Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A COMPARATIVE ANALYSIS OF PHONOLOGICAL ELEMENTS IN LAMPUNG LANGUAGE: DIALECT A PEMINGGIR AND DIALECT O ABUNG Masitoh Masitoh; Meutia Rachmatia; Elis Susanti; Dewi Sri Kuning; Nabila Zatadini
English Review: Journal of English Education Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v11i2.8319

Abstract

This study aims to investigate the differences in phonological elements between two dialects of the Lampung language: Dialect A Peminggir and Dialect O Abung. The research focuses on Lempasing Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency for Dialect A Peminggir, and Bumi Agung Marga Village, East Abung District, North Lampung Regency for Dialect O Abung. The objectives of this study are to describe: (1) the differences in vowel phonemes between Dialect A Peminggir and Dialect O Abung, (2) the differences in consonant phonemes between Dialect A Peminggir and Dialect O Abung, (3) the characteristics of diphthongs and vowel lines in Dialect A Peminggir and Dialect O Abung, (4) the differences in clusters and consonants between Dialect A Peminggir and Dialect O Abung, and (5) the variations in syllables between Dialect A Peminggir and Dialect O Abung. The study adopts a descriptive analytical method, and data collection involves the use of recording devices, tapes, and other stationery. The research utilizes various techniques, including listening or tapping techniques as basic methods, and advanced techniques such as free listening techniques, fishing techniques, recording techniques, questionnaires, and recording techniques. The results of the study demonstrate both differences and similarities in the phonological elements of Dialect A Peminggir and Dialect O Abung in the Lampung language.
Tinjauan Yuridis terhadap Pembebasan Lahan untuk Kepentingan Umum dalam Perspektif Hukum Agraria di Indonesia iqbal, muhammad galib; nabila Zatadini; adinda Akhsanal viqria
Legalita Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Hukum Legalita
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/legalita.v6i1.1352

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek yuridis pembebasan lahan untuk kepentingan umum dalam konteks hukum agraria Indonesia. Melalui analisis komprehensif terhadap peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan doktrin hukum, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerangka hukum yang mengatur proses pembebasan lahan, serta mengevaluasi efektivitas dan implikasinya terhadap hak-hak masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya untuk menyeimbangkan kepentingan umum dengan hak-hak individu, masih terdapat kesenjangan dalam implementasi dan perlindungan hukum bagi pihak yang terdampak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi kebijakan dan penguatan mekanisme pengawasan untuk memastikan proses pembebasan lahan yang lebih adil dan transparan.
Tinjauan Yuridis terhadap Praktik Kekerasan Guru dalam Perspektif Hak Asasi Anak di Sekolah Yoan Febrinke; Nabila Zatadini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4122

Abstract

Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak asasi untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk di lingkungan pendidikan. Namun, realitas menunjukkan masih terjadinya praktik kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik, yang bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dan tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah serta dampak yang ditimbulkannya terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak oleh guru merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta bertentangan dengan etika dan tanggung jawab profesi pendidik. Kekerasan tersebut menimbulkan dampak multidimensional, meliputi trauma psikologis, gangguan sosial, penurunan prestasi akademik, serta hilangnya rasa aman dan kepercayaan anak terhadap institusi pendidikan. Selain itu, lemahnya penegakan hukum dan masih adanya paradigma kekerasan sebagai metode pendisiplinan menjadi hambatan dalam perlindungan anak di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penegakan hukum yang konsisten, peningkatan kesadaran hukum, serta penguatan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.