Suryati; Sri Husnulwati; Sundari,; Sri Wahyuningsih
NGABDIMAS Vol. 8 No. 02 Desember (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/sqnk0x34

Abstract

Program Internet Sehat dan Aman (INSAN) adalah inisiatif dari pemerintah Indonesia yang Olahraga merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga membentuk karakter peserta didik, khususnya nilai sportivitas, kejujuran, dan kedisiplinan. Dalam praktiknya, pelaksanaan kegiatan olahraga di lingkungan sekolah menengah sering kali dihadapkan pada berbagai permasalahan, seperti pelanggaran aturan pertandingan, sikap tidak sportif, dan kurangnya pemahaman terhadap sistem hukum olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem hukum olahraga dalam pertandingan olahraga sekolah sebagai upaya mewujudkan sportivitas di kalangan peserta didik SMA Negeri 2 Mesuji OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan serta observasi terhadap pelaksanaan pertandingan olahraga di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem hukum olahraga di SMA Negeri 2 Mesuji OKI telah berjalan secara normatif melalui peraturan sekolah dan tata tertib pertandingan, namun masih ditemukan kendala dalam aspek pemahaman peserta didik serta konsistensi penegakan sanksi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi hukum olahraga dan peran aktif guru pendidikan jasmani serta wasit sekolah guna menanamkan nilai sportivitas secara berkelanjutan.
Consumer Protection in Digital Transactions: An Analysis of Regulatory Effectiveness from Legal and Economic Perspectives Ermini; Ramanata Disurya; Layang Sardana; Sri Husnulwati; Suryati
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v3i3.5240

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of consumer protection regulations in digital transactions in Indonesia from both legal and economic perspectives. Using a qualitative descriptive method through a library research approach, the study explores relevant laws, government regulations, academic publications, and institutional reports. Data were collected through literature review and document analysis, followed by thematic and inductive interpretation to identify patterns related to legal enforcement, regulatory gaps, and market efficiency. The findings indicate that while Indonesia’s regulatory framework—comprising Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, Law No. 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions, Government Regulation No. 80 of 2019 on Electronic Trade, and Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection—is normatively comprehensive, its implementation remains weak. The study reveals persistent issues such as overlapping institutional authority, limited enforcement capacity, low consumer literacy, and minimal compliance incentives for digital business actors. From an economic standpoint, these weaknesses contribute to high transaction costs, information asymmetry, and inefficiency in e-commerce markets. The research underscores the need for adaptive, harmonized, and incentive-based regulatory mechanisms to foster a safer and more transparent digital marketplace. It concludes that strengthening inter-agency coordination, enhancing consumer awareness, and promoting digital ethics are crucial to achieving sustainable consumer protection in Indonesia’s growing digital economy.