Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERAN MAK ANDAM DALAM PROSESI ADAT PERNIKAHAN MELAYU DI KEPULAUAN RIAU Doni Febri Hendra
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i3.562

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran mak andam dalam pernikahan adat melayu khususnya adat pernikahan melayu di pulau karimun. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif, dimana data diperoleh dengan pengumpulan data secara langsung di lapangan, wawancara dengan narasumber dan dokumentasi. kemudian dianalisis guna memperoleh keabsahan dengan metode etnografi, maka ditemukan sebuah penelitian tentang adat istiadat pernikahan bagi masyarakat karimun sebagian tradisi budaya melayu. Ada beberapa tahapan persiapan yang harus dilakukan oleh calon pengantin melayu dimana prosesi tersebut dikomandani oleh mak andam Didalam pernikahan adat selalu akan memberikan kesan yang sangat luar biasa dan tak bisa dilupakan. mak andam mempunyai peran penting dalam sebuah profesi pernikahan adat Melayu yang dijuluki sebagai pemersatu dua keluarga. prosesi yang akan dilakukan mulai dari sebelum perkawinan (tahap pra-nikah), prosesi persiapan perkawinan (tahap pernikahan), sampai dengan prosesi setelah perkawinan (tahap sebelum menikah).
Silat Pengantin: Seni Pertunjukan Tradisi Melayu di Bentan Penao, Kepulauan Riau Widyanarto Widyanarto; Doni Febri Hendra; Siguti Aprinnostein
PANGGUNG Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i2.910

Abstract

ABSTRACTThe wedding martial in Riau Islands Province is a traditional Pencak Silat that is part of Malay cultures. The University of Kiambang Putih in Bentan Penao, Bintan regency, martial arts performance presented at traditional Malay wedding is also called Silat flag. The form of presentation is divided into two parts, namely silat flag and silat performance. Silat flag is displayed by two fighters, using the red flag and white color properties. The red and white flag are symbolized to unite two human beings into the family ark. The red flag is interpreted as red blood, which is from the bride. The symbol of the white flag is interpreted as white blood, which is from the groom. The Silat flag performance ends with the unification of both flags. It will be continued with silat performance. The Silat performance is displayed by one fighter who performed in turn. The bridal Silat show is accompanied by musical accompaniment consisting of instruments of two martial arts and gongs. The pattern of playing his musical instruments is played repeatedly, monotonically, and his apparent sanctity.Keywords: Bride Silat, Traditional Art Performances, Malay CustomsABSTRAKSilat pengantin di Provinsi kepulauan Riau merupakan seni pencak silat tradisional yang menjadi bagian budaya Melayu.Perguruan Kiambang Putih di Bentan Penao, kabupaten Bintan, pertunjukan seni silat yang disajikan di acara pernikahan adat melayu ini disebut juga dengan istilah silat bendera.Bentuk penyajiannya terbagi menjadi dua bagian, yaitu silat bendera dan silat persembahan.Silat bendera ditampilkan oleh dua orang pesilat, dengan menggunakan properti bendera warna merah dan warna putih.Simbol bendera berwarna merah dan putih memiliki makna untuk mempersatukan dua insan manusia ke dalam bahtera keluarga.Bendera merah dimaknai sebagai darah merah, dalam hal ini dari mempelai wanita.Simbol bendera putih dimaknai sebagai darah putih, dalam hal ini dari mempelai pria.Persembahan Silat bendera diakhiri dengan menyatunya kedua bendera.Dilanjutkan dengan silat persembahan.Silat persembahan ditampilkan oleh satu orang pesilat yang dilakukan secara bergantian.Pertunjukan silat pengantin diiringi oleh musik pengiring yang terdiri dari instrumen dua buah gendang silat dan gong.Pola memainkan instrumen musiknya dimainkan secara berulang-ulang, monoton, dan tampak kesakralannya.Kata Kunci: Silat Pengantin, Pertunjukan Seni tradisi, Adat Melayu ?
Makyong Muda Dance at The Ledang Balai Studio, Tanjung Pinang Hendra, Doni Febri; Irdawati, Irdawati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v26i2.4004

Abstract

Kesenian Melayu yang cukup tua di Kepulauan Riau dulunya hampir punah atau istilahnya tidak ditemu kenali, namun terdapat seorang maestro memiliki tekad yang luar biasa, dilestarikan dan dipertahankan hingga saat ini. Jenis dan metode terkait observasi objek penelitian Tari MakYong muda, Ledang Balai, Kepulauan Riau, menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan ilmu etnografi. mendeskripsikan ke dalam teori yang saling berkaitan. wawancara narasumber, serta mempelajari gerak tari dan mendengar tutur bahasa. Kelengkapan lain dalam proses pengambilan data juga disertakan dalam pendokumentasian berbentuk foto dan video tari. MakYong muda merupakan sebuah tari yang dilingkupi dengan seni teater. yang juga tertuju pada sebuah seni lakon satu kesenian Melayu ialah Tari Makyong Muda, berlokasi di Sanggar Ledang Balai, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau diciptakan dan dikembangkan oleh Said Parman yang memiliki nama panggung Tuan Habieb. Tari MakYong muda merupakan seni teater tradisional Melayu yang menggabungkan drama, tari, musik, dan naskah cerita. Pertunjukan ini melibatkan pemain profesional dengan pakaian dan properti sesuai peran, serta dua versi cerita yang mencerminkan kisah istana dan rakyat. MakYong muda kini mengalami modernisasi, namun tetap mempertahankan elemen tradisional seperti topeng dan struktur lakon
Meningkatkan Minat Anak PAUD Dalam Kegiatan Menari Melalui Gerakan Sederhana di PAUD Aljabar Bengkong Batam dengan Metode Tindakan Kelas Hendra, Doni Febri
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara-cara yang efektif dalam merangsang minat anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menari. Menari memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan keterampilan motorik, kreativitas, dan kepercayaan diri anak. Namun, minat anak-anak terhadap kegiatan ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendekatan pengajaran yang tidak menarik, kurangnya variasi dalam gerakan tari, dan minimnya dukungan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dari anak-anak PAUD di salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yag ada di kota Batam yaitu PAUD Aljabar Bengkong. Dalam penelitian ini, dilakukan beberapa pendekatan inovatif, seperti penggunaan musik yang disukai anak-anak, variasi gerakan tari yang sederhana, serta melibatkan anak dalam pembuatan koreografi yang sesuai dengan minat mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode yang menyenangkan dan partisipatif berhasil meningkatkan minat anak-anak untuk menari, dengan adanya peningkatan partisipasi aktif dalam kegiatan tari dan perubahan positif dalam perkembangan motorik dan kreativitas mereka. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pendidik PAUD untuk merancang program tari yang dapat menarik minat anak-anak dan mendukung perkembangan mereka secara holistik.
Makna dan Prosesi Berandam Dalam Perkawinan Adat Melayu di Kepulauan Riau Hendra, Doni Febri
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.969

Abstract

Tulisan ini mengulas tradisi perkawinan adat Melayu di Kepulauan Riau, khususnya praktik Berandam yang sarat simbolisme dan filosofi hidup. Ritual ini mencerminkan nilai-nilai luhur seperti kesucian, keharmonisan, dan perlindungan dari energi negatif. Tradisi ini juga menandai kesiapan calon pengantin memasuki kehidupan baru yang lebih suci. Sarat sebagai bagian dari adat perkawinan Melayu menegaskan pentingnya persatuan keluarga dan pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami makna simbolik dan persepsi masyarakat terhadap tradisi tersebut. Kajian literatur serta observasi langsung menjadi dasar dalam menggali konteks sejarah, kerangka filosofis, dan peran ritual dalam membentuk identitas budaya. Perkawinan adat Melayu adalah bukti nyata bagaimana tradisi tetap hidup dan relevan, menjadi fondasi kuat bagi identitas budaya masyarakat. Upaya pelestariannya di tengah modernisasi menjadi krusial agar nilai-nilai luhur ini terus menginspirasi generasi mendatang dalam membangun keluarga yang harmonis dan berbudaya.
The presence of Mak Andam in the Lingga Malay Traditional Cultural Wedding Procession Hendra, Doni Febri
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.50916

Abstract

This study aims to determine the role of Mak Andam in traditional Malay Lingga  marriage using a qualitative approach. Mak Andam plays an important role in preparing brides-to-be, and its role in organizing Malay wedding ceremonies has a rich cultural and social dimension. Qualitative research methods are used to understand more deeply about Mak Andam's role, their perceptions, experiences, and perspectives on Malay marriage. This study used in-depth interviews with Mak Andam who is experienced in engaging in Malay marriages. The qualitative data obtained from the interviews were analyzed using content analysis to identify key themes related to Mak Andam's role. Research findings suggest that Mak Andam's role in Malay Lingga  weddings includes a wide range of duties, from dressing the bride and groom to providing emotional support. Mak Andam also has in-depth knowledge of Malay wedding traditions and plays an important role in maintaining the authenticity and sustainability of this cultural heritage. They also have a great influence in creating meaningful experiences for the bride. This research provides a deeper understanding of Mak Andam's existence in Lingga Malay marriages, by explaining the complexity of their social and cultural roles. These findings contribute to the preservation and further understanding of traditional Malay wedding culture and may also be useful in the context of the preservation of similar cultures and customs around the world.
Silat Pengantin: Seni Pertunjukan Tradisi Melayu di Bentan Penao, Kepulauan Riau Widyanarto, Widyanarto; Hendra, Doni Febri; Aprinnostein, Siguti
PANGGUNG Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i2.910

Abstract

ABSTRACTThe wedding martial in Riau Islands Province is a traditional Pencak Silat that is part of Malay cultures. The University of Kiambang Putih in Bentan Penao, Bintan regency, martial arts performance presented at traditional Malay wedding is also called Silat flag. The form of presentation is divided into two parts, namely silat flag and silat performance. Silat flag is displayed by two fighters, using the red flag and white color properties. The red and white flag are symbolized to unite two human beings into the family ark. The red flag is interpreted as red blood, which is from the bride. The symbol of the white flag is interpreted as white blood, which is from the groom. The Silat flag performance ends with the unification of both flags. It will be continued with silat performance. The Silat performance is displayed by one fighter who performed in turn. The bridal Silat show is accompanied by musical accompaniment consisting of instruments of two martial arts and gongs. The pattern of playing his musical instruments is played repeatedly, monotonically, and his apparent sanctity.Keywords: Bride Silat, Traditional Art Performances, Malay CustomsABSTRAKSilat pengantin di Provinsi kepulauan Riau merupakan seni pencak silat tradisional yang menjadi bagian budaya Melayu.Perguruan Kiambang Putih di Bentan Penao, kabupaten Bintan, pertunjukan seni silat yang disajikan di acara pernikahan adat melayu ini disebut juga dengan istilah silat bendera.Bentuk penyajiannya terbagi menjadi dua bagian, yaitu silat bendera dan silat persembahan.Silat bendera ditampilkan oleh dua orang pesilat, dengan menggunakan properti bendera warna merah dan warna putih.Simbol bendera berwarna merah dan putih memiliki makna untuk mempersatukan dua insan manusia ke dalam bahtera keluarga.Bendera merah dimaknai sebagai darah merah, dalam hal ini dari mempelai wanita.Simbol bendera putih dimaknai sebagai darah putih, dalam hal ini dari mempelai pria.Persembahan Silat bendera diakhiri dengan menyatunya kedua bendera.Dilanjutkan dengan silat persembahan.Silat persembahan ditampilkan oleh satu orang pesilat yang dilakukan secara bergantian.Pertunjukan silat pengantin diiringi oleh musik pengiring yang terdiri dari instrumen dua buah gendang silat dan gong.Pola memainkan instrumen musiknya dimainkan secara berulang-ulang, monoton, dan tampak kesakralannya.Kata Kunci: Silat Pengantin, Pertunjukan Seni tradisi, Adat Melayu ?